Ciri-ciri dan Gejala Serangan Jantung yang Mudah Dikenali

Gejala serangan jantung yang kerap diabaikan, menjadi faktor meningkatnya kematian mendadak akibat serangan jantung. Perhatikan gejala-gejala awalnya sebelum terlambat!

Serangan jantung (infark miokard) merupakan kondisi medis darurat yang terjadi karena rusak atau hancurnya otot jantung (myocardium) akibat terganggunya aliran darah ke jantung. Kondisi ini menjadi puncak dari kerusakan yang telah berlangsung lama, yang kerap kali tidak jua di indahkan oleh penderitanya.

gejala ciri-ciri serangan jantung

Jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya serangan jantung itu tidak serta merta datang tanpa peringatan. Ada gejala-gejala atau pertanda awalnya, yang memang kebanyakan tidak tampak serius. Justru di titik inilah yang mestinya menggugah kesadaran kita agar lebih peka lagi dengan sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh, dengan tidak meremehkan sekecil apapun gejala yang ditunjukkan.

Untuk itu, mari kita ketahui lebih jauh apa saja ciri-ciri serangan jantung yang harus dikenali.

Apa Saja Ciri-Ciri Serangan Jantung?

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala serangan jantung berikut ini, jangan sampai Anda mengulur waktu untuk bersegera memeriksakan diri ke dokter:

1. Nyeri di Dada

Inilah gejala serangan jantung yang paling khas, meskipun perlu diingat terkadang ada beberapa orang khususnya wanita dan penderita diabetes yang tidak merasakan gejala ini.

Nyeri dada akibat serangan jantung, berbeda dengan nyeri pada umumnya. Nyeri disini biasanya digambarkan sebagai tekanan yang amat sangat kuat dan menyakitkan ditengah dada dan tak jarang menjalar hingga ke lengan, bahu sampai rahang dan tenggorokan. Durasinya bila masih dalam derajat ringan kurang dari 20 menit, namun bila nyeri itu akibat serangan jantung akut dapat berlangsung hingga lebih dari 20 menit.

Seringkali mengalaminya? Segera kunjungi dokter.

Selain disebabkan oleh serangan jantung, ketahui penyebab nyeri dada lainnya: Kenali Penyebab Nyeri Dada yang Anda Alami

2. Nyeri di Rahang dan Leher

Pernah merasakan nyeri di rahang dan otot leher berkepanjangan? Waspadai bila nyeri itu tak kunjung membaik, karena bisa jadi nyeri yang Anda alami itu merupakan ciri-ciri serangan jantung. Hal ini berdasarkan pada beberapa laporan dari pasien pascaserangan jantung yang melaporkan bahwa sebelumnya mereka merasakan nyeri di rahang dan leher yang terasa kaku.

Namun jangan terlalu cepat menjudgenya, perhatikan dulu gejala khasnya agar tidak keliru. Pertama, rasa nyeri ini sering dialami atau tak kunjung hilang, kedua disertai dengan keluhan nyeri atau sesak di dada, yang terakhir cobalah untuk menggerak-gerakan rahang ke kiri dan kanan, apabila rasa nyeri malah memberat, kemungkinan besar bukan karena gejala sakit jantung.

Selain itu, ada pula yang merasakan sakit gigi dan sakit kepala sebagai gejala serangan jantung. Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa ternyata kesehatan gigi dan jantung saling berkaitan. Nyatanya hal ini telah dibuktikan melalui penelitian pada seseorang yang menderita peradangan jaringan pendukung gigi (periodontitis). Ternyata bakteri Porphyromonas gingivalis pada periodontitis dapat merangsang produksi sitokin, yang dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang berpengaruh ke jantung.

Itulah mengapa penting sekali bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Ya, minimal dengan rutin menggosok gigi dua kali sehari, setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Lebih baik lagi apabila setiap 6 bulan sekali kita rutin mengunjungi dokter gigi untuk mengontrol kesehatan gigi kita.

3. Sesak Napas

Tidak pernah memiliki riwayat asma atau gangguan sistem pernapasan lainnya, namun mendadak mengalami sesak napas? Ehm, patut dicurigai kondisi ini sebagai ciri-ciri serangan jantung.

Pastilah kita semua sudah tahu bahwa, jantung berperan penting dalam proses mengangkut oksigen sekaligus membersihkan seluruh tubuh dari karbon dioksida. Ketika fungsinya terganggu, maka otomatis secara langsung akan memengaruhi sistem pernapasan juga.

Sesak napas pada serangan jantung biasanya disertai perubahan pada detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Ketika melakukan aktivitas rutin sehari-hari pun napas menjadi terengah-engah, sekalipun hanya melakukan hal yang ringan. Segera cari tahu penyebab pasti dari kondisi ini, apa benar gejala serangan jantung atau kondisi medis lainnya.

Selain menjadi ciri-ciri serangan jantung, sesak juga bisa menandakan kondisi lainnya:

4. Gangguan Pencernaan (Mual, Mulas dan Muntah)

Gejala serangan jantung yang satu ini umumnya lebih sering dialami oleh wanita. Bukan tanpa sebab, karena berdasarkan fakta dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar mengalami mual, muntah dan gangguan pencernaan lainnya selama beberapa bulan sebelum atau menjelang serangan jantung.

Biasanya sensasi nyeri di ulu hati/epigastrium (perut atas bagian tengah) ini mirip dengan mulas dan berlangsung hingga beberapa menit. Sayangnya, banyak yang masih keliru menyangka gejala ini sebagai penyakit maag atau masuk angin.

Jadi, mulai sekarang apabila mendadak mengalami mual, mulas dan muntah tanpa sebab jelas terlebih disertai jantung yang berdebar-debar dan nafas terengah-engah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Jangan hanya menerka-nerka apakah itu sakit maag atau jantung.

5. Keringat Dingin

Ketika tubuh terasa dingin namun tiba-tiba mengeluarkan keringat, berhati-hatilah! Bisa jadi ini merupakan gejala serangan jantung. Seseorang yang mengidap serangan jantung biasanya akan mengalami keringat dingin karena sistem saraf simpatetisnya bekerja ekstra keras ketika terjadi serangan jantung.

Umumnya gejala serangan jantung yang satu ini disertai dengan nyeri di dada. Pada awalnya mungkin terlihat biasa, namun jika terus dibiarkan berlarut-larut, kerusakan jantung akan semakin parah. Sampai akhirnya datang serangan jantung mendadak – keringat dingin bercucuran deras, napas sesak dan dada terasa amat sangat nyeri hingga sekitar tengkuk dan bahu. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani atau terlambat sedikit saja, maka nyawa yang menjadi taruhannya.

6. Nyeri yang Menjalar ke Lengan, Bahu dan Punggung  

Nyeri dada akibat serangan jantung dapat menjalar hingga ke lengan dan tulang belikat (punggung atau bahu). Awalnya mungkin banyak yang masih ragu-ragu dan bertanya tentang kepastian kondisi seperti ini, benarkah gejala serangan jantung atau malah tidak ada hubungannya.

Sebenarnya nyeri akibat gejala serangan jantung dapat dikenali dengan mencermati durasi nyerinya. Apabila nyeri terasa selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam, kemungkinan besar nyeri tersebut berhubungan dengan serangan jantung. Sebaliknya, jika berlangsung singkat atau hanya dalam hitungan detik, kemungkinan ada penyebab lain diluar jantung.

Apapun penyebabnya, entah itu masalah jantung atau bukan, jauh lebih baik apabila Anda segera memeriksakannya ke dokter.

7. Kelelahan 

Awalnya gejala serangan jantung ditandai dengan kelelahan pada penderitanya. Meskipun, kelelahan juga bisa jadi efek dari kurang berolahraga atau terlalu memforsir diri ketika beraktivitas. Namun, yang harus diwaspadai apabila kelelahan itu terjadi secara tiba-tiba dan sulit dijelaskan penyebabnya. Kemungkinan ini merupakan ciri-ciri serangan jantung yang sedang mengintai keselamatan Anda!

Ketika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka si penderita pun akan semakin sering mengalami kelelahan bahkan pingsan. Tak jarang, gejala serangan jantung ini juga disertai dengan pembengkakan pada tungkai bawah dan menurunnya nafsu makan.

Adakah Cara untuk Meminimalisir Kerusakan akibat Serangan Jantung?

Ketika seseorang mengalami serangan jantung, tindakan pertama yang harus segera dilakukan yaitu dengan bersegera mungkin kerumah sakit. Untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah kerusakan jantung lebih lanjut, penderita jantung dapat mengonsumsi obat-obatan atau menjalani prosedur operasi.

Obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk menangani serangan jantung seperti, aspirin, obat penghambat enzim konversi angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (Beta blockers) dan obat penghilang rasa sakit (morfin). Selain itu, untuk menindaklanjuti serangan jantung yang telah terjadi pasien dapat menjalani beberapa prosedur operasi seperti, angioplasti koroner atau percutaneus transluminal coronary angioplasty (PTCA), operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG) dan transplantasi jantung.

Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan akhir tentang berbagai gejala serangan jantung yang harus kita ketahui untuk meminimalisir terjadinya serangan jantung mendadak dan kerusakan jantung lebih lanjut. Sebelumnya, ada beberapa fakta yang penulis ingin sampaikan, yang semoga saja bisa menggugah perasaan kita semua untuk menjalani hidup lebih baik lagi.

Pertama, penyakit kardiovaskuler dan stroke bersama-sama menjadi penyakit pembunuh terbesar di dunia. Kedua, sebagian besar kematian akibat serangan jantung disebabkan oleh fibrilasi ventrikel dan mayoritas penderitanya meninggal dunia sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Ketiga, jumlah korban meninggal akibat penyakit jantung 10 kali lebih besar dibandingkan korban meninggal akibat kecelakaan. Terakhir, ternyata gaya hidup dan pola makan yang buruk lah, faktor penyebab terbesar penyakit jantung, stroke dan penyakit mematikan lainnya.

Lantas, sekarang keputusan berada ditangan kita masing-masing. Mensyukuri nikmat kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat atau bertindak bodoh dengan tetap hidup serampangan?

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer