Kanker Ginjal : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Kanker ginjal adalah pertumbuhan sel-sel ginjal secara tidak terkontrol dan terus-menerus ke arah keganasan sehingga terbentuk suatu massa. Kanker sendiri sebenarnya adalah sel normal yang ada di dalam tubuh, tetapi karena pengaruh dari faktor-faktor tertentu, mengalami pertumbuhan yang tidak terkontrol. Pertumbuhan tersebut dapat mendesak ke jaringan disekitarnya dan bahkan menyebar ke organ lain melalui pembuluh darah atau saluran getah bening, kalau sudah begini disebut sebagai metastasis (stadium IV).

Jenis kanker ginjal yang paling banyak terjadi adalah renal cell carcinoma. Seringkali kanker ginjal ini sudah dapat terdiagnosa, sebelum sel-sel kanker menyebar ke organ lain. Oleh karena itu prognosis dari kanker ginjal cukup baik, apabila dapat dideteksi sejak awal.

kanker ginjal

Setiap orang normal memiliki sepasang ginjal yang terletak di kiri-kanan rongga perut bagian belakang, berbentuk seperti kacang polong. Fungsi utama dari ginjal adalah untuk menyaring darah yang melewatinya, membuang zat-zat yang tidak diperlukan dalam bentuk urin. Selain itu ginjal juga mengeluarkan hormon yang bertugas mengontrol tekanan darah dan juga membantu pembentukan sel darah merah.

Seseorang masih dapat beraktivitas secara normal, walaupun salah satu ginjalnya rusak. Akan tetapi beban kerja dari ginjal yang satunya akan meningkat, sehingga beresiko untuk mudah rusak juga.

Apa penyebab kanker ginjal?

Penyebab utama dari kanker ginjal belum diketahui secara pasti, diduga karena adanya mutasi pada materi genetik sel-sel kanker. Akan tetapi penyebab terjadinya mutase tersebut juga masih belum diketahui.

Akan tetapi beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker ginjal antara lain :

  • Merokok. Perokok memiliki resiko 2 kali lebih tinggi terkena kanker ginjal dibandingkan non-perokok.
  • Jenis kelamin. Pria beresiko 2 kali lebih tinggi terkena keganasan ginjal dibandingkan wanita.
  • Obesitas. Obesitas banyak mempengaruhi aktivitas hormon di dalam tubuh.
  • Usia. Kanker pada ginjal biasa menyerang orang-orang yang sudah lanjut usia.
  • Menggunakan obat-obatan tertentu jangka panjang karena sebagian besar obat dimetabolisme di ginjal.
  • Ada riwayat gagal ginjal dan sudah lama melakukan tindakan hemodialisa atau cuci darah.
  • Ada riwayat keluarga yang memiliki kanker ginjal serupa.
  • Paparan bahan kimia tertentu dalam jangka waktu lama, seperti asbes, benzene, pestisida, dan sebagainya.
  • Ada riwayat hipertensi atau darah tinggi
  • Ras tertentu. Orang negro beresiko lebih tinggi terkena kanker ginjal dibandingkan orang kulit putih.

Apa saja gejala kanker ginjal yang bisa kita amati?

Pada tahap awal terjadinya kanker ginjal, biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Padahal telah terbentuk massa tumor, dan meskipun massa tumor itu besar namun belum sampai menyebar ke organ lain.

Lain halnya pada tahap lanjut yang syarat akan gejala-gejala atau keluhan yang pasien rasakan, beberapa gejala kanker ginjal yang mungkin timbul antara lain :

  • Ada darah di urin atau disebut hematuria (kencing berdarah)
  • Teraba benjolan di sisi ginjal yang mengalami kanker
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri terus menerus pada sisi ginjal yang mengalami kanker
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Demam
  • Anemia, ditandai dengan bibir pucat, lemah, lesu, sering mengantuk, dll.
  • Merasa sangat lelah

Apabila sel kanker berhasil menyebar ke organ lain, maka akan timbul gejala yang bervariasi tergantung organ apa yang terkena.

Bagaimana Langkah Pengobatan Kanker Ginjal?

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker ginjal ada bermacam-macam, tergantung dari sudah seberapa parah tingkat keganasan kanker. Disamping itu, kondisi pasien dan juga stadium kanker menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan terapi yang akan dilakukan.

Stadium kanker ginjal secara umum dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Stadium 1. Pada tahap ini diameter tumor tidak lebih dari 7 cm, dan belum menyebar ke organ lain.
  1. Stadium 2. Diameter tumor lebih besar dari 7 cm, tapi belum mendesak jaringan lain disekitar ginjal.
  1. Stadium 3. Pada tahap ini tumor sudah mendesak ke organ-organ sekitarnya, bahkan menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
  1. Stadium 4. Ini merupakan stadium paling parah, dimana sel kanker sudah menyebar ke organ-organ lain yang letaknya jauh, seperti tulang, hati, pankreas, usus, atau paru-paru.

Berikut beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker ginjal:

# Operasi

Jenis operasi yang dapat dilakukan ada 3 jenis, yaitu :

  • Radical nephrectomy. Dimana ginjal, kelenjar adrenal dan jaringan-jaringan di sekitarnya ikut dibuang. Termasuk juga kelenjar getah benng yang letaknya berdekatan dengan ginjal.
  • Simple nephrectomy. Hanya membuang ginjalnya saja.
  • Partial nephrectomy. Hanya membuang massa tumornya saja, dilakukan apabila ukuran tumor kurang dari 4 cm.

# Cryotherapy, menggunakan suhu dingin yang ekstrim untuk membunuh sel kanker

# Embolisasi arteri, menutup aliran pembuluh darah arteri yang mensuplai darah ke jaringan tumor. Dengan tidak adanya suplai dari pemuluh darah, diharapkan lama kelamaan sel kanker akan mati.

# Radiotherapy, Memanfaatkan energy dari sinar X atau jenis radiasi lain untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Biasa dilakukan apabila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.

# Chemotherapy, (kemoterapiMenggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

# Immunotherapy, Memanfaatkan sistem imun tubuh untuk melawan sel-sel kanker.

Oleh karena penyebab dari terjadinya kanker ginjal masih belum diketahui secara pasti, maka belum ada tindakan pencegahan yang benar-benar dapat mencegah terjadinya kanker ginjal. Akan tetapi beberapa faktor resiko dapat diperbaiki untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker ginjal.

Sebagai contoh : berhenti merokok, jaga berat badan agar tetap ideal, mengontrol tekanan darah secara teratur, dan menghindari paparan zat-zat berbahaya yang dapat memicu terjadinya kanker.

 

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer