Fungsi Pankreas, Letak, dan Penyakit yang Terjadi

Pankreas adalah organ yang terletak di perut yang merupakan bagian dari sistem pencernaan dan menghasilkan enzim serta hormon penting yang membantu memecah makanan. Fungsi pankreas terbagi menjadi dua fungsi utama yaitu fungsi endokrin; menghasilkan beberapa hormon, dan fungsi eksokrin; menghasilkan enzim pencernaan.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang pankreas manusia, termasuk seperti apakah pankreas itu, fungsi pankreas dan juga resiko kesehatan apa saja yang akan terjadi apabila terdapat gangguan pada pankreas. Simak terus artikel kami berikut!

Dimana letak pankreas dan bentuknya seperti apa?

Pankreas memiliki panjang 6 sampai 10 inci (18 sampai 25 cm), terletak di belakang lambung di bagian belakang perut. Bentuknya agak seperti ikan yang melintang horisontal di dinding posterior abdomen. Kepalanya (caput) merupakan bagian terbesar dan terletak terletak pada sisi kanan perut dimana lambung terhubung pada bagian awal usus 12 jari (duodenum). Di sinilah lambung mengosongkan sebagian makanan yang dicerna ke dalam duodenum dan chyme (baca: kimus, makanan semicair yang telah dicerna oleh lambung yang kemudian dikeluarkan dari lambung ke dalam duodenum) bercampur dengan sekresi dari pankreas di dalam lengkungan duodenum.

fungsi pankreas, bentuk, letak

gambar bagian-bagian dan letak pankreas

Sedangkan bagian ekor atau badan pankreas merupakan bagian tersempit yang letaknya di sisi kiri perut di samping limpa. Ada saluran yang membentang di sepanjang pankreas, dan diikuti oleh beberapa cabang kecil dari jaringan kelenjar. Ujung saluran ini terhubung ke saluran serupa yang berasal dari hati, yang mengantarkan empedu ke duodenum. Sakresi pankreas beserta cairan empedu pada akhirnya bertemu dengan chyme untuk kemudian terjadilah proses pencernaan makanan secara enzimatik.

Ada dua jenis jaringan utama di pankreas yaitu jaringan eksokrin dan jaringan endokrin. Sebagian besarnya (sekitar 95%) adalah jaringan eksokrin yang menghasilkan enzim pankreas untuk membantu pencernaan. Pankreas yang sehat menghasilkan sekitar 1 liter enzim ini setiap hari.

Sisanya terdiri dari ratusan ribu sel endokrin yang dikenal sebagai pulau Langerhans yang menghasilkan hormon penting yang mengatur sekresi pankreas dan mengendalikan gula darah, hormon insulin dan glukagon.

Apa fungsi pankreas?

Pankreas yang sehat akan menghasilkan cairan/enzim yang tepat pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang tepat agar bisa mencerna makanan yang kita makan dengan benar. Secara garis besar ada dua fungsi utama kelenjar pankreas, yaitu fungsi endokrin dan eksokrin.

Fungsi Pankreas sebagai Kelenjar Eksokrin

Setelah makanan memasuki duodenum, jaringan eksokrin mengeluarkan beberapa enzim yang akan memecah makanan menjadi molekul-molekul kecil yang dapat diserap oleh usus. Enzim ini antara lain:

  • Tripsin dan chymotrypsin untuk memecah protein.
  • Amilase untuk memecah karbohidrat
  • Lipase untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan kolesterol.

Enzim-enzim pankreas ini dilepaskan ke dalam sistem saluran yang berujung pada duktus pankreas utama. Saluran pankreas bergabung dengan saluran empedu untuk membentuk Ampula Vater yang terletak di bagian pertama usus 12 jari (duodenum). Saluran empedu berasal dari hati dan kantong empedu dan menghasilkan jus pencernaan penting lainnya yang disebut cairan empedu.

Fungsi Pankreas sebagai Kelenjar Endokrin

Bagian endokrin pankreas atau pulau Langerhans, terdiri dari beberapa sel yang mengeluarkan hormon langsung ke aliran darah. Insulin adalah hormon yang disekresi oleh sel beta pankreas sebagai respons terhadap kenaikan gula darah. Hormon ini juga akan memindahkan glukosa dari darah untuk masuk ke otot dan jaringan lain sehingga dapat digunakan sebagai energi. Selain itu, insulin juga membantu hati menyerap glukosa, menyimpannya sebagai glikogen yang akan dibutuhkan tubuh ketika stres atau ketika berolahraga.

Glukagon adalah hormon yang disekresikan oleh sel alpha pankreas apabila terjadi penurunan gula darah. Fungsi utamanya untuk memecah glikogen menjadi glukosa di hati. Glukosa ini kemudian masuk ke aliran darah untuk mengembalikannya ke kadar normal.

Masalah yang berhubungan dengan Fungsi pankreas

Pankreas yang gagal menghasilkan enzim pencernaan dapat menyebabkan penurunan berat badan dan diare karena makanan yang kurang diserap. Selain itu pulau Langerhans yang bertanggung jawab untuk mengatur glukosa darah, jika mengalami gangguan maka tidak akan menghasilkan cukup insulin. Efeknya, kadar glukosa darah naik dan meningkatkan resiko terkena diabetes.

1. Pankreatitis

Pankreatitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pankreas akut dan kronis. Peradangan bisa terjadi jika saluran utama dari pankreas tersumbat oleh batu empedu atau tumor. Penyumbatan ini menyebabkan jus pankreas terakumulasi di organ ini, sehingga dapat merusak pankreas. Pankreatitis juga dikenal sebagai komplikasi yang berhubungan dengan gondok, penggunaan alkohol, steroid, trauma, dan obat-obatan.

Meskipun pankreatitis akut jarang terjadi, namun Anda harus mengenali beberapa gejalanya. Seperti sakit perut yang hebat, nyeri perut disertai pembengkakan, mual dan muntah, demam, dan nyeri otot. Pankreatitis biasanya diobati dulu dengan obat penghilang rasa sakit dan untuk sementara pasien akan berhenti mengonsumsi/menelan makanan padat. Sebagai gantinya akan mendapatkan cairan dan makanan dengan cara intravena.

Bila pankreatitis akut terus berulang maka akan menyebabkan kerusakan permanen pada organ, kondisi ini disebut pankreatitis kronis. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum dari pankreatitis kronis, dan kebanyakan menyerang pria paruh baya. Gejala yang ditunjukkan seperti nyeri persisten di perut bagian atas dan punggung, penurunan berat badan, diare, diabetes, dan ikterus ringan.

2. Kanker pankreas

Kanker juga bisa berkembang di pankreas dan seringkali dokter kesulitan untuk mengetahui penyebab pastinya. Namun, kanker pankreas ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau minum-minuman keras. Ada juga faktor risiko lainnya seperti diabetes, pankreatitis kronis, masalah hati, dan infeksi perut. Kanker pankreas juga lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Biasanya gejala kanker pankreas tidak muncul sampai pada tahap kanker stadium lanjut, sehingga seringkali si penderita terlambat untuk mengobatinya. Kondisinya antara lain:

  • Nyeri di perut bagian atas karena tumor yang menekan saraf.
  • Ikterus (penyakit kuning) – Menguningnya kulit dan mata tanpa rasa sakit dan air urine berwarna gelap.
  • Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.
  • Penurunan berat badan yang signifikan dan badan terasa amat sangat lemas.
  • Tinja acholic (tinja berwarna seperti tanah liat) dan steatorrhea (kelebihan lemak dalam tinja).

Mengobati kanker pankreas itu sulit, dan prognosisnya (prediksi kemungkinan dan akhir suatu penyakit) cenderung buruk. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan operasi, kemoterapi, radiasi, atau kombinasi diantaranya. Perawatannya pun seringkali berfokus untuk mengurangi rasa sakit.

Pola makan yang sehat dan seimbang, serta menghindari merokok dan minum-minuman keras akan membantu menjaga pankreas tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer