10 Gejala dan Ciri – Ciri Keracaunan Makanan

Jika seseorang mengalami keracunan makanan dan tidak ditangani dengan baik, maka dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian. Untuk itu, perlu diketahui apa saja ciri-ciri keracunan makanan agar tindakan tepat dapat segera diberikan.

sakit perut gejala keracunan makanan

Keracunan makanan didefinisikan sebagai kondisi tubuh yang menjadi tidak sehat akibat mengonsumsi atau terpapar makanan – minuman yang mengandung bakteri, virus, parasit atau bahan kimia berbahaya. Ini merupakan kejadian yang cukup umum dan mengkhawatirkan, terutama pada area padat penduduk dengan kebiasaan hidup yang kurang sehat.

Selain itu, paparan produk-produk makanan yang diproduksi atau disajikan tanpa memperhatikan kehigienisannya juga jadi salah satu penyebab keracunan makanan.

Berdasarkan data yang dirilis Badan POM pada laporan tahunannya per tahun 2016 diketahui bahwa kasus keracunan makanan di Indonesia mencapai 5.673 orang terpapar bahaya keracunan, 3.351 orang sakit akibat keracunan dan 7 orang meninggal dunia akibat keracunan.

Pada laporan ini diketahui beberapa bakteri dan bahan kimia yang menjadi penyebab atau yang diperkirakan sebagai penyebab keracunan, diantaranya bakteri jenis B. cereus, S. aureus, Salmonela spp, Shigella, E. coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Dari bahan kimia, histamin, toksin jamur, biotoksin, metamfetamin, nitrit, kepang khamir dan toksin Candida albican diketahui sebagai pemicu keracunan. 

Melihat fakta bahwa keracunan makanan bisa disebabkan oleh beragam penyebab, gejala yang timbul dan penanganan yang tepat tentunya juga akan bervariasi. Untuk itu berikut ini akan kami paparkan beberapa gejala keracunan makanan yang umum terjadi dan dapat segera dijadikan tanda-tanda awal seseorang mengalami keracunan makan.

Berikut gejala dan ciri – ciri keracaunan makanan yang harus diwaspadai:

1. Nyeri dan Kram Perut 

Dalam banyak kasus keracunan makanan, bakteri atau organisme lain dan juga bahan kimia berbahaya dapat bersifat toksik pada saluran pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan peradangan saluran pencernaan dan menimbulkan rasa sakit pada perut.

Kram juga sering terjadi dalam kondisi ini, hal ini terjadi karena otot perut pada saluran pencernaan bereaksi dan berkontraksi lebih intens dari biasanya. Tujuannya untuk menyingkirkan segera penyebab peradangan yang terjadi pada saluran cerna.

Meskipun begitu, nyeri dan kram perut mungkin saja terjadi akibat faktor lainnya seperti karena penyakit tertentu. Oleh karena itu bisa saja gejala ini bukan akibat keracunan makanan, namun jika tanda-tanda lain muncul bersamaan kemungkinan besar keracuananlah penyebabnya.

2. Diare

Hampir setiap orang pernah merasakan diare, kondisi yang ditandai dengan buang air besar dengan tinja yang keluar lebih lunak bahkan berbentuk cairan dan umumnya terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Biasanya juga diawali dengan kembung, mulas dan nyeri perut sebelumnya.

Jika terjadi secara tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan atau minuman, diare bisa jadi tanda-tanda awal keracunan makanan yang paling kentara. Meskipun bisa saja hal ini disebabkan oleh faktor lainnya

Hal yang perlu diwaspadai saat diare adalah bahaya dehidrasi. Jika badan mulai terasa lemas dan warna urin menjadi lebih keruh dari biasanya, ini pertanda dehidrasi. Mengonsumi banyak cairan tentunya akan sangat membantu. Namun, menghirup makanan cair seperti sup ayam mungkin akan lebih melegakan sekaligus menambah energi yang terbuang.

3. Sakit Kepala

Sakit kepala sangat umum terjadi, penyebabnya pun beragam mulai dari stress, kelelahan, depresi dan lain sebagainya. Namun jika kondisi ini dibarengi dengan muntah dan diare bisa jadi ini pertanda keracunan makanan.

Meskipun penyebab sakit kepala tidak bisa serta merta diketahui saat sakitnya muncul, namun diketahui bahwa dalam kondisi dehidrasi otak akan sangat terpengaruh karena kekurangan cairan. Hal inilah yang bisa jadi penyebab munculnya rasa sakit di kepala.

4. Muntah

Muntah merupakan respon alami tubuh terhadap organisme berbahaya atau zat racun yang masuk ke tubuh, terutama yang masuk melalui mulut. Biasanya terjadi kontraksi yang kuat pada diafragma sehingga memaksa tubuh untuk memuntahkan isi lambung.

Muntah umumnya memang bisa jadi salah satu ciri – ciri keracunan makanan yang paling jelas. Apalagi jika berbentuk muntah projektil (nyemprot/ menyembur), kemungkinan besar ini akibat keracunan. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, segeralah periksakan pada dokter atau tenaga medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

5. Nyeri, Kelelahan dan Kurang Nafsu Makan

Saat seseorang keracunan makanan, mekanisme alami tubuh akan merespon dan melawan penyebab infeksi yang terjadi. Salah satu bentuk respon ini adalah dengan melepaskan senyawa kimia yang disebut sitokin.

Sitokin memiliki beberapa peran berbeda pada tubuh, salah satunya adalah mengatur respon kekebalan tubuh terhadap infeksi. Senyawa ini akan memandu sistem imun menuju area yang terinfeksi dan bagaimana menyembuhkannya.

Selain itu, sitokin juga akan mengirim sinyal ke otak yang efeknya akan menimbulkan perasaan nyeri, kelalahan dan kehilangan nafsu makan. Secara tidak langsung kondisi seperti ini membuat seseorang harus beristirahat dan mengurangi asupan makanan berlebih sebagai bentuk pemulihan alami.

6. Demam

Tubuh dikatakan demam jika suhunya mencapai 36-37 ºC. Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai kondisi penyakit dan umumnya merupakan respon sistem imun tubuh terhadap infeksi yang terjadi. Karena itu demam bisa jadi salah satu ciri keracunan makanan.

Ketika bakteri berbahaya masuk ke tubuh, mereka akan mengalami respon penolakan dari sistem imun. Sistem imun dan juga bakteri dapat melepaskan substansi yang disebut sebagai pirogen yang dapat memicu otak agar meningkatkan suhu tubuh.

Ketika suhu tubuh naik, aktifitas sel darah putih juga akan meningkat. Selain itu, suhu yang tinggi juga berdampak buruk pada bakteri dan virus. Sehingga mereka akan lebih mudah dilemahkan dan dilumpuhkan oleh sel darah putih.

7. Menggigil

Menggigil merupakan perasaan seperti kedinginan tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini muncul karena otot mengalami kontraksi dan relaksasi secara berulang. Umumnya muncul berbarengan dengan demam, hal ini masih merupakan efek dari substandi pirogenik yang dapat menstimulus otak agar menganggap tubuh sedang kedinginan sehingga suhu dinaikkan.

Meskipun kondisi ini bisa saja disebabkan oleh faktor lain, namun bisa menjadi ciri – ciri keracunan makanan jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda lainnya.

8. Lelah dan Lesu

Kelelahan dan lesu bisa jadi pertanda awal keracunan makanan. Kondisi ini bisa muncul akibat tubuh melepaskan substansi kimia yang disebut sitokin. Selain itu kehilangan nafsu makan juga dapat jadi pemicunya.

Meskipun lelah dan lesu bisa saja disebabkan oleh penyakit lain, namun jika berbarengan dengan tanda-tanda seperti demam dan rasa tidak enak badan, bisa jadi ini karena keracunan makanan. Hal ini juga termasuk respon tubuh untuk mempercepat penyembuhan dalam bentuk banyak istirahat.

9. Mual

Mual adalah kondisi tidak menyenangkan yang membuat tubuh seolah-olah ingin muntah tapi tidak muntah. Meskipun bisa saja disebabkan oleh faktor lain, namun kondisi ini juga bisa jadi pertanda bahwa Anda baru saja menelan sesuatu yang berpotensi membahayakan. Apalagi jika dilanjutkan dengan melambatnya kerja usus dan diare.

10. Nyeri Otot

Nyeri otot bisa muncul dan menjadi gejala keracunan makanan. Ketika substansi berbahaya masuk ke saluran pencernaan, sistem imun akan aktif dan menyebar untuk menemukan sumber penyebab infeksi dan kemudian menyebabkan peradangan.

Selama proses ini tubuh akan melepaskan histamin yang akan memperlebar pembuluh darah agar lebih banyak sel darah putih yang di alirkan dan akhinya menyembuhkan area infeksi. Histamin ini lah yang memicu reseptor rasa sakit yang meyebabkan nyeri pada otot.

Bagaimana Mencegah Keracunan Makanan?

Untuk menghindari keracunan makanan, pastikan pola hidup Anda sehat dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. Beberapa cara berikut bisa diikuti sebagai tindakan pencegahan:

  • Mencuci tangan sebelum makan menggunakan air mengalir.
  • Makan makanan yang dimasak hingga hingga matang, hindari makanan setengah matang.
  • Gunakan sabun antibakteri selepas menggunakan toilet.
  • Hindari makan buah mentah dari pasar yang belum di cuci bersih.

Baca: Obat Keracunan Makanan yang Alami dan Ampuh dan Penanganan Keracunan Makanan di Rumah yang Benar

Perlu diingat keracunan makan yang ringan bisa saja sembuh dengan sendirinya tanpa perlakuan khusus. Umumnya hanya perlu banyak istirahat dan minum lebih banyak. Namun jika gejala-gejala di atas terjadi terus menerus dan tak kunjung reda sebaiknya kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih lengkap.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga