Hepatitis A : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Hepatitis A adalah suatu jenis peradangan atau inflamasi pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis tipe A. Secara umum, virus hepatitis yang sudah diketahui ada 5 macam, yaitu tipe A, B, C, D, dan E.

Infeksi virus Hepatitis banyak terjadi pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian Hepatitis A meningkat pada lingkungan yang tidak memiliki sumber air bersih, sanitasi yang buruk, dan perilaku hidup yang tidak higienis (jarang cuci tangan, mencuci peralatan dapur dengan air tercemar, dan sebagainya). Penularan Hepatitis A juga dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita atau berpergian ke daerah endemis tanpa divaksinasi sebelumnya, serta dapat juga ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya.

hepatitis a

jaundice atau kuning sebagai gejala utama hepatitis A

Resiko tertular Hepatitis A meningkat pada orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita, pasien HIV positif, atau punya penyakit gangguan pembekuan darah seperti hemofilia.

Virus Hepatitis A merupakan penyebab paling sering dalam penularan peyakit melalui makanan. Virus Hepatitis A ditularkan melalui jalur fecal – oral, yaitu masuknya makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi dan mengandung virus Hepatitis A di fesesnya, kemudian virus masuk ke dalam saluran perncernan. Virus akan menetap di organ hati dan menimbulkan peradangan disana sehingga fungsi hati terganggu.

Apa saja gejala hepatitis A?

Saat virus mulai masuk ke dalam tubuh sampai timbul gejala (disebut masa inkubasi) berkisar antara 2 – 4 minggu. Gejala Hepatitis A bervariasi dari ringan sampai berat, bahkan pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala sama sekali. Pada anak-anak dibawah usia 6 tahun, gejala Hepatitis A bisa tidak terdeteksi. Sedangkan pada orang dewasa, gejala yang timbul biasanya lebih berat.

Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit Hepatitis A, antara lain :

  • demam
  • lemas
  • nafsu akan berkurang
  • diare
  • mual
  • rasa tidak nyaman di perut terutama bagian hati yaitu kanan atas
  • nyeri pada sendi-sendi
  • air kencing berwarna coklat
  • jaundice (kulit dan mata tampak berwarna kuning).

Tingkat keparahan penyakit bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Orang yang terinfeksi virus ini biasanya dapat sembuh total. Setelah sembuh, orang tersebut akan memiliki kekebalan terhadap virus penyebab seumur hidupnya.

Tidak seperti virus hepatitis tipe lain (misalnya hepatitis B), Hepatitis A jarang menyebabkan kerusakan hati yang menetap dan bersifat kronis. Melainkan terjadi secara akut (hepatitis akut) atau sementrara. Akan tetapi pada beberapa kasus tertentu dapat secara tiba-tiba menyebabkan gangguan fungsi hati yang serius, bersifat fatal dan mengakibatkan kematian.

Penegakkan Diagnosis

Penegakkan diagnosis Hepatitis A biasanya dilakukan melalui proses anamnesis atau wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Untuk diagnosis pasti dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya antibodi (IgM/IgG) terhadap virus penyebab. Apabila ditemukan IgM terhadap Hepatitis A berarti infeksi virus tersebut masih bersifat akut, sedangkan apabila ditemukan IgG terhadap Hepatitis A berarti infeksi virus tersebut sudah lama terjadi dan bisa saja sudah tidak menimbulkan gejala apapun.

Langkah Pengobatan Hepatitis A

Tidak ada terapi spesifik yang harus diberikan pada pasien Hepatitis A karena sesungguhnya penyakit ini dapat sembuh sendiri, selama kondisi daya tahan tubuh pasien sehat. Pasien dapat sembuh dari infeksi virus tanpa meninggalkan kerusakan hati yang menentap. Pemberian obat yang dapat diberikan hanyalah bersifat simptomatis, untuk mengurangi gejala-gejala yang dirasakan pasien. Asupan makanan yang baik dan pemberian nutrisi kepada pasien agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga.

Beberapa tindakan suportif lain yang dapat mempercepat penyembuhan Hepatitis A, diantaranya :

  • Banyak istirahat. Sebagian besar pasien Hepatitis A mengeluhkan terasa lemas dan tidak memiliki tenaga.
  • Mengatasi mual. Rasa mual menyebabkan tidak nafsu makan, akan tetapi pasien harus tetap makan untuk memenuhi kebutuan energinya. Oleh karena itu dapat disiasati dengan memperbanyak cemilan sehat, dibanding dengan porsi makan yang banyak. Perbanyak frekuensi makan, porsi sediki-sedikit namun lebih sering. Banyak minum jus buah atau susu.
  • Istirahatkan fungsi hati. Obat-obatan tertentu dan alkohol dimetabolisme di organ hati. Hindari penggunaan obat-obatan yang tidak perlu, agar fungsi metabolisme hati dapat berkurang. Tidak minum minuman beralkohol selama infeksi masih berlangsung.

Upaya Pencegahan

Untuk mengurangi angka kejadian Hepatitis A, maka berbagai langkah pencegahan perlu dilakukan diantaranya adalah :

  • Menyediakan sumber air bersih untuk minum
  • Menyediakan tempat sanitasi yang baik bagi warga
  • Melatih pola perilaku hidup bersih, seperti cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mencuci tangan harus menggunakan sabun dan air mengalir. Dilakukan dapat sesering mungkin, paling tidak setelah menggunakan toilet atau sebelum makan.
  • Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak memasak atau menyediakan makanan, dikhawatirkan terjadi kontaminasi pada makanan.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang sedang terinfeksi Hepatitis A. Penggunaan kondom tidak menjamin dalam pencegahan penularan.

Pemberian vaksin cukup efektif untuk mencegah infeksi virus, namun pemberian tidak dianjurkan untuk anak dibawah usia 1 tahun. Vaksin Hepatitis A diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak pemberian booster vaksin adalah 6 bulan setelah pemberian vaksin yang pertama.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer