10 Ciri dan Gejala Kanker Tenggorokan (Penjelasan Lengkap)

Bahaya kanker tenggorokan yang mematikan dapat diminimalisir ketika penderitanya mengetahui gejalanya dari awal dan melakukan tindakan tepat. Untuk itu, ketahuilah ciri-ciri dan gejala kanker tenggorokan sebelum kanker berkembang pesat dan sulit ditangani.

Memang tidak mudah mengidentifikasi setiap tanda dan gejala kanker tenggorokan, namun ketika kita mencurigainya, maka inilah saat yang tepat melakukan pemeriksaan. Terlebih saat ini sudah tersedia berbagai jenis pemeriksaan modern yang dapat mendeteksi keberadaan kanker.

Kanker tenggorokan mengacu pada tumor ganas atau kanker yang berkembang di faring, kotak suara (laring) ataupun amandel. Mengingat bagian-bagian ini berperan penting dalam proses bersuara, bernafas, dan menelan makanan, maka ciri-ciri dan gejala kanker tenggorokan tidak jauh-jauh dari gangguan fungsi bagian-bagian tersebut.

gejala kanker tenggorokan

Beberapa tanda dan gejala umum kanker tenggorokan meliputi:

  • Batuk
  • Perubahan suara, seperti suara serak atau suara terdengar tidak jelas
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernafas
  • Mengorok
  • Sakit telinga
  • Sakit tenggorokan
  • Benjolan atau sakit yang tidak sembuh
  • Perdarahan dari hidung atau mulut
  • Penurunan berat badan

Secara lebih rinci, berikut penjelasannya.

Inilah 10 ciri-ciri dan gejala kanker tenggorokan:

1. Batuk

Ketika daerah tenggorokan mengalami proses neoplasma alias pembentukan jaringan baru yang abnormal, maka akan diikuti dengan rasa ketidaknyamanan. Perlendiran meningkat, diperparah dengan reaksi iritasi yang membuat penderitanya merasa ingin batuk.

Batuk menandakan adanya sesuatu yang tidak beres pada tenggorokan. Memang keluhan ini banyak sekali penyebabnya, seperti iritasi akibat debu, asap, atau mungkin akibat infeksi virus ataupun bakteri.

Namun ciri khas batuk pada kanker tenggorokan adalah batuk yang tak kunjung sembuh, disertai penurunan berat badan, batuk berdarah, dan disertai gejala kanker tenggorokan lain yang mendukung.

2. Sakit tenggorokan

Hal ini terjadi akibat proses peradangan yang tak kunjung berhenti. Mengingat jaringan yang mengalami kanker bersifat rapuh, mudah berdarah dan mengalami infeksi.

3. Suara Berubah (Serak)

Perubahan yang sering terjadi berupa suara serak. Hal ini terjadi ketika kanker mengenai laring (pita suara). Jadi, kapan pun suara Anda berubah dan berlangsung lebih dari tiga minggu, maka sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT.

4. Benjolan di leher 

Jika kanker tenggorokan telah menyebar ke salah satu kelenjar getah bening di leher, maka tanda yang dapat diamati berupa benjolan di leher. Terlebih ketika tanda ini dibarengi dengan gejala kanker tenggorokan lainnya.

5. Masalah pernafasan

Suara nafas yang bising seperti ngorok (stridor) dapat terjadi jika pembukaan antar pita suara dipersempit oleh kanker laring. Hal ini juga dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor pada faring ataupun tonsil. Baca juga: 10 Cara Efektif Menghilangkan Ngorok Saat Tidur

6. Kesulitan menelan

Tumor pada tenggorokan yang berukuran besar dapat mempersempit pembukaan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan dalam menelan. Bahkan aliran makanan dapat tersumbat atau kembali naik.

7. Sakit telinga

Terkadang rasa sakit di tenggorokan bisa dirasakan di telinga. Ini disebut sebagai nyeri alih (referred pain), akibat jalur saraf yang sama atau berdekatan. Jadi ketika telinga terasa sakit, penting juga untuk memeriksa kondisi tenggorokan serta mengatasi gejala kanker tenggorokan lainnya.

8. Kesulitan bernafas

Kanker laring yang mempengaruhi pergerakan pita suara atau kanker yang sangat luas dapat menyebabkan kesulitan bernafas. Jika saluran nafas benar-benar tertutup, maka satu-satunya jalan adalah membuat lubang di leher bagian depan yang menembus sampai pada saluran nafas di bawah sumbatan.

9. Perdarahan dari hidung dan mulut

Jaringan tenggorokan yang sudah berubah menjadi kanker memiliki sifat yang rapuh dan mudah berdarah. Oleh sebab itu, keluhan perdarah dari hidung atau mulut yang sering terjadi harus diwaspadai sebagai ciri atau gejala kanker tenggorokan.

10. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan adalah gejala umum kanker, tidak hanya pada kanker tenggorokan. Hal ini terjadi karena sel-sel kanker menghasilkan zat kimia yang menyebabkan penurunan nafsu makan, peningkatan suhu tubuh, dan penurunan berat badan.

Ingat, satu persatu gejala kanker tenggorokan di atas memang dapat disebabkan oleh penyakit lain non-kanker. Oleh sebab itu, kapan pun ada keluhan di atas sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya dengan tepat sehingga tindakan tepat dapat dilakukan.

Untuk memeriksa kanker tenggorokan, dokterakan melakukan laringoskopi langsung atau tidak langsung. Dari laringoskopi, dokter dapat melihat dengan jelas bagian dalam tenggorokan Anda. Jika tes ini menunjukkan kelainan, selanjutnya dokter akan mengambil sampel jaringan dari tenggorokan Anda (biopsi) untuk dilakukan pengujian.

Beberapa jenis biopsi yang dilakukan diantaranya:

  • Biopsi konvensional. Jaringan sampel diambil melalui sayatan atau pemotongan. Biopsi jenis ini dilakukan di ruang operasi dengan anestesi umum.
  • Aspirasi jarum halus (FNA): Dokter memasukkan jarum kecil langsung ke tumor untuk mengambil sedikit sel sampel.
  • Biopsi endoskopi: Dokter memasukkan selang tipis melalui mulut atau hidung untuk memeriksa sekaligus mengambil sampel jaringan melalui sayatan dengan alat tersebut.

Jika hasilnya positif kanker tenggorokan, maka pemeriksaan berlanjut untuk mendeteksi sejauh mana penyebaran kanker. Modalitas pemeriksaan yang diperlukan seperti rongsen, CT scan, dan MRI.

Selanjutnya, dokter akan menentukan stadium kanker dan menerapkan terapi yang sesuai dengan stadium kankernya.

Selain itu, lakukan hal-hal berikut ini untuk meminimalisir keparahan atau mencegah kanker tenggorokan apabila hasilnya negatif:

  • Berhenti merokok atau jangan mulai merokok
  • Minum alkohol hanya secukupnya, atau tidak sama sekali. Wanita maksimal 1 gelas perhari, pria 2 gelas perhari.
  • Pilihlah makanan sehat dari buah dan sayuran. Vitamin dan antioksidan dalam buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker tenggorokan. Terutama berbagai buah dan sayuran berwarna.
  • Lindungi diri dari HPV. Beberapa kanker tenggorokan diduga disebabkan oleh infeksi menular seksual yang disebabkan human papillomavirus (HPV). Kurangi risikonya dengan menggunakan kondom serta membatasi jumlah ‘pasangan’. Pertimbangkan pula vaksin HPV, yang tersedia untuk anak laki-laki, anak perempuan, dan usia produktif.

Kenali gejalanya, obati sesuai stadiumnya, mudah-mudahan terhindar dari bahayanya.

Lihat sumber
Baca juga