15 Ciri-ciri dan Gejala Miom Rahim yang Mudah Dikenali

Satu lagi penyakit yang banyak ditakuti oleh kaum hawa, miom atau mioma uteri. Sayangnya, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap miom di rahimnya lantaran gejala miom yang sulit dikenali atau bahkan tidak menimbulkan gejala apapun pada tahap awal.

Bagi Anda yang sering mengalami nyeri haid, menstruasi dengan darah yang berlebihan atau lebih lama dari biasanya, merasakan ketidaknyamanan pada perut bagian bawah, maka harus hati-hati. Bisa jadi itu merupakan gejala miom, selengkapnya mari kita kupas satu persatu secara lebih mendetil mengenai ciri-ciri dan gejala tumor rahim ini.

ciri-ciri dan gejala miom

aneka macam tumor rahim, salah satunya miom (fibroid)

Sebenarnya apa itu miom?

Miom adalah istilah masyarakat kita untuk kondisi medis yang disebut fibroid (uterine fibroid) atau mioma uteri, ini merupakan tumor jinak (non-kanker) yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim. Secara medis juga dikenal sebagai leiomioma yang artinya tumor jinak pada otot polos, yaitu otot-otot yang membentuk dinding rahim.

Mioma atau miom berarti tumor jinak pada otot rahim. Otot-otot rahim di suatu area tertentu dalam rahim menjadi tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali hingga berukuran besar, terbentuklah benjolan-benjolan atau tumor.

Fibroid ini memang tergolong penyakit populer pada wanita, karena telah mempengaruhi sekitar 20% wanita subur. Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, namun wanita yang berusia di atas 30 tahun, kelebihan berat badan atau obesitas, atau belum pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih tinggi.

Apa saja Gejala Miom pada Wanita?

Seperti sifat umum tumor, mioma juga berkembang dari yang awalnya berukuran kecil menjadi membesar secara perlahan. Ketika ukurannya masih kecil, maka gejala miom bisa dibilang samar atau bahkan tidak ada. Namun ketika tumor berkembang menjadi besar, maka gejalanya akan lebih jelas, dapat dirasakan dan diamati.

Kebanyakan wanita yang memiliki miom rahim hanya mengalami gejala ringan atau tidak sama sekali, pada kondisi ini tidak diperlukan perawatan.

Bagi beberapa wanita, gejala miom rahim begitu berat terasa dan menjadi masalah. Nyeri dan perdarahan berat saat menstruasi adalah gejala yang paling umum. Dalam beberapa kasus, miom juga dapat menyebabkan wanita sulit hamil.

Berat ringannya gejala dipengaruhi oleh letak tumbuhnya fibroid dalam rahim, ukuran, dan jumlahnya.

Kenali Gejala Miom Secara Umum

Ketika seorang wanita memiliki miom di rahimnya, maka ciri-ciri dan gejala umum yang dapat muncul diantaranya:

  1. Pendarahan berat saat menstruasi.
  2. Menstruasi lebih lama.
  3. Nyeri haid.
  4. Nyeri perut, panggul, atau punggung bagian bawah.
  5. Perut terasa tertekan.
  6. Perut bagian bawah terlihat membuncit seperti hamil.
  7. Rasa sakit saat ‘hubungan’.
  8. Dorongan sering buang air kecil.
  9. Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
  10. Konstipasi.

Simak penjelasan lebih mendalam di bawah ini.

Perdarahan Menstruasi yang berlebihan

Perdarahan menstruasi yang berlebihan adalah salah satu gejala miom rahim yang paling umum. Jika Anda perhatikan, pembalut wanita akan cepat penuh dan Anda harus sering-sering menggantinya, bahkan sampai bocor ke keluar. Jika Anda masih sulit membedakan, coba perhatikan, jika ada gumpalan darah di pembalut wanita, maka itu pertanda Anda mengalami perdarahan menstruasi yang berlebihan.

Menstruasi Lebih Lama

Selain ditandai dengan banyaknya darah yang keluar, miom juga menyebabkan durasi menstruasi memanjang. Jika normalnya seorang wanita haid 3-6 hari, maka pada mioma bisa sampai 10 hari atau lebih.

Perdarahan uterus abnormal yang berkepanjangan dapat menimbulkan resiko serius dari waktu ke waktu. Jika kondisi ini tidak ditangani, maka bisa menyebabkan kelelahan dan anemia akibat kekurangan sel darah merah. Jika Hb sudah sangat rendah, maka mau tidak mau harus menjalani perawatan dengan transfusi darah.

Rasa Nyeri dan Tekanan

Saat miom rahim terus tumbuh, maka dapat memberi tekanan tambahan pada organ sekitarnya, yang bisa sangat menyakitkan. Pertumbuhan fibroid ini dapat menyebabkan nyeri perut bagian bawah yang konsisten, serta pembesaran perut yang kadang keliru disangka akibat penambahan berat badan atau kehamilan.

Jika Anda mengalami nyeri panggul dan rasa tekanan, maka untuk memastikan apakah itu gejala miom, diperlukan pemeriksaan ginekologi secara menyeluruh. Nyeri dan tekanan panggul tidak hanya ditentukan oleh ukuran miom, tetapi juga lokasinya di dalam rahim.

Nyeri Haid dan Saat Berhubungan

Salah satu gejala miom adalah nyeri haid atau rasa sakit saat datang bulan. Kondisi ini tentu saja tidak hanya terjadi pada miom saja, tetapi gangguan lain dalam rahim seperti adenomiosis dan endometriosis bisa menyebabkannya. Celakanya, kedua kondisi rahim ini juga bisa terjadi berbarengan dengan miom.

Adenomyosis terjadi ketika jaringan permukaan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh masuk ke dalam lapisan tengah dinding rahim. Sedangkan Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium ditemukan di luar rahim, misalnya pada tuba falopi. Semua kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Baca juga: 10 Penyebab Nyeri Haid yang Tak Boleh Dianggap Remeh

Gangguan Perkemihan dan Konstipasi

Salah satu organ yang paling banyak terkena dampak dari pertumbuhan tumor miom dalam rahim adalah kandung kemih. Tidak heran, karena posisi kandung kemih memang berada tepat di depan rahim.

Ketika rahim membesar akibat miom, maka akan menimbulkan tekanan pada kantung air seni ini. Sebagai akibatnya, maka timbullah gejala miom yang berupa inkontinensia urin, atau hilangnya kontrol kandung kemih (pipis tak terasa), serta dorongan untuk sering buang air kecil. Hal ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, tapi juga bisa menjadi penghalang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Simak juga: Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Tidak hanya kandung kemih, usus besar juga merasakan tekanan akibat terus membesarkan miom rahim. Ketika ini terjadi, maka muncullah gejala konstipasi dan / atau kembung. Tentu rasa kembung dan konstipasi ini menjadi gejala miom yang seringkali tak terduga.

Cermati pula kondisi lain yang mungkin mirip:

Gejala dan ciri-ciri miom rahim lainnya:

  1. Infertilitas. Terkadang, fibroid membuat wanita sulit hamil.
  2. Abrupsio plasenta.
  3. Persalinan prematur .
  4. Penyumbatan ginjal berikut ureter (jarang).
  5. Flek atau spotting sebelum atau sesudah menstruasi.

Ketika Anda mengalami gejala di atas apa yang harus dilakukan?

Jika salah satu atau beberapa gejala di atas dialami oleh seorang wanita, maka langkah terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter kandungan. Langkah ini penting untuk memastikan penyebabnya, karena ada banyak kondisi rahim yang memiliki gejala mirip dengan miom, seperti endometriosis, atau bahkan kanker serviks. Baca: 18 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim)

Terlebih dulu dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, riwayat medis atau penyakit-penyakit terdahulu, serta melakukan pemeriksaan fisik. Tidak cukup sampai disini, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan, yang bertujuan mengetahui ukuran, jumlah, dan letak miom dalam rahim.

Pemeriksaan penunjang yang dimaksud meliputi:

  • USG atau ultrasound pelvis. Dilakukan untuk melihat keberadaan, lokasi dan ukuran miom.
  • Histerogram. Dilakukan untuk melihat lebih detil lokasi dan jumlah miom.
  • Pemeriksaan darah lengkap (DL) untuk memeriksa anemia.
  • Laparoskopi. Digunakan untuk mencari dan menemukan fibroid pada permukaan luar rahim sebelum diangkat ( miomektomi ).
  • Histeroskopi. Prosedur yang memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam rahim.

Jika Anda menderita sakit parah, pendarahan, atau tekanan panggul atau mengalami keguguran berulang atau masalah saat hamil , mungkin Anda akan memiliki tes lain untuk mencari kemungkinan penyebab gejala lainnya. Dua contoh penyebab yang mungkin adalah endometriosis dan penyakit radang panggul (PID) .

Selain menentukan penyebab pasti atau diagnosis, pemeriksaan di atas akan membantu dokter dalam merencanakan tindakan terapi yang tepat, misalnya operasi miom.

Gejala Miom Serius yang Harus Diwaspadai

Meskipun jarang, miom pada rahim bisa menyebabkan gejala yang mengancam nyawa. Oleh sebab itu, ketika mengalami gejala miom yang serius seperti dibawah ini, segeralah mencari perawatan medis:

  • Pendarahan begitu hebat.
  • Nyeri parah pada perut, panggul, atau punggung bawah.
  • Kebingungan atau kehilangan kesadaran meskipun hanya sesaat.
  • Kesulitan bernafas atau sesak nafas.
  • Pusing atau pingsan.
  • Kulit pucat dan kaki tangan teraba dingin.
  • Detak jantung cepat (takikardia).

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer