Ciri-ciri Tekanan Darah Tinggi yang Sering Tak Disadari

Salah satu aspek berbahaya dari tekanan darah tinggi yaitu seringkali tak disadari keberadaannya. Bahkan, hampir sepertiga penderitanya tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki darah tinggi sebelum akhirnya melakukan pemeriksaan. Padahal jika dibiarkan, penyakit hipertensi berpotensi menyebabkan stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit serius lainnya.

Itulah mengapa, begitu penting mengetahui ciri-ciri tekanan darah tinggi, untuk kemudian menjalani pola hidup sehat dan pengobatan yang diperlukan. Pertanyaannya sekarang, apakah hanya dengan mengamati ciri-ciri dan gejalanya sudah cukup untuk memastikan tekanan darah tinggi?

Jika kita mencari daftar gejala atau ciri-ciri tekanan darah tinggi (hipertensi), maka sudah pasti tidak akan kita dapati gejala atau ciri-ciri yang spesifik. Bahkan pada umumnya, terutama yang masih ringan, hipertensi tidak menimbulkan keluhan apapun. Itulah mengapa penyakit ini disebut sebagai “silent killer”.

ciri-ciri tekanan darah tinggi

Lakukan cek tensi secara rutin, disamping memperhatikan ciri-ciri tekanan darah tinggi.

Meskipun begitu ada sejumlah gejala yang patut kita curigai sebagai ciri-ciri tekanan darah tinggi sehingga perlu kita waspadai dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Apa sajakah gejala yang dimaksud?

Berikut sejumlah gejala yang patut dicurigai sebagai ciri-ciri tekanan darah tinggi:

  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Pusing.
  • Sesak napas.

Berat ringannya gejala tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya penyakit, serta kondisi medis yang mendasari seseorang terkena hipertensi tersebut.  Jika kondisinya parah, maka gejala tekanan darah tinggi yang dialami dapat berupa:

  • Sakit kepala parah.
  • Keletihan atau kebingungan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit dada.
  • Sulit bernafas.
  • Detak jantung tak teratur.
  • Darah dalam urin.
  • Rasa tekanan pada dada dan leher.
  • Serangan stroke.

Ciri-ciri tekanan darah tinggi di atas terjadi ketika sudah mempengaruhi jantung, otak, dan mata. Sedangkan apabila sudah sampai mengganggu fungsi ginjal, maka dapat menyebabkan retensi cairan (edema), seperti pembengkakan kaki, penumpukan cairan di paru-paru, bahkan menyebabkan gagal ginjal.

Ingat! Kita tidak dapat mengandalkan gejala dan ciri-cirinya saja, karena sebagian besar hipertensi tidak menimbulkan gejala. Cara terbaik mengetahui tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan cek tekanan darah secara rutin.

Untungnya, bila tekanan darah tinggi terdeteksi sejak dini, diobati, dan dipantau selalu, maka akibat berbahaya dari tekanan darah tinggi bisa dihindari.

Bagi Anda yang belum pernah mengetahui tekanan darahnya dalam waktu setahun terakhir, sedangkan Anda berisiko dan mengalami gejala di atas, maka segeralah lakukan pemeriksaan.

Seseorang dikatakan berisiko ketika memiliki berat badan berlebih (obesitas), merokok, jarang gerak atau olahraga, mengonsumsi makanan tinggi garam, stres, minum minuman beralkohol, atau ada riwayat hipertensi dalam keluarga.

Waspadai Gejala Tekanan Darah Tinggi Darurat!

Kondisi darurat terjadi ketika tekanan darah tiba-tiba melonjak tinggi dan menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan bahkan mengancam nyawa sehingga harus segera ditangani. Kondisi ini disebut sebagai krisis hipertensi.

Krisis hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistol mencapai 180 atau lebih, atau tekanan diastol 110 ke atas (baca: Tekanan Darah Normal, Tinggi, Rendah). Tapi ingat, jangan terkecoh dengan hasil pemeriksaan, jika Anda memeriksa tekanan darah sendiri dan mendapatkan hasil yang tinggi, tunggulah beberapa menit dan kemudian periksa kembali untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan yang pertama.

Disamping tekanan darah yang begitu tinggi, gejala lain dari krisis hipertensi meliputi:

  • Sakit kepala parah.
  • Kecemasan parah.
  • Sesak napas.
  • Mimisan.

Siapapun yang memiliki tekanan darah 180/110 atau lebih, terlebih mengalami ciri-ciri dan gejala di atas, jangan tunggu lam-lama, segeralah mencari pertolongan medis.

Krisis hipertensi darurat dapat menyebabkan komplikasi parah, termasuk penumpukan cairan di paru-paru, pembengkakan atau pendarahan otak, robekan di arteri utama jantung, stroke, atau kejang pada wanita hamil dengan eklampsia.

Apa ciri-ciri tekanan darah tinggi pada wanita hamil?

Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi bisa terjadi selama kehamilan. Penyebabnya bisa jadi akibat sejumlah faktor, seperti obesitas, riwayat keluarga, hamil di usia 40 tahun ke atas, hamil anak kembar, atau baru hamil pertama kali.

Ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil hampir sama dengan gejala pada umumnya, namun jika darah tinggi berlanjut setelah 20 minggu kehamilan, komplikasi seperti preeklamsia dapat terjadi. Preeklamsia dapat menyebabkan kerusakan pada organ dan otak, yang dapat menyebabkan kejang fatal.

Tanda dan gejala preeklampsia meliptui proteinuria (protein dalam urin), sakit kepala konstan, dan pembengkakan pada tangan dan kaki yang berlebihan. Kondisi ini pun dapat menyebabkan bayi lahir prematur, plasenta terlepas, atau memerlukan kelahiran sesar.

Penting! Ibu hamil wajib selalu cek tekanan darah sesuai jadwal pemeriksaan kehamilan.

 

DISKUSI TERKAIT