Ciri-ciri Terkena Racun Sianida dan Obat Penawarnya

Beberapa tahun belakangan, masih segar di ingatan kita akan kehebohan racun sianida yang seketika itu menjadi topik pembicaraan populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tak lain karena kaitannya dengan kematian seorang wanita yang diduga telah diracuni oleh sianida dari kopi yang diminumnya.

Lantas apa itu sianida, bagaimana kita dapat mengenali ciri-ciri seseorang yang terkena racun sianida dan adakah obat penawarnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Sianida?

Sianida merupakan senyawa kimia yang tersusun oleh atom karbon (C) dan nitrogen (N). Sianida memiliki sifat racun yang sangat kuat, cepat dan mematikan. Hal ini dibuktikan pada penggunaannya sebagai senjata kimia untuk pertama kalinya dalam Perang Dunia I.

ciri-ciri racun sianida

Meski tergolong mematikan, sebenarnya sianida ini biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada asap rokok dan knalpot kendaraan serta pada beberapa jenis makanan seperti bayam, rebung, kacang almond dan singkong pahit dalam kadar rendah.

Sianida memiliki wujud yang beragam yakni berupa gas , padat dan cair. Hidrogen sianida (HCN) merupakan gas yang tidak berwarna dan memiliki bau bagai kacang almond pahit. Natrium sianida (NaCN) dan kalium sianida (KCN) merupakan jenis sianida padat yang berwujud sebagai kristal putih yang larut air. Sedangkan dalam bentuk cairan, sianida dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik.

Bagaimana Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Racun Sianida?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa sianida biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada asap rokok dan beberapa jenis makanan. Namun karena kadarnya rendah, maka tidak begitu membahayakan sebab tubuh dapat mengubahnya menjadi tiosianat yang kemudian diekskresikan ke dalam urin.

Selain itu, di dalam tubuh, sianida dalam kadar rendah dapat berkumpul bersama bahan kimia lain dan membentuk vitamin B12 yang berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah.

Ketika tubuh telah terpapar sianida dalam kadar yang cukup tinggi, maka tubuh tak mampu lagi untuk mengubah sianida menjadi tiosianat. Disamping itu, kadar sianida yang tinggi di dalam tubuh juga akan merusak kerja enzim cytochrome-x-oxidase yang berfungsi untuk mengikat oksigen guna memenuhi kebutuhan pernapasan bagi sel-sel tubuh. Kondisi ini pun pada akhirnya berdampak pada kematian sel-sel tubuh.

Jantung dan otak menjadi dua organ yang mengalami kematian tercepat, mengingat keduanya merupakan organ tubuh yang paling banyak membutuhkan oksigen guna menjalankan fungsinya.

Adapun gejala awal keracunan sianida diantaranya seperti sesak napas, sakit kepala, perubahan perilaku (menjadi cemas dan gelisah), tubuh melemah dan banyak mengeluarkan keringat, warna kulit kemerahan hingga mengalami vertigo.

Bila tidak segera ditangani atau terpapar sianida dalam jumlah tinggi secara langsung, maka korban dapat mengalami kerusakan saraf optik dan retina, kebutaan, mulut berbusa terkadang disertai darah, aritmia, kejang-kejang, gagal napas hingga gagal jantung akibat terhentinya fungsi sistem pernapasan atau anoreksia pada jaringan.

Adakah Obat Penawar Racun Sianida?

Langkah pertama dalam menangani kasus keracunan sianida yakni dengan memastikan terlebih dahulu sianida yang masuk ke dalam tubuh. Apakah karena terhirup, tertelan atau terserap kulit.

Jika akibat terhirup atau terserap kulit maka segera beralih dari titik paparan menuju ruang terbuka dengan udara segar. Kemudian lepaskan pakaian dan masukkan ke dalam kantong plastik atau tas yang di tutup rapat. Pada kasus keracunan sianida akibat tertelan, maka pertolongan pertama yang dapat dilakukan yakni dengan meminum air putih atau air susu guna menetralkan sianida yang tertelan.

Langkah selanjutnya yakni dengan bersegera mungkin ke rumah sakit agar dapat ditangani oleh tenaga medis profesional. Biasanya korban akan langsung diberikan oksigen dan dua antidot (natrium nitrit dan natrium tiosulfat) guna menghentikan efek racun sianida. Bantuan hidup dasar seperti resusitasi jantung paru juga akan diberikan sesaat setelah korban sampai di rumah sakit.

Obat penawar atau  anti-racun sianida seperti sodium thiosulfate merupakan obat yang paling ampuh dalam mengatasi keracunan sianida. Namun sayangnya, obat ini tidak selalu tersedia di kebanyakan rumah sakit di Indonesia.

Mengingat akan bahayanya yang teramat mematikan, maka sudah sepatutnya pengawasan dan pembatasan terhadap penggunaan bahan kimia seperti sianida harus benar-benar ditingkatkan. Di samping itu, sebagai individu, hendaknya kita menanamkan sifat waspada dan kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan atau minuman di luar rumah.

Apabila tercium bau yang mencurigakan, segera jauhi makanan atau minuman tersebut. Jika terlanjur dikonsumsi, muntahkan segera dan perbanyaklah konsumsi air putih atau susu. Apabila merasakan gejala seperti pusing atau mual, maka bersegeralah menuju ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan medis lebih lanjut.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer