11 Gejala dan Ciri-Ciri Sakit Jantung yang Harus Anda Waspadai

Kenalilah ciri-ciri sakit jantung serta lakukan pengecekan kesehatannya sedini mungkin untuk mencegah terjadinya serangan jantung mendadak yang dapat mematikan.

Sepertinya penyakit yang satu ini sudah sangat amat familiar terdengar di telinga kita bukan. Ya bagaimana tidak, penyakit jantung atau yang disebut juga dengan penyakit kardiovaskular ini terkenal akan reputasinya sebagai penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Bahkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, angka kematian penderitanya mencapai 7,6 juta orang per tahun, dan sebanyak 325 ribu kasus diantaranya meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Mengerikan bukan? 

Ironisnya, dari waktu ke waktu jumlah penderitanya pun semakin meningkat dan tak lagi didominasi oleh orang-orang berusia lanjut. Sebab, saat ini semakin banyak saja orang-orang di usia produktif yang mengidap penyakit mematikan ini. Penyebabnya apalagi kalau bukan gaya hidup dan pola makan yang buruk. Terlebih, saat ini berbagai jenis kuliner dan makanan cepat saji yang mengandung lemak dan kolesterol jahat semakin menjamur saja.

ciri-ciri sakit jantung

sayangi jantung Anda dengan mengenali gejala dan ciri-ciri penyakit jantung!

Seringkali, gejala sakit jantung yang dialami penderitanya tidak disadari, hingga berakibat fatal. Gejala sakit jantung biasanya ditandai dengan rasa nyeri di dada dan di bagian ulu hati, yang ‘lucunya’ malah dianggap sebagai penyakit maag. Ini semua karena kurangnya pengetahuan akan penyakit mematikan ini. Oleh karena itu, mari kita bahas lebih dalam lagi mengenai gejala atau ciri-ciri sakit jantung yang perlu diperhatikan.

Bagaimana Mengenali Ciri-Ciri Sakit Jantung?

Ciri-ciri sakit jantung dapat dikenali dengan memperhatikan beberapa gejala muncul, seperti:

  • Sakit atau nyeri di dada. Umumnya menjalar hingga ke bahu, lengan, tenggorokan dan rahang.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Mudah lelah.
  • Keseringan mendengkur.
  • Keringat dingin.
  • Batuk kronis.
  • Pembengkakan di kaki.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas ciri-ciri tersebut satu persatu.

1. Sakit atau Nyeri di Dada

nyeri dada merupakan ciri-ciri sakit jantung

Sakit atau nyeri di dada menjadi ciri-ciri sakit jantung yang paling umum, namun ciri ini jarang dialami oleh wanita. Nyeri ini bisa datang dengan tiba-tiba, entah itu ketika sedang beristirahat atau sedang beraktivitas.

Berbeda dengan nyeri pada umumnya, sensasi nyeri disini terasa berat sekali seakan-akan dada kita ditusuk-tusuk atau ditekan sangat kuat dan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Kondisi ini merupakan akibat dari arteri yang tersumbat sehingga sirkulasi darah ke otot jantung menjadi tidak memadai.

Terlalu sering mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, merokok, alkohol, dan kurangnya olahraga menjadi beberapa alasan dibalik kondisi ini.

Jadi harus diwaspadai ya, apabila ada yang mengalami kondisi seperti ini. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.

2. Mual dan Muntah

Berbeda dengan ciri-ciri sakit jantung sebelumnya, ciri sakit jantung yang satu ini lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Pada beberapa orang khususnya wanita, gangguan pencernaan serta mual dan muntah dapat menjadi pertanda awal serangan jantung.

Kondisi ini tentu saja seringkali menimbulkan kerancuan pada penderitanya, sehingga mengira ini merupakan gejala penyakit maag. Untuk membedakannya memang diperlukan kecermatan dan pemeriksaan dokter. Namun, apabila Anda sering mengalami kondisi ini, terlebih gejalanya diikuti dengan gejala sakit jantung lainnya, seperti nyeri di dada, sesak nafas dan berkeringat, maka hampir dipastikan bahwa itu merupakan penyakit jantung.

3. Nyeri yang Menjalar ke Lengan Kiri

Ciri-ciri sakit jantung berikutnya ditandai dengan rasa nyeri yang menjalar ke sisi tubuh, seperti lengan, khususnya sisi kiri, karena lebih dekat ke jantung. Meskipun nyeri di lengan dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti nyeri otot, namun untuk membedakannya dengan gejala sakit jantung, tidak begitu sulit.

Apabila durasi nyeri pada lengan kiri ini hanya berlangsung singkat (beberapa detik), maka kemungkinan besar penyebabnya bukan karena jantung. Sebaliknya, jika terjadi selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam terlebih sebelumnya lebih dulu mengalami nyeri di dada, ada kemungkinan rasa nyeri di lengan tersebut merupakan bagian dari gejala sakit jantung.

Jadi cermati cirinya, kemudian pastikan dengan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan jantung Anda ke dokter.

4. Pusing dan Sesak Napas

pusing bisa menjadi ciri-ciri sakit jantungApakah belakangan ini Anda sering merasa pusing, lemas, jantung berdebar dan sesak napas? Jika benar, maka berhati-hatilah! Kemungkinan besar ini merupakan ciri-ciri sakit jantung yang harus diwaspadai.

Kondisi ini menandakan tekanan darah yang menurun akibat jantung yang tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh seperti seharusnya. Bila gejala sakit jantung ini disepelekan atau tidak segera ditangani, maka fungsi jantung pun akan semakin menurun.

Untuk itu, sebaiknya Anda segera periksakan ke dokter Anda. Karena sewaktu-waktu Anda pun bisa terkena serangan jantung mendadak yang terkenal amat mematikan itu jika terlambat menanganinya dengan serius.

5. Sakit di Tenggorokan dan Rahang

Sakit pada tenggorokan atau rahang mungkin biasa kita alami. Namun, tidak menutup kemungkinan rasa sakit ini juga bisa mengarah ke kondisi yang lebih serius, seperti sakit jantung. Ditambah, ada sebuah survei yang menunjukkan laporan pada beberapa pasien pasca serangan jantung yang mengalami sakit di rahangnya menjelang terjadinya serangan jantung.

Patut dicurigai sebagai ciri sakit jantung apabila Anda kesulitan menelan saat makan, kemudian ketika menarik nafas panjang seringkali dada terasa nyeri hingga menjalar ke bahu, lengan atau rahang.

Bisa jadi ini berhubungan erat dengan kondisi jantung Anda. Jika kondisi seperti ini seringkali dialami, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Bila perlu, lakukan juga pemeriksaan tambahan misalnya dengan melakukan EKG atau rekam jantung untuk memastikan benar kondisi kesehatan jantung Anda.

6. Mudah Lelah

Mudah lelah menjadi indikasi atau gejala awal penyakit jantung yang dapat dengan mudah dikenali dan kebanyakan dialami oleh wanita. Ciri-cirinya dapat dikenali dengan melihat kebiasaan sederhana di kehidupan sehari-hari.

Apabila sebelumnya tidak pernah merasa lelah atau tertatih-tatih ketika melakukan aktivitas ringan seperti mencuci pakaian, menaiki tangga atau mengangkat barang-barang yang tidak terlalu berat. Namun perlahan merasa terbebani dan kelelahan melakukan itu semua, ada baiknya untuk segera melakukan pengecekan kesehatan jantung Anda.

Kelelahan yang sangat dan sulit dijelaskan, apalagi jika berlangsung berhari-hari merupakan suatu ketidakwajaran. Kondisi ini pun bukan hanya menunjukkan gejala sakit jantung saja, namun bisa menjadi gejala penyakit ganas lainnya seperti kanker.

7. Mendengkur

mendengkur bisa menjadi ciri-ciri sakit jantung

Mendengkur alias ngorok seringkali dikaitkan dengan kondisi seseorang yang sangat lelah. Lumrah memang, namun lain ceritanya apabila mendengkur ini terjadi setiap hari dengan suara yang keras. Dalam sebuah studi baru menunjukkan bahwa, mendengkur ternyata merupakan gejala awal penyakit jantung yang sedang mengintai kesehatan dan dapat membunuh penderitanya sewaktu-waktu apabila tidak segera diobati.

Dengkuran yang luar biasa keras dan terdengar seperti terengah-engah atau tersedak bisa menjadi tanda apnea tidur (sleep apnea). Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang membuat napas penderitanya terputus-putus bahkan berhenti sejenak ketika tidur. Saat itulah kadar oksigen dalam darah turun dan jantung pun terpaksa bekerja ekstra keras. Dalam jangka waktu lama jika tidak segera ditangani, kondisi ini mampu memicu terjadinya serangan jantung dan stroke.

Obesitas menjadi penyebab utama gangguan tidur yang sebagian besar dialami oleh kaum Adam ini. Mengapa? karena ketika obesitas, kolesterol atau lemak jahat dalam darah akan semakin menebal dan mempersempit pembuluh darah, alhasil membuat seseorang seringkali mendengkur saat tidur.

Jadi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur ini? Ya tidak ada cara lain, kecuali dengan menurunkan berat badan hingga mencapai berat ideal sembari melakukan terapi dengan menggunakan mesin CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) bila dirasa perlu.

8. Keringat Dingin

Berkeringat setelah melakukan aktivitas fisik atau karena cuaca yang panas memang biasa. Namun waspadalah jika yang muncul adalah keringat dingin! Karena menandakan gangguan kesehatan yang cukup berbahaya seperti sakit jantung.

Jangan pernah menunda-nunda untuk pergi ke dokter apabila mendapati keringat dingin yang disertai detak jantung tidak teratur, nyeri di dada yang menjalar hingga ke bahu, lengan, rahang dan tenggorokan. Hampir dipastikan ini merupakan salah satu gejala sakit jantung dan merupakan kondisi darurat yang mengancam nyawa.

9. Batuk Terus-Menerus

Pastilah banyak yang bertanya hubungan antara batuk dan penyakit jantung? Ya, sekilas memang keduanya seperti tidak saling berkaitan. Batuk erat hubungannya dengan organ pernafasan seperti paru-paru, sedangkan penyakit jantung sudah jelas merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Namun, sadarkah Anda bahwa jantung dan paru-paru merupakan organ yang saling berkaitan? Jadi pantaslah bila ada hubungan antara batuk dan penyakit jantung.

Jantung memasok darah yang terdeoksigenasi ke paru-paru untuk kemudian dibawa oleh pembuluh darah ke seluruh tubuh. Ketika kemampuan jantung dalam memompa darah terganggu akibat infeksi atau penyakit, maka otomatis suplai oksigen ke paru-paru pun ikut terganggu. Akhirnya, jaringan atau kantung udara di dalam paru-paru yang mestinya berisi oksigen malah justru dipenuhi oleh cairan, sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah edema paru.

Jadi, apabila Anda mengalami batuk kronis atau terus menerus disertai dengan dahak putih atau merah muda, berhati-hatilah bisa jadi itu pertanda gagal jantung. Tak ada yang lebih baik yang bisa Anda lakukan kecuali segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

10. Pembengkakan di Kaki

Jangan salah ya, gejala sakit jantung ternyata ditandai juga dengan pembengkakan pada pergelangan dan telapak kaki. Pembengkakan kaki atau dalam bahasa medis disebut dengan edema tungkai ini tentu saja akibat dari menurunnya fungsi jantung yang tidak dapat memompa darah seperti seharusnya. Ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan cukup cepat, maka darah akan menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan.

Waspadai jika mengalami pembengkakan di kaki yang dibarengi dengan beberapa gejala sakit jantung seperti diatas.

11. Detak Jantung Tak Beraturan

Ketika seseorang sedang gugup atau sedang amat sangat bersemangat, wajar rasanya bila tiba-tiba detak jantungnya berdegup lebih cepat. Kadangkala juga kondisi ini menjadi pertanda tubuh, apabila seseorang terlalu banyak mengonsumsi kafein atau kurang tidur.

Namun yang ditakutkan, jika detak jantung tak beraturan ini menandakan suatu kondisi yang disebut dengan fibriliasi atrium (AF) yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah, gagal jantung dan stroke.

Cermati apabila Anda sering mengalami gejala jantung berdebar-debar yang berlangsung cukup lama tanpa alasan yang jelas. Tak menutup kemungkinan, kondisi ini merupakan gejala sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa Anda!

Akhirnya, kita sampai pada sebuah kesimpulan yang mestinya dapat menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Ingat, kesehatan yang Tuhan anugerahkan tak ternilai harganya. Syukuri dan perlakukan tubuh kita sebaik mungkin dengan teratur berolahraga dan hindari gaya hidup buruk, seperti konsumsi makanan cepat saji berlebih, merokok, minum minuman keras dan begadang terus tanpa arti.

Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa mengalami satu atau beberapa gejala sakit jantung di atas.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer