Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Jantung Sesuai Jenisnya

Penyakit jantung merupakan gambaran berbagai kondisi yang mempengaruhi jantung. Sesak napas dan nyeri di bagian dada seringkali menjadi gejala penyakit jantung yang umum terjadi. Ada beberapa jenis penyakit jantung, seperti penyakit arteri koroner (CAD), gangguan pada detak jantung (aritmia), cacat jantung dari lahir (cacat jantung bawaan), dan lainnya.

Istilah “penyakit jantung” sering digunakan secara bergantian dengan istilah “penyakit kardiovaskular”. Penyakit kardiovaskular umumnya mengacu pada kondisi terjadinya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina) atau stroke. Kondisi jantung lainnya, seperti yang mempengaruhi otot jantung, katup atau detak, juga dianggap sebagai bentuk dari penyakit jantung.
ciri-ciri gejala penyakit jantung

Sebenarnya banyak bentuk dari penyakit jantung yang bisa dicegah bahkan diobati dengan menerapkan gaya hidup sehat. Namun yang perlu di ingat bahwa, setiap jenis dari masalah penyakit jantung ini membutuhkan perawatan yang berbeda-beda, meskipun mungkin memiliki ciri-ciri atau gejala yang serupa.

Oleh karena itu, penting untuk berkunjung dan berkonsultasi langsung dengan dokter, sehingga Anda dapat menerima diagnosis dan perawatan yang tepat.

Berikut ini akan kami jabarkan gejala-gejala dari beberapa jenis penyakit jantung:

1. Penyakit Arteri Koroner

Angina atau nyeri di dada merupakan gejala penyakit jantung yang paling umum dari penyakit ini. Angina dapat digambarkan sebagai bentuk dari ketidaknyamanan, tekanan yang sangat, sakit yang mendera, rasa seperti terbakar, rasa nyeri serta perasaan menyakitkan di dada. Angina juga bisa dirasakan di bahu, lengan, leher, tenggorokan, rahang, atau punggung.

Gejala lain penyakit arteri koroner meliputi:

  • Sesak napas.
  • Palpitasi (detak jantung tidak teratur).
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Lemas atau pusing.
  • Mual.
  • Berkeringat.

Lebih faham, simak juga: Mengenal Penyakit Jantung Koroner

2. Gejala Serangan Jantung

Serangan jantung atau “heart attack” (infark miokard) adalah keadaan darurat medis yang serius dimana suplai darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya oleh bekuan darah.

Gejala serangan jantung bisa meliputi:

  • Tekanan, rasa sakit atau nyeri di dada, lengan, atau di bawah tulang dada.
  • Rasa sakit yang dapat menjalar ke belakang, rahang, tenggorokan, atau lengan.
  • Gangguan pencernaan, perasaan tercekik atau perut terasa panas atau terbakar.
  • Berkeringat, mual, muntah, atau pusing.
  • Kelemasan yang sangat, di ikuti kecemasan, atau sesak napas.
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Selama serangan jantung, gejalanya ini dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih, dan tidak akan berkurang meskipun dengan pemberian obat-obatan oral atau beristirahat. Namun ada beberapa orang yang memiliki serangan jantung tanpa gejala apapun, yang dikenal sebagai silent myocardial infarction (MI). Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

Lebih lanjut, simak: Waspadai Tanda-tanda Serangan Jantung Berikut

Jika Anda melihat seseorang mengalami serangan jantung atau bahkan terjadi pada diri Anda sendiri, segera hubungi dokter atau ambulans untuk segera ditindaklanjuti.

3. Penyakit Jantung Aritmia

Aritmia adalah detak jantung tidak teratur. Kondisi ini terjadi ketika impuls listrik yang menghasilkan detak jantung tidak bekerja dengan benar.

Ciri-ciri dan Gejala penyakit jantung aritmia, antara lain:

  • Palpitasi (jantung berdebar-debar, lebih cepat atau lebih lambat dan tidak beraturan).
  • Nyeri di dada Anda.
  • Pusing atau merasa pusing.
  • Pingsan.
  • Sesak napas.
  • Dada yang terasa tidak nyaman.
  • Merasakan kelelahan yang sangat.

4. Atrial Fibrilasi

Atrial Fibrilasi adalah detak jantung bergetar atau ireguler (aritmia) yang dapat menyebabkan penggumpalan darah, stroke, gagal jantung dan komplikasi terkait jantung lainnya. Adapun gejala penyakit jantung fibrilasi atrium antara lain:

  • Jantung berdebar-debar (tiba-tiba berdebar, atau terasa kencang di jantung).
  • Kekurangan tenaga.
  • Pusing (berkunang-kunang atau seperti ingin pingsan).
  • Nyeri atau terasa sakit tekanan di dada.
  • Sesak nafas (susah bernafas saat aktivitas normal).

Namun ada pula beberapa pasien dengan atrial fibrilasi yang tidak memiliki gejala.

5. Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung terjadi jika satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik. Jantung memiliki empat katup: katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta.

Ciri-ciri dan Gejala penyakit katup jantung meliputi:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas; perhatikan apabila hal ini sering Anda alami saat melakukan aktivitas normal sehari-hari atau saat berbaring di ranjang.
  • Badan lemas dan pusing.
  • Rasa tidak nyaman di dada; perhatikan jika Anda merasakan tekanan atau nyeri di dada ketika beraktivitas atau saat keluar dengan cuaca dingin.
  • Palpitasi (irama atau detak jantung yang tidak beraturan bisa lebih lambat atau lebih cepat dari normal).
  • Pembengkakan pergelangan kaki atau kaki; pembengkakan juga bisa terjadi di perut, yang bisa menyebabkan Anda merasa kembung.
  • Penambahan berat badan yang cepat (kenaikan berat badan 1/2 atau 1 kg dalam satu hari)

Gejala penyakit katup jantung tidak selalu berhubungan pada keseriusan kondisi kesehatan. Bisa jadi Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekali namun menderita penyakit katup berat, dan membutuhkan perawatan segera. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksa kondisi kesehatan langsung pada dokter dan menjaga pola hidup sehat.

6. Gagal Jantung

Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dalam beberapa kasus, jantung tidak bisa diisi dengan cukup darah. Dalam kasus lain, jantung tidak bisa memompa darah ke bagian tubuh lainnya dengan kekuatan yang cukup. Beberapa orang memiliki kedua masalah tersebut.

Ciri-ciri dan Gejala gagal jantung bisa meliputi:

  • Sesak napas saat beraktivitas (paling sering) atau saat istirahat, terutama saat Anda berbaring telentang di tempat tidur.
  • Batuk yang menghasilkan dahak putih.
  • Kenaikan berat badan yang cepat (1/2 atau 1 kg dalam satu hari).
  • Bengkak di pergelangan kaki, dan perut.
  • Pusing.
  • Keletihan atau rasa lemas.
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan.
  • Gejala lainnya yaitu mual, palpitasi, dan nyeri di dada.

Seperti pada penyakit katup, gejala penyakit jantung ini juga mungkin tidak terkait dengan seberapa lemahnya kondisi jantung. Anda mungkin bisa saja merasakan banyak gejala tersebut, namun fungsi jantung Anda ternyata hanya sedikit melemah. Sebaliknya, Anda mungkin memiliki jantung yang tengah dalam kondisi berbahaya, namun hanya dengan sedikit atau bahkan tanpa gejala.

Selangkapnya baca: CHF (Congestive Heart Failure) Gagal Jantung Kongestif

7. Cacat Jantung Bawaan

Cacat atau kelainan jantung kongenital dapat didiagnosis sebelum kelahiran, tepat setelah kelahiran, selama masa kanak-kanak, atau sebelum sampai dewasa. Pemeriksaan ini diperlukan jika saja Anda atau keluarga memiliki cacat jantung bawaan ini namun tidak merasakan adanya gejala sama sekali. Pemeriksaan atau diagnosa dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik, jika terfdapat kecurigaan kelainan pada jantung, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, roentgen (sinar-X).

Pada orang dewasa, gejalanya dapat dilihat dari:

  • Sesak napas
  • Terbatasnya kemampuan berolahraga
  • Termasuk gejala gagal jantung atau penyakit katup jantung seperti diatas

8. Cacat Jantung Bawaan pada Bayi dan Anak

Gejala cacat jantung kongenital pada bayi dan anak-anak dapat meliputi:

  • Sianosis (warna kebiru-biruan pada kulit, kuku jari dan bibir).
  • Bernafas seperti terengah-engah dan kurang nafsu makan.
  • Berat badan kurang.
  • Infeksi paru berulang.
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan badan.

Selengkapnya baca: Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi

9. Penyakit Otot Jantung

Banyak orang dengan penyakit otot jantung atau kardiomiopati ini tidak memiliki gejala atau hanya merasakan gejala kecil saja, dan dapat menjalani kehidupan normal. Namun pada orang lain yang mengalami gejalanya, kondisinya akan semakin parah seiring dengan fungsi jantungnya yang memburuk.

Gejala kardiomiopati dapat terjadi pada usia berapapun, dan gejalanya antara lain:

  • Nyeri dada atau tekanan di dada (biasanya terjadi ketika berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, namun bisa juga terjadi ketika beristirahat atau setelah makan).
  • Gejala gagal jantung (seperti diatas).
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Kelelahan.
  • Pingsan.
  • Palpitasi (detak jantung yang tidak normal atau tidak beraturan).

Pada sejumlah kecil orang yang memiliki penyakit aritmia, dapat menyebabkan kematian mendadak jika menderita penyakit otot jantung ini.

10. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, dua lapisan tipis dari jaringan yang mirip kantung yang mengelilingi jantung, mempertahankan posisi jantung dan membantu kerjanya. Diantara dua lapisan tersebut ada sedikit cairan yang membuat lapisan terpisah sehingga tidak ada gesekan di antara keduanya.

Gejala penyakit jantung perikarditis meliputi:

  • Nyeri dada yang berbeda dengan angina (nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner ); bisa lebih menusuk di bagian tengah dada. Rasa sakitnya bisa menyebar ke leher dan kadang-kadang ke lengan dan punggung. Akan semakin parah saat berbaring, menarik napas panjang, batuk, atau menelan dan lega dengan duduk di depan.
  • Demam ringan
  • Meningkatnya detak jantung

Itulah gejala-gejala dari beberapa jenis penyakit jantung yang dapat Anda ketahui. Agar Anda bisa melakukan pencegahan dan meminimalisir dampak buruknya, maka kenalilah penyebab penyakit jantung.

Jagalah selalu kesehatan jantung Anda. Segera kunjungi dokter dan periksakanlah jika Anda merasa mengalami beberapa gejala-gejala tersebut. Ingat selalu untuk menerapkan pola hidup yang sehat dan rutin berolahraga, karena dapat mencegah penyakit jantung serta menurunkan resiko dari bahayanya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer