Jenis-jenis Sakit Kepala yang Harus Dikenali

Ada berbagai macam jenis-jenis sakit kepala yang berbeda gejala maupun pengobatannya. Mengetahui ciri-ciri atau karakter khas masing-masingnya dapat membantu kita mengindentifikasi sakit kepala yang diderita dan menemukan pengobatan yang tepat.

jenis-jenis sakit kepala

Berikut jenis-jenis sakit kepala yang perlu dikenali dan mungkin dialami:

1. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang menjadi salah satu jenis sakit kepala yang paling umum terjadi. Gejala yang dirasakan berupa nyeri tumpul seperti tertekan di dahi, belakang kepala, leher ataupun bahu. Penyebabnya lebih sering dipicu oleh meningkatnya emosi dan stres.

2. Sakit Kepala Klaster

Sakit kepala klaster adalah jenis sakit kepala yang dapat terjadi secara berulang dalam pola atau siklus tertentu. Dapat bersifat episodik maupun kronis. Pada kasus episodik, serangan yang datang dapat berlangsung selama 1 minggu hingga 1 tahun dengan periode remisi selama 12 bulan. Sedangkan yang kronis, dapat berlangsung hingga lebih dari setahun dengan periode remisi yang hanya berlangsung kurang dari sebulan.

Gejalanya berupa nyeri tajam, kemerahan dan pembengkakan di area sekitar satu sisi mata atau wajah, kelopak mata menurun, hidung tersumbat atau berair dan muncul keringat di dahi atau wajah. Pada sebagian besar kasus, gejalanya kerap timbul di malam hari, sekitar 1-2 jam setelah tidur. Dan dapat berlangsung selama beberapa kali dalam sehari, dengan durasi berkisar 15 menit hingga 3 jam.

3. Migrain

Migrain termasuk satu dari sekian banyak jenis sakit kepala yang paling dikenal. Dimana penderitanya akan merasakan sakit kepala berdenyut yang biasanya hanya terjadi pada satu sisi. Terkadang disertai pula dengan gejala mual, muntah dan kepekaan berlebih pada cahaya atau suara.

Sekitar 1 dari 5 orang dengan migrain diketahui dapat mengalami tanda-tanda awal serangannya yang disebut dengan aura, yakni berupa gangguan visual seperti melihat kilatan cahaya atau garis zig-zag, kelemahan di satu sisi wajah atau tubuh dan sensasi kesemutan di lengan maupun kaki.

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Migrain Agar Mudah Mengatasinya

4. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus merupakan sakit kepala berdenyut yang terlokalisasi di area sekitar sinus seperti di belakang mata, hidung, pipi dan dahi. Sakit kepala ini erat kaitannya dengan gejala sinusitis, baik itu karena alergi atau infeksi apapun yang membuat sinus meradang dan tersumbat.

sakit kepala sinus

Rasa sakitnya akan semakin menjadi ketika tubuh membungkuk ke depan atau disaat cuaca sedang lembap dan dingin. Dapat disertai pula dengan demam dan timbulnya lendir kental di hidung berwarna hijau atau kuning.

5. Sakit Kepala Hormonal

Sakit kepala jenis ini lebih rentan dialami oleh wanita ketika terjadi fluktuasi hormon, terutama hormon estrogen seperti pada saat menstruasi, penggunaan pil KB ataupun kehamilan. Rasa sakit atau nyeri kepala tersebut dapat disertai dengan gejala aura, perubahan suasana hati dan kram perut.

6. Sakit Kepala terkait Kafein

Kafein adalah zat psikoaktif yang berfungsi sebagai stimulan sistem saraf pusat. Artinya kafein dapat memengaruhi aktivitas saraf di otak dan meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengurangi kelelahan.

Pada beberapa orang yang setiap harinya rutin mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi ataupun teh, menghilangkan rutinitas ini secara tiba-tiba dapat menyebabkan timbulnya gejala sakit kepala. Umumnya terjadi selepas 12-24 jam setelah berhenti.

Hal serupa dapat terjadi pula ketika asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh terlampau berlebih. Namun gejala ini hanya bersifat sementara. Menjaga asupan kafein pada tingkat yang wajar atau justru berhenti sepenuhnya dapat mencegah terulangnya kembali gejala seperti ini.

7. Sakit Kepala Exertional

Sakit kepala exertional adalah sakit kepala berdenyut yang dapat dirasakan di seluruh atau hanya pada satu sisi kepala. Sakit kepala jenis ini dipicu oleh aktivitas fisik dan terbagi menjadi dua jenis, yakni sakit kepala exertional primer dan sekunder. Pada sakit kepala exertional primer, sakit kepala yang dirasakan umumnya tidak berbahaya dan dapat reda dengan sendirinya.

Sedangkan pada kasus exertional sekunder, sakit kepala yang timbul oleh aktivitas fisik tersebut merupakan pertanda dari kondisi berat yang mendasarinya. Misalnya seperti tumor, penyakit jantung koroner atau adanya kelainan struktural di kepala, leher atau tulang belakang. Karena itu, tak jarang sakit kepala yang dialami kerap disertai dengan gejala lain seperti muntah, leher kaku, penglihatan ganda hingga hilang kesadaran.

8. Sakit Kepala akibat Hipertensi

Sakit kepala akibat hipertensi adalah sakit kepala berdenyut yang memengaruhi kedua sisi kepala dan akan semakin memburuk ketika melakukan aktivitas apapun itu. Kondisi ini merupakan pertanda darurat yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin lantaran tekanan darah sudah teramat tinggi. Gejala yang dapat menyertai seperti perubahan penglihatan, mati rasa atau kesemutan, mimisan, nyeri dada dan sesak napas.

9. Sakit Kepala Berulang (Rebound Headaches)

Sakit kepala ini ditenggarai oleh penggunaan berlebih/terlalu sering dari obat sakit kepala yang dijual bebas di warung atau apotek, obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol, ibuprofen, aspirin atau naproxen dan segala bentuk obat-obatan yang mengandung kafein. Satu-satunya pengobatan untuk sakit kepala rebound ini adalah dengan melepaskan diri dari obat-obatan yang telah sering digunakan sebelumnya untuk mengontrol rasa sakit.

10. Sakit Kepala Pasca Trauma

Jenis sakit kepala yang terjadi selepas mengalami trauma atau cedera pada kepala. Rasa sakitnya dapat berupa nyeri tajam atau tumpul yang berlangsung secara terus-menerus selama 6 hingga 12 bulan, bahkan lebih. Lakukan CT-scan atau MRI guna mengonfirmasi atau menyingkirkan bukti perdarahan di otak.

Pengobatan untuk jenis-jenis sakit kepala di atas dapat berbeda satu dengan lainnya. Beberapa mungkin hanya membutuhkan pengobatan ringan atau rumahan seperti pada kasus sakit kepala tegang. Dan beberapa lainnya mungkin membutuhkan penanganan yang lebih serius, seperti pada sakit kepala hipertensi dan sakit kepala pasca trauma.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga