Hepatitis B : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Hepatitis B adalah suatu jenis peradangan atau inflamasi pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis tipe B. Secara umum, virus hepatitis yang sudah diketahui ada 5 macam, yaitu tipe A, B, C, D, dan E penyakit yang ditimbulkan disesuaikan dengan virus penyebabnya.

Penyebaran virus hepatitis B ini sudah menjadi permasalahan kesehatan global. Angka kejadian Hepatitis B paling banyak di daerah Afrika dan Asia Timur, dimana 5-10% penduduk dewasa menderita infeksi Hepatitis B kronis.

hepatitis b

Bagaimana seseorang bisa tertular hepatitis?

Penularan Hepatitis B dapat terjadi melalui beberapa mekanisme yaitu :

  • Transmisi perinatal.

Virus dapat ditularkan melalui ibu yang mengidap Hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya. Bahkan resiko terjadinya infeksi Hepatitis B kronis sangat tinggi pada bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu penderita Hepatitis B dan juga pada anak-anak dibawah usia 6 tahun. Resiko terjadinya infeksi kronis sebesar 80 – 90% pada bayi usia dibawah 1 tahun, sedangkan pada anak usia dibawah 6 tahun, resikonya sebesar 30 – 50%.

  • Transmisi horizontal.

Terjadi melalui paparan langsung terhadap darah atau cairan tubuh dari penderita. Apabila cairan tubuh dari penderita mengenai bagian tubuh kita yang terluka (kulit atau selaput lendir) maka virus dapat masuk dan penularan akan terjadi. Carian tubuh pasien yang dapat mengandung virus Hepatitis B antara lain : air liur, darah menstruasi, cairan vagina seperti keputihan atau lendir, dan cairan seminalis pada pria.

Penggunaan alat-alat medis seperti jarum suntik, alat-alat bedah, dan alat-alat dokter gigi secara berganti-gantian dengan pasien yang menderita Hepatitis B juga dapat meningkatkan resiko penularan. Pembuatan tattoo dan penggunaan pisau cukur atau sikat gigi bergantian juga dapat terkontaminasi virus dan bisa menjadi sumber penularan.

  • Transmisi seksual

Resiko terjadinya penularan Hepatitis B dapat meningkat pada pasangan sesama jenis, suka berganti-ganti pasangan, dan berhubungan seksual dengan PSK.

Virus Hepatitis B tidak menular melalui kontak biasa seperti berpelukan, berpegangan tangan, cium pipi, dan sebagainya.

Apa Gejala Hepatitis B?

Virus Hepatitis B dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama 7 hari. Ketika virus masuk ke dalam tubuh sampai dapat menimbulkan gejala (disebut masa inkubasi) berkisar antara 30 – 180 hari, rata-rata 75 hari.

Pada infeksi fase akut, sebagian besar orang yang sudah terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun. Sebagian kecil penderita dapat mengalami beberapa gejala selama beberapa minggu seperti jaundice (kulit dan mata tampak kuning), warna air kencing kecoklatan, sangat lemas, mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di perut. Resiko terjadinya gagal hati akut sampai menimbulkan kematian sangat jarang.

Virus Hepatitis B dapat mengakibatkan infeksi hati yang bersifat kronis atau berkepanjangan, berbahaya dan mengancam nyawa karena penyakit ini bisa menjadi penyebab paling sering terjadinya sirosis hati dan kanker hati.

Pada orang dewasa sehat yang terinfeksi virus Hepatitis B, hanya sekitar 5% yang akan bersifat kronis. Apabila sudah bersifat kronis, maka resiko berkembang menjadi sirosis dan kanker hati sebesar 20 – 30%.

Penegakkan Diagnosis

Virus Hepatitis B dapat dideteksi pada 30 – 60 hari setelah infeksi. Pemeriksaan laboratorium darah untuk mengetahui infeksi Hepatitis B, adalah HBsAg yaitu antigen permukaan virus dan juga HBcAg yaitu antigen daari inti virus Hepatitis B.

Hepatitis B dapat bersifat akut dan kronis.

  • Pada infeksi Hepatitis B akut, dalam pemeriksaan laboratorium akan ditemukan adanya HBsAg positif dan IgM terhadap HBcAg.
  • Sedangkan infeksi kronis apabila setelah lebih dari 6 bulan masih ditemukan HBsAg. Pada infeksi kronis, pasien belum tentu menunjukkan gejala apapun. Hanya saja di dalam darahnya masih dapat ditemukan HBsAg positif. Oleh karena itu HBsAg menjadi indikator terhadap resiko terjadinya penyakit hati kronis dan kanker hati.

Apabila dicurigai sudah terjadi kerusakan hati kronis atau kanker hati, maka dokter manganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan biopsy hati. Dimana jaringan hati diambil sedikit dan diperiksa dibawah mikroskop.

Langkah Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus yang harus diberikan pada infeksi akut Hepatitis B. Pengobatan yang diberikan bertujuan hanya untuk membuat pasien merasa nyaman, mencukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang, serta menggantikan cairan yang hilang karena muntah dan diare.

Sedangkan untuk infeksi Hepatitis B kronis dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan antivirus. Tujuan utama dari pengobatan infeksi kronis ini adalah untuk mencegah terjadinya penyakit hati sirosis dan kanker hati. Pengobatan yang diberikan tidak dapat menyembuhkan pasien dari infeksi Hepatitis B, melainkan hanya untuk menghambat virus agar tidak semakin berkembang biak.

Selama terjadi infeksi, tidak dianjurkan menggunakan obat-obatan herbal yang belum diteliti secara ilmiah karena sebagian besar obat-obatan herbal dimetabolisme di hati. Penggunaan obat yang berlebihan justru dapat memperberat fungsi hati. Konsumsi minum minuman beralkohol juga harus dihentikan.

Langkah Pencegahan

Pemberian vaksin cukup efektif untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B sebesar 95%. Bayi-bayi baru lahir sebaiknya langsung diberikan vaskin Hepatittis B pertama dalam waktu kurang dari 24 jam, kemudian diberikan vaksin ulang (booster) pada usia 1 bulan dan 6 bulan.

Selain pada bayi, pemberian vaksin juga dianjurkan pada semua tenaga kesehatan, pekerja laboratorium, pasien pengguna obat-obatan suntik, pasien penerima transfusi darah atau organ transplantasi, orang-orang yang suka berganti-ganti pasangan seksual.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer