Faringitis : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Faringitis adalah peradangan pada daerah faring atau tenggorokan. Kebanyakan orang menyebut keluhan ini sebagai “sakit tenggorokan”, “radang tenggorokan” atau sore throat. Daerah faring sendiri terletak di dalam rongga mulut, meliputi sepertiga dari pangkal lidah, bagian lunak dari langit-langit mulut, dan sepasang organ tonsil (amandel) yang masing-masing terletak disebelah kiri dan kanan rongga mulut.

Mengenal Penyakit Faringitis Lebih Dalam

Untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit ini dengan lebih baik, maka diperlukan pengetahuan mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan faringitis. Selengkapnya simak penjelasan berikut ini.

faringitis radang tenggorokan

Faktor resiko dan Penyebab Faringitis

Sering terpapar dengan cuaca dingin dan terserang flu, dapat meningkatkan resiko terjadinya faringitis. Di negara 4 musim, angka kejadian faringitis meningkat pada musim dingin dan awal musim semi. Sering mengkonsumsi makan tidak sehat dan mengandung bahan-bahan yang tidak sehat; seperti MSG (micin), zat pewarna buatan, pemanis buatan, dan pengawet juga bisa meningkatkan risiko radang tenggorokan.

Penyakit faringitis dapat murni terjadi peradangan hanya di daerah faring, atau dapat juga merupakan gejala penyerta dari penyakit infeksi lain. Sebagai contoh influenza dan infeksi virus herpes simpleks pada mulut dapat menyebabkan faringitis juga.

Peradangan ini paling sering disebabkan oleh adanya infeksi, namun dapat juga disebabkan oleh iritasi bahan tertentu, paparan terhadap allergen atau racun, trauma, bahkan keganasan. Infeksi yang terjadi biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri (terutama Group A Streptococci, disingkat GAS). Adapun virus yang dapat menyebabkan terjadinya faringitis antara lain : virus measles, adenovirus, virus chickenpox, dan croup.

Virus dapat menyebar melalui udara atau percikan air liur pada saat batuk dan bersin. Pada saat orang yang terkena faringitis mengusap daerah mulut dan idung menggunakan tangan, maka virus yang terdapat di air liur dan ingus tersebut akan tetap menempel di tangan penderita. Akan mudah menular ke orang lain melalui jabat tangan atau mengkontaminasi benda-benda yang disentuh.

Apa Saja Gejala Faringitis?

Pada orang sehat, faringitis ringan dapat timbul tanpa gejala sama sekali dan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus hampir tidak pernah menimbulkan komplikasi penyakit lain yang serius. Beda halnya dengan faringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus, apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan pada ginjal glomerulonephritis dan juga demam rematik.

Gejala faringitis sangat bervariasi tergantung dari penyebabnya, mirip dengan keluhan batuk pilek. Gejala faringitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sulit dibedakan.

Salah satu gejala yang paling sering menyebabkan pasien radang tenggorokan mengunjungi dokter adalah nyeri menelan.

Gejala faringitis lainnya meliputi:

  • batuk kering
  • demam
  • nyeri kepala
  • lemas
  • menggigil
  • bersin-bersin
  • hidung berair (pilek)

Faringitis berbeda dengan laringitis. Hal utama yang membedakan adalah pada laryngitis terjadi peradangan pada pita suara di daerah laryng sehingga timbul keluhan suara serak; sedangkan pada faringitis pita suara tidak terganggu sehingga suara masih tetap normal. Bisa saja faringitis dan laryngitis terjadi secara bersamaan.

Hampir sebagian besar faringitis juga sering disertai dengan tonsillitis, yaitu peradangan pada daerah tonsil karena lokasinya yang berdekatan. Dimana tonsil akan tampak membesar dan merah, pada peradangan yang lebih berat dapat timbul nanah. Tonsil yang membesar ini juga dapat menghalangi jalan masuknya makanan ke dalam keringkongan, sehingga pasien mengeluhkan sulit menelan.

Penengakkan Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis faringitis, dokter akan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik, jika diperlukan baru dilakukan pemeriksaan penunjang. Anamnesis akan mencari informasi mengenai keluhan pasien, riwayat perjalanan penyakit, dan juga kemungkinan faktor resiko. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa rongga mulut untuk melihat ada tidaknya bercak-bercak putih, kemerahan, atau bengkak. Kelenjar getah bening di daerah leher akan diraba untuk mengetahui adanya pembengkakan atau tidak. Selain itu telinga dan hidung juga diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya penularan infeksi dari daerah tersebut.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan laboratorium darah, untuk mengetahui ada tidaknya infeksi. Pada kasus tertentu (walapun jarang) dapat dilakukan kultur di daerah faring, dimana lendir (mucus) di daerah faring diambil menggunakan kassa, kemudian diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya infeksi bakteri streptococcus.

Pengobatan dan Pencegahan

Infeksi virus lebih sering terjadi dibandingkan infeksi bakteri, dan dapat sembuh sendiri dengan menjaga daya tahan tubuh. Pemberian antibiotik tidak efektif untuk mengobati infeksi virus, antibiotik diberikan apabila infeksi disebabkan oleh bakteri. Obat kortikosteroid juga diberikan untuk mengurangi proses peradangan dan mengurangi bengkak. Vitamin diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu dapat diberikan obat-obatan simptomatis yang dapat mengurangi keluhan, seperti obat penurun panas, obat batuk, obat penghilang nyeri.

Pasien dapat melakukan beberapa langkah sendiri untuk mengurangi keluhan faringitis, diantaranya :

  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Makan makanan yang berkuah dan hangat
  • Berkumur dengan air garam (1 sendok teh garam dicampur dengan 200 ml air hangat)
  • Menggunakan pelembab udara
  • Banyak istirahat sampai daya tahan tubuh benar-benar pulih.

Untuk mencegah terjadinya faringitis dan mencegah penularan terhadap orang lain, maka pola hidup bersih dan higenies perlu ditingkatkan, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :

  • Hindari penggunaan alat makan dan minum secara bergantian tanpa dicuci
  • Hindari paparan yang terlalu sering dengan orang yang sedang menderita faringitis
  • Menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan pada saat batuk dan bersin
  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah batuk
  • Apabila tidak ada sabun , dapat membersihkan tangan menggunakan hand-sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Berhenti merokok
  • Hindari paparan asap rokok, asap kendaraan, dan polusi udara.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer