Faktor Risiko Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Mengetahui beragam faktor risiko kanker kulit begitu penting sebagai sebuah bentuk kesadaran dan kewaspadaan agar lebih berhati-hati dalam memperlakukan kulit, terutamanya saat berhadapan dengan sinar matahari.

faktor risiko kanker kulit

Kanker kulit adalah suatu penyakit yang terjadi akibat adanya mutasi pada DNA sel-sel kulit sehingga menjadi liar dan tak terkendali bahkan tak jarang dapat bermetastasis ke bagian tubuh lain. Secara umum, kanker kulit dapat dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe terbanyak, yakni melanoma, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Biasanya kanker kulit berkembang di daerah kulit yang paling sering terpapar sinar matahari seperti wajah, kulit kepala, leher, dada dan lengan. Meski tak menutup kemungkinan dapat pula menyerang area kulit yang tak terkena sinar matahari langsung seperti telapak tangan, telapak kaki bahkan daerah genital.

Meski setiap individu berpeluang mengalami kanker kulit, namun ada beragam faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker kulit. Diantaranya seperti pemilik warna kulit cerah, para pekerja outdoor, gemar berjemur dan beragam faktor risiko lain seperti yang dijelaskan berikut.

Waspadai beragam faktor risiko kanker kulit berikut ini!

1. Memiliki Warna Kulit Cerah

Seseorang dengan warna kulit cerah memiliki risiko lebih besar terkena kanker kulit lantaran hanya memiliki sedikit pigmen pelindung sinar UV, yakni melanin. Terlebih pada mereka dengan kulit cerah yang berbintik-bintik disertai dengan rambut pirang dan warna mata terang seperti pada orang albino ataupun bule.

Kendati demikian, bukan berarti seseorang yang berkulit gelap dapat terbebas dari serangan kanker kulit, kemungkinan itu tetap saja ada. Jadi, terlepas dari warna maupun jenis kulit, kewaspadaan tetap harus dijaga. Di samping itu, bersikaplah proaktif bila saja menemukan benjolan atau lesi mencurigakan di bagian kulit manapun.

2. Para Pekerja Outdoor

Sudah jamak diketahui bahwa para pekerja lapangan atau yang berada di luar ruangan lebih berisiko mengidap kanker kulit. Mengingat interaksi mereka pada sinar matahari yang begitu intim.

Menariknya, mereka yang berprofesi sebagai pilot dan awak pesawat yang secara kasat mata nampak bekerja indoor, ternyata memiliki risiko kanker kulit yang sama besarnya. Hal ini terkait dengan peningkatan paparan sinar UV dan radiasi kosmik yang berhubungan dengan ketinggian. Dimana kaca/jendela pesawat tak cukup kuat untuk menahannya.

Beberapa jenis pekerjaan lain seperti para pekerja di industri logam, tambang, konstruksi dan lainnya yang kerap terpapar bahan kimia pun tak luput dari tingginya risiko akan kanker kulit.

3. Gemar Ber-Tanning

Kegemaran ber-tanning ria baik itu dengan berjemur di bawah sinar matahari maupun dengan menggunakan sunbeds atau tanning bed menjadi faktor risiko kanker kulit yang juga harus diwaspadai. Alih-alih mendapatkan kulit coklat eksotis, keranjingan tanning justru dapat berakibat pada timbulnya kanker kulit.

4. Memiliki Banyak Tahi Lalat

Keberadaan tahi lalat di beberapa bagian tubuh memang normal adanya. Bahkan dapat memberi kesan menawan bila saja berada di tempat yang tepat. Namun waspadai bila jumlahnya terlalu banyak, bukan tidak mungkin tahi lalat tersebut dapat berkembang menjadi kanker kulit.

Perbedaan tahi lalat normal dengan yang abnormal (nevi displastik ) dapat dilihat dari ukuran, bentuk maupun warnanya. Ukuran tahi lalat abnormal umumnya lebih dari 6 mm dengan bentuk yang asimetris disertai pinggiran yang berlekuk-lekuk dan warna yang bervariasi. Tidak berwarna seragam, hitam atau coklat saja seperti pada tahi lalat normal.

Akan semakin mempertegas ciri-ciri kanker kulit bila saja tahi lalat tersebut membesar dari waktu ke waktu, terasa gatal/sakit atau disertai dengan timbulnya lesi kulit berbentuk kasar, bersisik dan berwarna coklat tua atau kemerahan.

5. Riwayat Keluarga

Risiko terserang kanker kulit lebih besar kemungkinannya terjadi pada mereka dengan riwayat keluarga serupa. Bahkan sekitar 10% dari semua penderita kanker kulit nyatanya memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

Kondisi ini bisa jadi ditenggarai oleh kebiasaan dari keluarga tersebut yang gemar berjemur, perubahan gen tertentu (mutasi) yang berjalan dalam keluarga atau gabungan dari berbagai faktor lainnya.

6. Hidup dengan Sistem Imun yang Lemah

Faktor risiko kanker kulit lainnya terkait erat dengan lemahnya sistem imun. Contoh kasus ini dapat ditemukan pada pasien yang melakukan transplantansi organ, penderita infeksi HIV/AIDS dan orang-orang dengan kondisi kulit tertentu seperti solar keratosis (actinic keratosis) dan xeroderma pigmentosum.

7. Menjalani Terapi Radiasi

Seseorang yang menjalani terapi radiasi baik untuk pengobatan kanker atau kondisi kulit seperti jerawat parah, eksim dan psoriasis lebih berisiko mengalami kanker kulit non melanoma, terutama karsinoma sel basal (basal cell carcinoma, BCC).

Upaya pencegahan nyata terhadap kanker kulit

Untuk melindungi diri dari ancaman kanker kulit yang berbahaya, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Sebisa mungkin hindari sengatan matahari langsung, terlebih pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.
  2. Sekalipun harus bepergian atau beraktivitas di bawah teriknya sinar matahari, gunakanlah selalu tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 15.
  3. Kenakan baju dan celana panjang serta topi sebagai perlindungan tambahan di kala harus berhadapan dengan teriknya sinar matahari.
  4. Waspadai penggunaan dari beberapa jenis obat-obatan yang dapat membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari.
  5. Jauhi penggunaan krim maupun produk kecantikan yang tak jelas kandungan juga keamanannya.

Terakhir, perhatikan selalu setiap perubahan yang terjadi pada kulit. Bila menemui adanya tahi lalat yang abnormal atau lesi kulit yang mencurigakan di bagian tubuh manapun, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini akan
meningkatkan peluang keberhasilan dari pengobatan yang dilakukan.

Lihat sumber