Gonore : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Gonore adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang terjadi pada saluran kemih pria (uretra) dan mulut rahim pada wanita. Uretritis gonore sering disalahartikan sebagai sifilis, padahal dalam bahasa indonesia penyakit ini disebut sebagai “raja singa” dengan gejala utamanya adalah keluar nanah dari saluran kencing (penis).

Gonore merupakan salah satu penyakit menular seksual yang banyak terjadi. Penularannya sangat mudah, paling sering melalui hubungan seksual (baik itu oral, anal, atau vaginal seks) dengan pasien Gonore; akan tetapi dapat juga ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh pasien Gonore dan penularan dari ibu yang terinfeksi Gonore ke bayinya. Resiko terjadinya Gonore meningkat pada orang-orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom atau memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya.

gonore sifilis

Bakteri Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri yang dapat hidup dan mudah berkembang biak di membran mukosa tubuh, daerah yang hangat dan lembab. Pada umumnya bakteri dapat ditemukan di mata,  rongga mulut, kerongkongan, anus, dan uretra (saluran tempat keluarnya air kencing); namun pada wanita, bakteri juga dapat ditemukan di cervix (mulut rahim), uterus (rahim), dan tuba fallopi.

Wanita hamil yang terinfeksi Gonore dapat melahirkan bayi premature atau abortus spontan. Penularan dari ibu ke bayi dapat terjadi karena pada saat dilahirkan, bayi melewati jalan lahir dari ibu dan terdapat kontak langsung dengan bakteri. Daerah tersering yang terpapar adalah mata, sehingga bayi menderita konjunctivitis gonore.

Ciri-Ciri Orang Terkena Gonore atau Raja Singa

Tidak semua orang yang terinfeksi Gonore akan mengalami gejala. Namun apabila gejala itu muncul, biasanya terjadi 2 – 10 hari setelah terpapar bakteri, ada juga yang mencapai sekitar 30 hari. Gejala-gejala yang dirasakan pada wanita dan pria berbeda. Hal yang perlu diingat adalah, walaupun pasien sudah terinfeksi, namun bisa saja tidak menimbulkan gejala apa-apa, celakanya dia sudah bisa menularkan ke orang lain.

Tanda dan gejala infeksi Gonore pada wanita :

  • Keluarnya lendir yang berwarna kuning kehijauan atau putih susu dari vagina
  • Nyeri tajam (seperti tertusuk-tusuk) pada perut bagian bawah atau sekitar daerah panggul
  • Pada saat buang air kecil terasa nyeri dan panas
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Perdarahan vagina yang abnormal diluar siklus menstruasi
  • Adanya bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual
  • Daerah vulva yang bengkak (terdapat vulvitis atau peradangan di daerah vulva)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher
  • Konjungtivitis, yaitu peradangan pada kelopak mata bagian dalam
  • Demam

Pada wanita, keluhan dari infeksi Gonore biasanya ringan sehingga tidak disadari. Keluarnya keputihan seringkali dianggap sebagai infeksi jamur dan melakukan pengobatan sendiri dengan menggunakan obat-obatan anti-jamur. Padahal, terjadinya keputihan dari vagina dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Tanda dan gejala dari infeksi Gonore pada pria :

  • Keluarnya lendir kuning kehijauan atau putih susu dari lubang penis
  • Ujung penis tampak kemerahan dan bengkak
  • Pada saat buang air kecil terasa nyeri dan panas
  • Frekuensi buang air kecil meningkat dan tidak dapat ditahan (baca: sering buang air kecil)
  • Tenggorokan terasa terbakar ada saat melakukan oral seks
  • Pembengkakan kelenjar getah benig di daerah leher
  • Nyeri pada testis atau bengkak

Pada pria, keluhan biasanya muncul 14 hari setelah infeksi.

Bagaimana memastikan diagnosis gonore?

Infeksi Gonore biasanya mudah ditegakkan dari anamnesis mengenai keluhan pasien dan perilaku pasien yang suka berganti-ganti pasangan seksual. Untuk menegakkann diagnosis pasti raja singa, dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium dari sampel lendir yang ada di uretra atau cervix atau pemeriksaan sampel urin untuk mengetahui ada tidaknya bakteri. Hasilnya biasa baru dapat diketahui setelah 3 hari kemudian.

Obat Gonore di Raja Singa

Untuk mengobati infeksi Gonore atau kencing nanah ini, dapat diberikan obat secara oral antibiotik atau dengan suntikan. Pengobatan tidak hanya diberikan pada pasien yang kontrol ke dokter, tetapi juga harus diberikan ke pasangan seksualnya untuk mencegah terjadinya infeksi berulang dan mencegah penyebaran infeksi bakteri lebih luas.

Apabila infeksi raja singa (bukan sifilis) tidak diterapi dengan baik, maka dapat menimbulkan komplikasi baik pada wanita maupun pada pria. Pada wanita, dapat menyebabkan peradangan di daerah panggul, yang dapat merusak organ-organ sistem reproduksi seperti tuba fallopi (saluran tempat keluarnya sel telur menuju ke uterus) bahkan dapat memicu terjadinya infertilitas atau kemandulan. Apabila terjadi proses kehamilan, maka infeksi Gonore beresiko menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik, yaitu kehamilan diluar rahim.

Sedangkan pada pria, infeksi Gonore yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan nanah pada ujung penis dan epididymitis  yaitu peradangan pada epididymis (saluran keluar dan tempat penyimpanan sperma), sehingga dapat mengganggu kualitas sperma dan menyebabkan infertilitas. Selain itu, Gonore juga dapat menyerang organ prostat dan membentuk jaringan parut di lumen uretra, sehingga mengganggu proses buang air kecil.

Infeksi bakteri penyebab juga dapat menyebar melalui aliran darah, sehingga baik wanita maupun pria dapat timbul keluhan artritis, kerusakan katup jantung, atau peradangan di otak atau sistem saraf pusat. Hal tersebut dapat bersifat fatal.

Pencegahan terbaik agar tidak terinfeksi Gonore adalah tidak melakukan hubungan seks bebas, monogamy (hubungan seks hanya dengan 1 partner), dan menggunakan kondom dengan baik. Memperbaiki perilaku kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pasien yang sudah terinfeksi raja singa, antara lain :

  • Memberitahukan kepada pasangan seksual masing-masing, apabila sudah terinfeksi Gonore. Ini diperlukan agar setiap pasangan seksualnya dapat lebih mawas diri dan memperhatikan ada tidaknya kemungkinan terinfeksi yang sama, karena seringkali infeksi Gonore tidak menimbulakn gejala terutama pada wanita.
  • Sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual sampai pengobatan benar-benar tuntas.
  • Apabila mau berhubungan seksual, gunakan kondom.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer