Filariasis : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Filariasis adalah penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh infeksi parasit jenis filariae, yang termasuk dalam golongan helminth atau cacing. Berdasarkan lokasi tempat hidupnya pada manusia, maka filariae ada yang dapat hidup pada kulit, sistem limfatik, atau rongga tubuh. Pada kesempatan ini yang kita bahas adalah filariasis limfatik.

Ada 3 jenis cacing atau filariae yang yang dapat menyebabkan filariasis limfatik yaitu Wuchereria bancrofti (paling sering terjadi, sekitar 90% dari kasus filariasis), Brugia malayi, dan Brugia timori.

filariasis

Filarasis limfatik disebut juga elephantiasis atau “kaki gajah”, merupakan penyakit yang sering terjadi dan diabaikan di daerah tropis. Negara yang banyak terdapat infeksi filariae seperti Afrika, Asia Tenggara, India, dan kepulauan Pasifik. Infeksi filariae dapat sangat memberikan dampak ekonomi dan kehidupan social di daerah-daerah endemis. Baik pria maupun wanita memiliki resiko yang sama besarnya untuk terinfeksi filariasis. Tergantung aktivitas dan budaya masing-masing daerah, maka pada suatu tempat dapat dijumpai penderita filariasis pria atau wanita yang terkadang lebih dominan satu diantaranya.

Penyebab Terjadinya Filariasis atau Kaki Gajah

Filariasis limfatik dapat terjadi karena parasit mengganggu fungsi sistem limfatik dan menyebabkan pembesaran beberapa organ tubuh, selain itu parasit juga dapat mengganggu fungsi ginjal dan sistem imun tubuh.

Infeksi filaria merupakan suatu jenis penyakit infeksi yang penularannya disebarkan oleh gigitan nyamuk. Penyakit ini tidak menular melalui kontak langsung, hubungan seksual ataupun makanan. Oleh karena itu, tinggal serumah dengan orang yang menderita filariasis merupakan hal yang aman dan tidak menular secara langsung. Hanya saja beresiko tertular karena tinggal di lingkungan yang sama, karena kemungkinan digigit oleh nyamuk yang sama.

Infeksi terjadi ketika parasit filariae masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. Parasit masuk ke dalam sistem limfatik tubuh dan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Di dalam tubuh, parasit ini dapat bertahan hidup selama 6 – 8 tahun dan terus menerus memproduksi jutaan filaria kecil yang bersirkulasi di dalam darah. Ketika nyamuk menggigit manusia, maka darah yang mengandung filaria kecil tersebut ikut masuk ke dalam tubuh nyamuk dan berkembang menjadi filaria dewasa. Dan apabila nyamuk yang mengandung filariae dewasa ini kembali menggigit manusia maka filariae dewasa itu akan bersikulasi di dalam pembuluh darah dan menyerang sistem limfatik.

Lebih lanjut, silahkan baca: Penyebab Penyakit Kaki Gajah dan Cara Mencegahnya

Tanda dan Gejala Filariasis “Kaki Gajah”

Gejala-gejala filariasis biasaanya baru ditemukan pada orang-orang yang sudah dewasa, karena sesuai dengan perkembangan filariae menjadi dewasa membutuhkan waktu beberapa tahun. Pada awal terjadinya infeksi pada organ limfatik, biasanya tanpa menimbulkan gejala sama sekali. Namun dapat juga menimbulkan gejala akut atau kronis. Pada infeksi yang akut biasanya peradangan yang terjadi masih bersifat lokal, yaitu daerah kulit, kelenjar getah bening lokal, dan sistem limfatik di sekitar lokasi infeksi. Kulit menjadi kemerahan, bengkak, terdapat papul-papul, penebalan kulit dan gatal. Pada infeksi akut juga dapat disertai demam.

Pada tahap yang lebih lanjut atau kronis, dapat terjadi lymphoedema (baca limfedema) atau pembengkakan jaringan akibat sumbatan pembuluh getah bening (limfe), elephantiasis (penebalan kulit atau jaringan), dan juga hydrocele (baca hidrokel) atau pembengkakan daerah scrotum pada pria.

Selain menyerang organ genitalia dan kaki, filariasis juga dapat terjadi di payudara. Pembengkakan terjadi karena adanya sumbatan pada sistem limfatik, sehingga terjadi penumpukan cairan di sekitar lokasi yang tersumbat. Secara fisik, pasien yang menderita filariasis limfatik cukup sehat, hanya saja kesulitan beraktivitas karena salah satu kaki membesar dan dijauhi oleh lingkungan sosial.

Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi parasite, maka dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya filariae, seperti pemeriksaan laboratorium terhadap darah, air kencing, kulit, atau bahkan pada mata.

Langkah Pengobatan dan Pencegahan

Gangguan yang disebabkan oleh filariasis limfatik ini bersifat menetap dan sulit disembuhkan apabila sudah menimbulkan komplikasi kronis. Pada tahap awal, apabila diketahui seseorang memiliki filaria di dalam darah maka dapat segera diobati sebelum menimbulkan gejala lebih lanjut. Akan tetapi apabila sudah timbul keluhan kaki gajah, maka sudah sulit untuk dipulihkan ke kondisi semula. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi filariasis adalah mencegah penyebaran filariasis di daerah-daerah endemis dan mencegah disabilitas penderitanya.

Pencegahan penyebaran filariasis dapat dilakukan dengan cara mencegah terjadinya infeksi. Tindakan yang dilakukan adalah dengan cara memberikan obat anti-parasit satu kali dalam setahun selama 4 – 6 tahun (sesuai dengan siklus hidup filariae kecil yang terdapat di dalam darah) kepada orang-orang yang tinggal di daerah endemis filariasis. Pencegahan ini berskala besar dan harus dibantu oleh pemerintah agar menjadi efektif. Obat-obatan anti-parasit ini dapat secara efektif mengurangi jumlah filariae kecil yang beredar di dalam darah, sehingga mengurangi resiko terjadinya penyebaran melalui gigitan nyamuk.

Untuk mengatasi masalah disabilitas pada pasien yang sudah terlanjur terkena filariasis, maka harus dilakukan tindakan untuk mencegah terjadinya kecacatan atau ketidakmampuuan beraktivitas. Harus melibatkan seluruh elemen kesehatan dan masyarakat sekitar. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan tindakan operasi untuk mengatasi masalah pembengkakan pada scrotum dan juga melatih keterampilan fisik agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat secara pribadi untuk mencegah terjadinya filariasis adalah dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan menjaga kebersihan kulit. Hindari gigitan nyamuk dengan memberantas jentik-jentik nyamuk, memasang kelambu, atau menggunakan obat anti-nyamuk.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer