Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium yang Mudah Dikenali

Meski tak terasa pada tahap awalnya, namun mengenali setiap gejala atau ciri-ciri kista ovarium sangatlah penting. Jika dibiarkan tumbuh terus hingga membesar, kista pada indung telur ini bisa terpuntir atau bahkan pecah hingga menimbulkan bahaya serius.

Banyak pihak mengatakan kalau mayoritas perempuan yang masih haid pernah memiliki kista di dalam ovariumnya, ya paling tidak sekalilah selama seumur hidupnya. Kista ovarium adalah kantong kecil berisi cairan yang tumbuh di salah satu atau kedua indung telur.

Kista ovarium sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti kita dermoid dan endometrioma. Selain itu ada juga kista fungsional yang paling umum keberadaannya, 2 jenisnya yaitu kista folikel dan kista korpus luteum.

gejala dan ciri-ciri kista ovarium

Meski para ahli sendiri belum tahu mengapa perempuan tertentu memiliki kista, dan lainnya tidak, akan tetapi mereka berhasil mengidentifikasi penyebab munculnya kista. Beberapa faktor risikonya antara lain seperti:

  • Kebiasaan merokok.
  • Genetik – ada anggota keluarga lain yang (pernah) mengidap kanker ovarium, payudara, atau kolorektal.
  • Obesitas.
  • Belum pernah hamil.
  • Tidak menyusui.
  • Efek obat tertentu seperti obat kesuburan atau terapi pengganti hormon.

Lebih lanjut pelajari disini: Penyebab Penyakit Kista Ovarium pada Wanita

Faktanya, kebanyakan kista ovarium (jenis fungsional) memang tidak menimbulkan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, lain halnya dengan kista yang ukurannya lebih besar. Kista ini dapat menimbulkan sakit dan sensasi tidak nyaman.

Seorang perempuan mungkin juga baru sadar kalau memiliki kista ketika mengalami gejala kista ovarium yang berat karena pecah (kistanya pecah sehingga memicu pendarahan), atau torsi ovarium (indung telur terpelintir sehingga suplai darah ke area tersebut terhenti). Oleh karenanya waspadailah beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit kista yang akan kita bahas berikut. Bila sampai mengalaminya, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Ciri-ciri dan gejala kista ovarium yang harus diwaspadai:

1. Nyeri panggul

Nyeri di area panggul atau punggung bawah merupakan salah satu gejala dan ciri-ciri penyakit kista paling umum. Ketika ini terjadi, biasanya pertumbuhan kista ovarium telah menekan area sekitarnya sehingga menimbulkan nyeri yang sifatnya cukup intens.

Penderita mungkin merasakan nyeri pinggul di pertengahan siklus haid. Padahal tidaklah lumrah bagi perempuan merasakan nyeri panggul akibat haid atau salah cerna ketika menstruasi datang.

Selain itu, jika kistanya masih utuh, maka rasa sakit yang ditimbulkannya biasanya ringan saja. Namun begitu kistanya ruptur atau pecah, maka itu dapat menimbulkan nyeri yang menusuk di perut bagian bawah.

( ! ) Jadi bila nyeri panggul tak kunjung hilang bahkan semakin intens, segera temui dokter.

2. Perut Membesar

Membesarnya perut dapat terjadi karena timbunan lemak. Namun, bisa juga karena alasan lain, misalnya kista atau kanker ovarium. Kalau kista yang sedang bertumbuh menyita ruang di perut, maka ini dapat menyebabkan perut terasa ditekan dan penuh sehingga tampak bengkak dan menggembung. Nanti kalau kistanya sampai pecah, maka tekanannya akan hilang dan perut jadi kempis disertai gejala sakit luar biasa.

Sayangnya, karena perut bengkak juga bisa diakibatkan salah pencernaan atau makan terlalu banyak, maka kebanyakan wanita tak menganggapnya sebagai gejala serius. Patokan amannya, apabila keadaan perut yang membesar ini terus berlanjut hingga lebih dari 3 minggu, maka jangan tunda lagi untuk periksa ke dokter.

3. Rasa sakit saat bercinta

Karena tumbuhnya kista ovarium terjadi di bagian tubuh yang ‘padat’, maka tekanan yang dihasilkannya dapat menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat di area perut atau panggul. Akibatnya, ukuran kista yang semakin besar membuat penetrasi yang paling minim sekalipun, terasa luar biasa rasa sakitnya.

Hal yang perlu diwaspadai yaitu pada perempuan yang sudah menopause, karena gejala seperti ini juga bisa menjadi pertanda adanya kanker ovarium. Dalam hal ini, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk memastikannya.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

Gejala dan ciri-ciri penyakit kista lainnya adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil atau sering merasa kebelet. Hal ini tentu tak mengherankan karena membesarnya kista juga turut menekan kandung kemih sehingga mengurangi kapasitas penampungannya.

Saat kencing, penderitanya mungkin juga kesulitan mengosongkan kandung kemihnya sehingga rasanya buang air kecil tidak bisa tuntas. Meningkatnya frekuensi buang air kecil ini bisa jadi disertai (ataupun tidak) oleh rasa sakit dan sensasi terbakar.

5. Datang bulan tak seperti biasanya atau abnormal

Tiba-tiba mengalami datang bulan abnormal atau yang menyakitkan, yang membuat tubuh mengeluarkan banyak darah juga bisa jadi gejala dan ciri-ciri kista selanjutnya. Selain itu, timbul pula rasa sakit di area panggul sebelum atau sesudah haid.

Karena pendarahan hebat dapat memicu anemia, maka segera periksakan diri ke dokter. Untuk wanita yang sudah menopause, pendarahan dari vagina ini juga tak boleh dipandang enteng.

6. Rasa sakit saat BAB

Gejala dan ciri-ciri penyakit kista berikutnya adalah rasa sakit ketika BAB. Nyeri yang datangnya tiba-tiba tersebut terjadi karena besarnya kista menekan lambung, usus, dan saluran kemih. Bila sakit yang dirasa tak kunjung hilang, sering, dan datang tiba-tiba, maka lakukan pemeriksaan tanpa menunda lagi.

7. Mual atau muntah

Mual atau muntah saat hamil ternyata bukan karena morning sickness saja, namun bisa juga karena ada kista di/ dalam ovarium. Sayangnya, mual ini seringkali merupakan gejala kalau kista ovariumnya ruptur. Ini terjadi bila cairan dari kista masuk ke dalam perut, lalu mengiritasi lapisan dinding peritoneum sehingga menyebabkan radang.  Radang inilah yang kemudian menimbulkan sensasi mual. Dan bersamaan dengan mual, beberapa wanita juga mengalami muntah.

8. Pendarahan

Ketika darah atau sisa cairan dari kista yang pecah tadi masuk ke dalam perut, maka itu dapat keluar dari tubuh melalui vagina. Tapi karena kista biasanya lebih rawan pecah saat haid, maka kebanyakan perempuan menganggapnya sebagai darah menstruasi biasa.

Namun kalau pendarahan vagina disertai dengan nyeri panggul ekstrim, maka jangan anggap enteng keadaan ini. Segera konsultasikan itu ke dokter.

9. Payudara sensitif

Di samping mual dan muntah, penderita kista ovarium juga mengalami gejala payudara sensitif seperti ketika sedang hamil. Gejala kista ini dapat disertai dengan siklus haid yang tidak teratur.

Perubahan hormon dalam tubuh memang dapat menyebabkan munculnya kista ovarium maupun payudara sensitif. Jadi kalau mengalami gejala ini dan juga pertanda lainnya, maka jangan tunggu lama untuk periksa ke dokter.

10. Gangguan makan

Perempuan yang memiliki kista ovarium biasanya juga mengalami gangguan makan. Jika biasanya ia tidak mengalami masalah saat makan, maka hilangnya nafsu makan atau mudah kenyang padahal baru makan sedikit, bisa jadi pertanda adanya kista ovarium.

Alasan kenapa kista berukuran besar memengaruhi proses pencernaan adalah karena tidak tersedia lagi ruang yang cukup untuk menampung makanan, sehingga membuat nafsu makan menurun. Terlepas dari kista ovarium, gangguan makan ini juga bisa disebabkan penyakit yang lebih serius seperti kanker ovarium. Jika kondisi ini terus-menerus terjadi, maka bukan tidak mungkin kalau penderitanya mengalami penurunan berat badan dan mudah lelah.

Jadi supaya terhindar dari berbagai gejala dan ciri-ciri penyakit kista tadi, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ginekologik rutin sehingga kalau ada kista, maka itu bisa dideteksi dan diatasi sejak dini.

Inilah alasan kenapa ahli menyarankan Anda segera periksa ke dokter kalau mengalami perubahan dalam siklus haid, nyeri panggul progresif, berat badan turun drastis tanpa alasan jelas, hilang nafsu makan, atau perut yang terasa kenyang terus-menerus.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer