5 Fakta Penting Penyakit Leukemia yang Perlu Anda Tahu

Mengetahui berbagai fakta seputar leukemia menjadi salah satu tindakan konkret yang dapat mengantarkan kita pada tingkat kewaspadaan dan pemahaman lebih dalam akan penyakit leukemia yang mematikan.

fakta penyakit leukemia

Hingga saat ini, leukemia masih menjadi salah satu penyakit dengan mortalitas yang cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan turut berperan sebagai salah satu faktor yang melatarbelakanginya. Dimana sebagian besar dari para penderitanya lambat menyadari, sehingga kedatangannya ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut.

Di Indonesia sendiri, leukemia menduduki peringkat pertama sebagai jenis kanker yang paling mengancam anak-anak. Alasan pasti sel-sel ganas tersebut gemar berkembang biak di tubuh-tubuh kecil itupun belum dapat diketahui. Entah itu berasal dari faktor genetik, paparan bahan kimia atau bahan pengawet pada makanan, infeksi virus atau apapun itu tak ada yang dapat memastikan.

Untuk lebih membuka wawasan akan seluk beluk penyakit ini, ketahuilah secara singkat berbagai fakta penting seputar leukemia berikut ini. Mulai dari awal mula, jenis, gejala hingga berbagai faktor risiko yang melatarbelakanginya.

Beragam fakta penting seputar leukemia yang perlu dipahami

1. Berawal Dari Sel Darah Putih

Leukemia bermula dari kelainan sel darah putih yang diproduksi oleh sel punca hematopoitik pada sumsum tulang. Oleh karena itu, leukemia sering disebut juga dengan kanker darah putih. Karena beredar dalam aliran darah, sel-sel darah putih yang ganas tersebut dapat menyebar ke berbagai organ tubuh seperti otak, hati, limpa dan tulang.

2. Ada Berbagai Jenis Leukemia

Secara garis besar, terdapat 4 jenis leukemia yang dikategorikan berdasarkan jenis sel darah putih yang diserang dan onsetnya. Pertama leukemia limfositik akut (acute lymphocytic leukemia, ALL) yang paling sering menyerang anak-anak di bawah 15 tahun. Kedua, leukemia mielogen akut (acute myelogenous leukemia, AML) yang paling sering menyebabkan leukostasis dan mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah.

Ketiga, leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia, CLL)  yang merupakan jenis leukemia langka dan lebih sering terjadi pada orang dewasa lebih tua, yakni di atas 55 tahun. Terakhir adalah leukemia mielogen kronis (chronic myelogenous leukemia, CML) yang lebih banyak dialami oleh orang dewasa usia pertengahan dan kurang diketahui secara pasti faktor risiko penyebabnya.

3. Survival Rate 5 Tahun untuk Leukemia Semakin Membaik

Menurut Leukemia & Lymphoma Society, tingkat kelangsungan hidup penderita leukemia telah meningkat 4 kali lipat sejak 1960. Dari yang mulanya 14% pada awal 1960-an, menjadi sekitar 60% selama periode waktu 2004 hingga 2010.

4. Gejala Leukemia Tergantung pada Jenis dan Stadiumnya

Masing-masing jenis leukemia mungkin memiliki perbedaan pada gejalanya. Ada yang berlangsung dengan begitu cepat atau berjalan secara lambat dan bertahap. Namun umumnya meliputi, kelelahan, pusing, sesak napas, demam, sering berkeringat di malam hari, cenderung mudah memar, nyeri di persendian atau tulang, perdarahan di gusi, mimisan dan perut bengkak.

Lebih detail silahkan simak: Mengenal Gejala Leukemia (Kanker Darah Putih) Sesuai Jenisnya

5. Usia Dapat Menjadi Faktor Risiko Leukemia

Pada satu jenis leukemia, anak-anak di bawah usia 15 tahun lebih berisiko mengalami leukemia dengan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan jenis kanker lain yang kerap menyerang anak-anak. Namun pada jenis leukemia lainnya, orang dewasalah yang justru lebih berisiko mengalami leukemia.

Di samping itu, jenis kelamin pun turut menentukan. Dimana pria berisiko lebih tinggi mengalami leukemia dibandingkan wanita. Pun dengan tingkat kematian yang juga lebih tinggi, yakni sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan tingkat kematian korban wanita.

Lebih lengkap silahkan baca: Faktor Risiko Penyebab Leukemia

Itulah beberapa fakta penting seputar leukemia yang dapat dipahami. Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas layanan kesehatan bila menduga adanya gejala leukemia yang dialami oleh tubuh.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga