Gangguan Pendengaran Akibat Kemoterapi

Harapan hidup dan kualitas hidup penderita kanker semakin membaik berkat terobosan modern dalam pengobatan, termasuk menggunakan obat-obatan kemoterapi. Namun hal ini harus selalu dipantau, apalagi ada beberapa efek samping kemoterapi yang tidak bisa dianggap sepele, misalnya saja ganggun pendengaran atau tuli.

Obat-obatan kemoterapi ada yang memiliki efek ototoksik sehingga meracuni sel-sel yang pendengaran yang terletak di telinga bagian dalam. Lantas, jika sudah terlanjur mengalami gangguan pendengaran akibat kemoterapi apakah bisa pulih kembali?

gangguan pendengaran akibat kemoterapi

Seberapa umum gangguan pendengaran akibat kemoterapi?

Sayangnya ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab, sulit untuk memperkirakan berapa banyak orang yang menderita gangguan pendengaran akibat pengobatan kemoterapi. Menurut University of Arizona Cancer Center,

“Gangguan pendengaran telah menjadi salah satu efek samping terapi kanker yang paling lazim. Faktanya, gangguan pendengaran adalah salah satu efek samping yang paling tidak dilaporkan, namun berpotensi menghancurkan, yang dialami oleh banyak pasien kemoterapi. “

Di indonesia sendiri penulis juga belum menemukan data mengenai prevalensi terjadinya gangguan dengar atau tuli akibat kemoterapi.

Mengapa saya bisa mengalami gangguan pendengaran dari kemo?

Alasan utama mengapa terjadi gangguan pendengaran adalah efek samping dari obat kemoterapi tertentu seperti cisplatin dan carboplatin. Obat kemo ini termasuk jenis obat baru yang terbukti sukses menyelamatkan banyak nyawa dari kanker.

Sayangnya, obat-obatan ini bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam. Kerusakan itu dimulai pada frekuensi pendengaran yang tinggi pada awalnya. Sedangkan dalam percakapan sehari-sehari umumnya kita mendengar pada frekuensi yang lebih rendah, karena alasan inilah, pasien kemoterapi seringkali tidak menyadari bahwa telah terjadi gangguan pendengaran pada dirinya.

Seiring perawatan kanker dengan obat kemo berlanjut, gangguan pendengaran bisa menjadi lebih buruk, lebih nyata dan bisa terjadi tinnitus atau telinga berdenging.

Apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir gangguan pendengaran akibat kemo?

Anda harus menjalani tes pendengaran sebelum memulai perawatan kemoterapi. Hasil pemeriksaan awal ini akan menjadi acuan yang dapat digunakan untuk menentukan apakah pendengaran Anda menjadi lebih buruk selama dan setelah pengobatan kemo.

Setelah tes pendengaran awal ini, Anda harus menjalani tes pendengaran secara rutin selama perawatan. Dengan demikian fungsi pendengaran akan terus terpantau. Ketika obat kemoterapi nyata-nyata menyebabkan ketulian, maka dokter akan segera memberikan alternatif kemoterapi yang lebih aman.

Efek mengerikan dari obat kemo terhadap telinga dikenal dengan ototoksisitas (ototoxicity). Ototoxicity tidak seperti gangguan pendengaran pada umumnya, gangguan pendengaran ototoxicity dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat berkisar dari gangguan pendengaran ringan atau tinnitus hingga menyebabkan ketulian permanen.

Apakah pengobatan untuk ototoxicity?

Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa mengembalikan fungsi pendengaran akibat gangguan pendengaran yang disebabkan oleh ototoxicity, namun ada beberapa cara untuk mengurangi gejalanya.

Bagi yang terganggu pendengarannya akibat kemoterapi, maka alat bantu dengar bisa menjadi solusinya. Menghentikan penggunaan obat kemoterapi tidak menjamin bisa mengembalikan pendengaran.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer