Kenali Gejala Awal HIV Sebelum Menjadi AIDS

Seseorang yang terinfeksi HIV belum tentu akan mengidap AIDS bila saja ia mengetahui gejala awalnya sejak dini dan segera melakukan pengobatan. Lantas, apa saja gejala awal HIV yang dapat dikenali? Berikut penjelasan selengkapnya.

Berbagai gejala awal HIV yang dapat dikenali

HIV merupakan suatu jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel CD-4. Virus ini paling sering ditularkan melalui kontak seksual (baik vaginal maupun anal) dan berbagi jarum suntik dengan seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya.

Infeksi HIV sendiri terbagi dalam 3 tahap, yakni tahap awal yang disebut juga dengan infeksi akut, tahap kedua atau periode laten asimtomatik/klinis dan tahap akhir yang dikenal dengan sebutan AIDS (acquired immuno deficiency syndrome).

gejala awal HIV

Meski belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan, namun saat ini telah tersedia pengobatan yang mampu menghambat replikasi HIV di dalam tubuh. Penderitanya pun dapat hidup dan beraktivitas normal layaknya orang sehat melalui terapi antiretroviral (ART).

Akan tetapi, pengobatan tersebut hanya efektif bila infeksinya dideteksi sejak dini. Karena itu, curigai jika mendapati beberapa gejala awal HIV seperti yang akan dijelaskan berikut, pastikan dengan pemeriksaan dan segera lakukan pengobatan apabila hasilnya positif.

Berikut gejala awal HIV yang harus Anda waspadai:

1. Demam

Pada tahap awal HIV atau disebut juga dengan sindrom retroviral, penderitanya kerap mengalami demam disertai dengan gejala lain seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan.

Kondisi ini terjadi lantaran pada tahap awal, virus HIV mulai bergerak ke aliran darah dan bereplikasi dalam jumlah besar, sehingga memicu respons alami tubuh berupa demam dan gejala ringan lainnya.

2. Sakit Tenggorokan dan Batuk Kering

Sakit tenggorokan dan batuk kering yang mengindikasikan adanya HIV dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Cukup sulit disembuhkan sekalipun penderitanya telah menggunakan antibiotik dan inhaler.

Baca: 8 Penyebab Sakit Tenggorokan dan Tips Mengatasinya

3. Kelelahan dan Sakit Kepala

Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem imun tubuh guna melawan serangan virus HIV dapat menyebabkan penderitanya merasa lesu juga kelelahan. Berjalan dengan bahu terkulai dan seperti kehabisan napas. Tak jarang disertai pula dengan sakit kepala.

4. Kelenjar Getah Bening Bengkak, Nyeri Otot juga Sendi

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem imun yang membantu menyingkirkan bakteri maupun virus dari dalam tubuh. Ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak – terutama pada bagian ketiak, selangkangan dan leher yang tak jarang disertai dengan nyeri otot juga sendi.

Baca: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening : Penyebab dan Pengobatan

5. Ruam pada Kulit

Kehadiran ruam pada kulit menjadi salah satu gejala awal HIV yang paling banyak dialami oleh penderitanya. Munculnya ruam akibat HIV ini biasanya disertai dengan demam tinggi, kelelahan dan sakit tenggorokan.

Ruam tersebut bersifat maculopapular, artinya akan berbentuk bintil atau tonjolan-tonjolan kecil berwarna merah, hampir serupa dengan jerawat. Dapat muncul di seluruh tubuh atau dibatasi pada satu bidang saja seperti di dada.

6. Mual, Muntah dan Diare

Banyak orang mengalami masalah sistem pencernaan sebagai bagian dari gejala awal HIV. Namun, mual, muntah dan diare juga bisa muncul pada tahap infeksi selanjutnya, akibat infeksi oportunistik.

Penting untuk tetap terhidrasi jika mengalami gejala seperti ini. Diare yang tak henti-hentinya dan tak merespons pengobatan kemungkinan merupakan indikasi HIV.

7. Luka di Mulut

Munculnya luka atau sariawan di mulut bisa jadi merupakan gejala awal atau manifestasi klinis pada penderita HIV. Kondisi ini terjadi akibat virus maupun infeksi sekunder yang telah memengaruhi mukosa oral.

Biasanya ditandai dengan sariawan di sudut bibir atau bercak putih di lidah atau dasar mulut yang sulit disembuhkan disertai bau mulut yang cukup menyengat.

8. Keringat Malam

Banyak penderita HIV mengaku sering mengalami gejala berupa munculnya keringat berlebih di malam hari. Biasanya diawali di kepala, kemudian menjalar ke sekujur tubuh. Kondisi ini tidak terkait dengan suhu ruangan maupun aktvitas yang dilakukan, melainkan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Dengan serangkaian gejala awal HIV yang begitu luas dan menyerupai infeksi lain pada umumnya, maka sangat penting untuk melakukan tes HIV sedini mungkin bila merasa berisiko.

Untuk hasil yang akurat, biasanya tes HIV dilakukan pada minggu ke-4 setelah terpapar. Lebih lengkap silahkan baca : Memahami Masa Inkubasi HIV AIDS dan Window Period

Lihat sumber
Tags:,

DISKUSI TERKAIT