Ciri-ciri dan Gejala Radang Tenggorokan yang Harus Diwaspadai

Rasa sakit dan tidak nyaman di tenggorokan merupakan gejala utama radang tenggorokan (faringitis). Gejala penyerta lainnya berupa demam, sakit kepala, nyeri saat menelan, dan masih banyak lagi. Pada intinya kita harus mengetahui ciri-ciri radang tenggorokan agar menuntun kita untuk menyikapinya dengan tepat.

gejala radang tenggorokan

Penyebab radang tengorokan yang paling sering akibat infeksi virus. Dapat juga disebabkan bakteri, atau faktor mekanis, seperti bernafas mulut, mengonsumsi makanan penyebab iritasi, dan lain-lain seperti di bawah ini:

  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Bahan kimia berbahaya yang ada di udara
  • Penyakit tertentu, seperti batuk, sinusitis, alergi, GERD, dan tumor.
  • Zat yang tidak sengaja terhirup misalnya pemutih, zat kimia menyengat, dll.
  • Trauma / Cedera: Setiap cedera langsung ke tenggorokan atau leher bisa menyebabkan sakit tenggorokan.
  • Benda asing yang tersangkut di tenggorokan, misalnya, tulang atau sepotong makanan.
  • Teriakan atau jeritan berlebihan.

Tanda dan gejala radang tenggorokan bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, gejala umum radang tenggorokan adalah rasa nyeri dan ketidaknyamanan di tenggorokan, yang seringkali diperburuk saat menelan atau berbicara. Beberapa orang juga ada yang mengeluhkan sensasi gatal atau kering di tenggorokan.

Selain rasa nyeri di tenggorokan, tanda-tanda dan gejala radang tenggorokan meliputi:

  1. Demam dan / atau menggigil
  2. Mual dan / atau muntah
  3. Pegal-pegal
  4. Sakit kepala
  5. Batuk
  6. Hidung berair atau hidung tersumbat
  7. Sakit telinga
  8. Bersin
  9. Badan lemas
  10. Kurang nafsu makan
  11. Kemerahan dan / atau pembengkakan amandel dan belakang tenggorokan
  12. Bercak putih pada amandel (eksudat)
  13. Kelenjar getah bening yang membengkak dan / atau nyeri di leher
  14. Suara yang teredam atau serak.

Membedakan antara radang tenggorokan akibat virus dan radang tenggorokan akibat bakteri memang menjadi tantangan tersendiri. Untungnya, tanda dan gejala tertentu sering dapat membantu membedakan keduanya.

Biasanya, radang tenggorokan akibat bakteri memiliki tanda-tanda dan gejala berupa amandel yang merah bengkak disertai bercak putih (eksudat), demam dan sakit kepala muncul kemudian. Sedangkan untuk radang tenggorokan akibat virus lebih cenderung terjadi berbarengan atau setelah mengalami pilek, dengan gejala berupa demam, bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk.

Evaluasi dari dokter penting untuk mengkonfirmasi diagnosis pasti sakit tenggorokan guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Hal ini sangatlah penting, karena infeksi bakteri memerlukan antibiotik, sedangkan infeksi virus tidak memerlukannya.

Jangan anggap sepele! Radang tenggorokan akibat bakteri strep (streptococcus) berpotensi menyebabkan penyakit jantung dan ginjal yang berakibat fatal.

Lebih lanjut, baca: Ciri-ciri Radang Tenggorokan Akibat Bakteri

Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai!

Jika Anda masih ragu untuk pergi ke dokter, maka tanda-tanda bahaya di bawah ini harus dapat meyakinkan Anda untuk berobat ke dokter. Jika dibiarkan dapat berakibat fatal. Berikut tanda bahaya pada radang tenggorokan:

  • Sakit tenggorokan yang memiliki onset cepat dan berhubungan dengan demam atau nyeri di bagian depan leher.
  • Radang tenggorokan yang menyebabkan kesulitan menelan (bukan hanya nyeri saat menelan) atau kesulitan bernapas.
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari seminggu.
  • Bagi ibu hamil dengan gejala radang tenggorokan yang terasa parah atau tidak membaik dalam tiga hari.
  • Tidak bisa minum obat, jantung berdebar , kepala terasa melayang, lidah atau bibir membengkak.

DISKUSI TERKAIT