Kanker Mata : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Kanker mata adalah pertumbuhan sel-sel mata secara tidak terkontrol dan terus-menerus ke arah keganasan sehingga terbentuk suatu massa abnormal. Kanker sendiri sebenarnya adalah sel normal yang ada di dalam tubuh, akan tetapi mengalami perubahan karena pengaruh dari banyak faktor, perubahan menyebabkan sel yang terlibat menjadi tumbuh tak terkontrol dan menimbulkan masalah.

Secara garis besar massa tumor yang terbentuk akibat pertumbuhan tak terkontrol itu bisa bersifat jinak atau ganas. Pada tumor jinak biasanya sel hanya terus tumbuh dan tidak menyebar, sedangkan pada tumor ganas (kanker) selain terus tumbuh sel-sel kanker juga menyebar ke jaringan sekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah atau saluran getah bening, kondisi ini disebut sebagai metastasis.

kanker mata

Angka kejadian kanker mata termasuk jarang. Kanker mata bisa terjadi pada bagian luar bola mata atau bagian dalam bola mata. Pada bagian luar bola mata, kanker dapat terjadi di daerah kelopak mata yang tersusun dari otot, kulit dan juga pembuluh saraf. Sedangkan apabila berasal dari dalam bola mata, maka disebut intraocular cancer. Kanker mata yang biasanya terjadi pada orang dewasa adalah melanoma dan lymphoma, sedangkan pada anak-anak adalah retinoblastoma. Kanker yang berasal dari dalam bola mata ini biasanya ganas dan memberikan prognosis yang buruk.

Apa gejala kanker mata yang bisa kita amati?

Sebagian besar gejala yang dikeluhkan pada pasien kanker mata tidak ada yang khas. Gejala-gejala yang dikeluhkan dapat saja berasal dari penyakit lain yang menimbulkan keluhan yang sama. Bahkan pada penderita melanoma dapat saja tidak timbul gejala sama sekali. Kanker melanoma seringkali ditemukan secara tak disengaja pada saat seseorang melakukan pemeriksaan mata oleh dokter mata.

Berikut beberapa gejala kanker mata yang bisa kita amati:

  • Ketajaman penglihatan yang menurun
  • Gangguan lapang pandang, dimana ada sebagian daerah lapang pandang tidak dapat terlihat
  • Sensasi melihat adanya kilatan cahaya
  • Sensasi melihat adanya bintik-bintik hitam, garis berlekuk-lekuk, atau floater
  • Terlihat adanya bintik hitam di iris
  • Terdapat massa atau benjolan pada area mata
  • Bola mata tampak menonjol
  • Adanya luka-luka (borok) pada daerah mata yang kunjung sembuh.

Apa penyebab kanker mata?

Penyebab utama dari terjadinya kanker mata masih belum diketahui secara pasti. Adanya perubahan dari mutasi genetik dari sel-sel mata dapat menyebabkan sel tersebut terus tumbuh tidak terkendali.

Selain itu ada faktor-faktor resiko yang memungkinkan seseorang terkena kanker mata. Walaupun memiliki resiko tinggi, belum tentu orang tersebut akan terkena kanker mata. Berikut beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker mata antara lain :

  • Usia. Kanker mata jenis melanoma banyak terjadi pada orang-orang yang berusia sekitar 50 – 55 tahun. Jarang sekali melanoma terjadi pada anak-anak. Pada anak-anak, jenis kanker mata yang sering terjadi adalah jenis retinoblastoma.
  • Ras. Jenis kanker melanoma lebih sering terjadi pada orang-orang berkulit putih dibandingkan orang kulit hitam.
  • Jenis kelamin. Pria dan wanita memiliki kemungkinan sama besar untuk terkena kanker mata.
  • Riwayat keluarga. Walaupun angka kejadiannya cukup jarang, akan tetapi resiko kanker mata meningkat pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker mata.
  • Riwayat kondisi mata seseorang, apakah pernah mengalami penyakit mata tertentu sebelumnya atau tidak.
  • Faktor lain, seperti paparan terhadap sinar matahari yang terlalu sering atau paparan terhadap bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker mata.

Pengobatan Kanker Mata

Pengobatan kanker mata memerlukan kerjasama tim dokter yang terdiri dari multidisiplin ilmu. Pemilihan terapi yang dilakukan tergantung dari beberapa faktor seperti jenis kanker dan stadiumnya, kemungkinan efek samping pengobatan yang dapat timbul, dan juga kondisi pasien secara umum.

Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker mata antara lain :

  • Operasi

Tindakan operasi membuang massa tumor dan juga jaringan sekitar tumor, bahkan jika diperlukan sampai harus membuang bola mata. Pemilihan operasi yang dilakukan oleh dokter mata ini tergantung dari ukuran tumor dan sejauh mana tumor tersebut sudah menyebar.

  • Radioterapi

Menggunakan engeri sinar X atau sinar radiasi lain untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya dikombinasikan dengan tindakan medis lain atau diberikan setelah operasi membuang bola mata. Penggunaan radioterapi cukup efektif untuk membunuh sel kanker, namun juga banyak menimbulkan efek samping. Sebagai contoh : katarak, hilangnya bulu mata, mata kering dan sebagainya.

  • Terapi laser

Tindakan terapi ini memanfaatkan panas dari sinar laser untuk mengecilkan massa tumor yang berukuran kecil, sehingga disebut juga Thermotherapy atau Transpupillary Thermotherapy (TTT). Efek samping terapi laser umumnya lebih sedikit dibandingkan radioterapi atau tindakan operasi.

Terkadang keputusan untuk membuang satu bola mata yang terkena tumor, menjadi pertimbangan yang sulit. Pasien akan memiliki gangguan persepsi dalam melihat dan juga masalah estetika. Untuk gangguan persepsi, sebagian besar pasien akan sepat beradaptasi sehingga tidak akan terlalu mengganggu. Sedangkan untuk masalah estetika, bagian rongga mata yang kosong tersebut dapat dibuatkan bola mata palsu. Bola mata palsu ini menyerupai bola mata asli, dapat bergerak sama seperti aslinya namun tidak dapat untuk melihat.

Tindakan medis lain yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan terhadap pasien kanker adalah terapi suportif. Dimana pasien membutuhkan dukungan dan juga semangat untuk terus berusaha sembuh, serta tetap merasa nyaman. Selain itu, terapi suportif juga memperhatikan dari nutrisi pasien, mengatasi masalah psiko-sosial, dan sebagainya. Terapi suportif ini diperlukan kerjasama antar berbagai pihak, dari dokter, keluarga, dan juga lingkungan sekitar.

Pemeriksaan mata secara rutin minimal setahun sekali sebaiknya dilakukan untuk mengetahui kondisi mata. Menghindari paparan sinar matahari secara langsung dengan menggunakan kacamata hitam anti-UV (ultraviolet).

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer