16 Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri

Sakit kepala merupakan keluhan umum yang sering terjadi, mulai dari anak-anak hingga lansia bisa mengalaminya. Keluhan sakit kepala dapat terjadi secara perlahan atau datang tiba-tiba menghampiri kedua sisi kepala, satu sisi, atau bahkan menyebar sampai ke leher bagian belakang.

Biasanya, rasa sakit akibat sakit kepala mereda dalam beberapa jam dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Namun, apabila yang terjadi adalah rasa sakit intens di salah satu sisi kepala (sakit kepala sebelah kiri) atau sakit yang tak kunjung hilang, bisa mengindikasikan adanya sesuatu yang lebih serius.

Baca terus untuk mengetahui apa saja penyebab sakit kepala sebelah kiri, dan kapan saatnya harus menghubungi dokter.

penyebab sakit kepala sebelah kiri

Apa penyebab sakit kepala sebelah kiri?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sakit kepala sebelah kiri, mulai dari faktor makanan, gaya hidup, efek samping obat, hingga penyakit tertentu. Satu sama lain bisa saling tumpang tindih, sehingga kita harus cermat untuk menemukan penyebabnya sehingga akan lebih mudah dalam mengatasinya.

Inilah faktor-faktor penyebab sakit kepala sebelah kiri:

1. Kelaparan

Otak membutuhkan gula (glukosa) dari makanan sebagai bahan bakar agar berfungsi optimal. Bila sampai tidak makan, maka kadar gula darah menjadi turun (hipoglikemia), akibtanya otak memberikan respon berupa sakit kepala.

2. Stres

Saat kita mengalami stres, tubuh melepaskan bahan kimia yang memiliki sifat “figh or fligh” . Bahan kimia ini membuat otot-otot menjadi tegang dan mengubah aliran darah, yang keduanya menyebabkan sakit kepala.

3. Salah Makan

Makanan tertentu ternyata diketahui menyebabkan sakit kepala, terutama yang mengandung bahan pengawet. Makanan pemicu sakit kepala diantaranya keju tua, anggur merah (minuman), kacang-kacangan, dan daging olahan.

4. Alkohol

Bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya mengandung etanol, bahan kimia yang memicu sakit kepala karena dapat memperlebar pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di sekitar kepala melebar, maka itu akan menyebabkan tekanan dan sensitifitas pada saraf-saraf di kepala.

5. Kurang tidur

Gangguan kurang tidur atau Insomnia bisa memicu sakit kepala sebelah kiri. Begitu sakit kepala terjadi, rasa sakit juga bisa membuat tidur kurang nyenyak di malam hari, sehingga yang terjadi adalah pola lingkaran setan. Orang dengan gangguan tidur lainnya seperti obstructive sleep apnea juga lebih rentan mengalami sakit kepala.

6. Salah posisi tidur

Masalah tersering yaitu ketika posisi kepala tidak tepat, atau bantal yang tidak suport. Di pagi hari saat bangun, kita akan merasakan bahwa leher kita terasa nyeri atau kaku, bahkan untuk menengok kanan kiri ataupun menunduk. Jika ketegangan otot leher itu di sisi kiri, maka hal ini bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.

7. Infeksi dan alergi

Sakit kepala sebelah kiri ataupun kanan sering disebabkan oleh infeksi pernafasan seperti flu atau pilek biasa. Tak heran, karena demam dan saluran sinus yang tersumbat dapat menyebabkan sakit kepala (baca: gejala sinusitis). Begitu pula dengan alergi yang mempengaruhi sinus, menyebabkan rasa sakit dan tekanan di balik dahi dan tulang pipi.

Terlebih lagi pada kasus infeksi serius seperti ensefalitis dan meningitis, kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih hebat. Disertai gejala lainnya seperti kejang, demam tinggi, dan leher kaku.

8. Masalah gigi dan gusi

Ketika gigi atau gusi mengalami peradangan dan rasa sakit, maka sakitnya dapat menyebar sampai di kepala. Tergantung pada sisi mana yang terkena, jika yang sakit adalah gigi dan gusi sebelah kiri, maka hal itu bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.

9. Obat Berlebihan

Obat untuk mengobati sakit kepala justru dapat menyebabkan sakit kepala lebih berat apabila digunakan lebih dari dua atau tiga hari dalam seminggu. Sakit kepala ini dikenal sebagai  medication overuse headaches, atau sakit kepala rebound.

Sakit kepala terjadi hampir setiap hari, dan rasa sakit mulai saat bangun di pagi hari.

Obat-obatan yang bisa menyebabkan sakit kepala berlebih meliputi: aspirin, acetaminophen (parasetamol), ibuprofen, naproxen, triptan, ergotamin, oxycodone, tramadol, dan hydrocodone.

10. Gangguan saraf

Adanya masalah pada saraf terkadang bisa menjadi sumber sakit kepala. Contohnya pada kasus-kasus dibawah ini.

Occipital neuralgia: Saraf oksipital terletak di dasar tengkorak. Iritasi pada saraf ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, menusuk-nusuk di bagian belakang kepala atau pangkal tengkorak. Rasa sakitnya dapat berlangsung beberapa detik sampai menit.

Giant cell arteritis: Juga disebut arteritis temporal, kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah – termasuk arteri temporal di sepanjang sisi kepala. Gejalanya bisa meliputi sakit kepala dan nyeri di rahang, bahu, dan pinggul, seiring dengan perubahan visual.

Trigeminal Neuralgia: Saraf trigeminal berfungsi sebagai penerima rangsang rasa pada wajah dan sebagian kepala. Jika saraf ini terganggu, maka rasa sakit terasa begitu hebat di sisi wajah yang terkena hingga kepala.

11. Tutup kepala yang kencang

Memakai helm, topi, atau pelindung kepala lainnya yang terlalu ketat dapat memberi tekanan pada satu atau kedua sisi kepala. Lama kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit.

12. Gegar otak

Pukulan keras di kepala bisa menyebabkan cedera otak traumatis. Rasa sakit yang timbulkan sesuai dengan daerah yang terkena pukulan, bisa kiri atau kanan. Jika gegar otak terjadi, maka tidak hanya sakit di kepala, malain disertai dengan bingung, mual, dan muntah.

Segera ke dokter jika hal ini terjadi!

13. Glaukoma

Glaukoma atau meningkatnya tekanan dalam bola mata sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan. Jika Anda merasakan sakit di mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala marah, maka sebaiknya segera berobat sebelum terlambat.

14. Tekanan darah tinggi

Biasanya, tekanan darah tinggi tidak menimbulkan gejala. Tapi pada beberapa orang sakit kepala bisa jadi pertanda hipertensi. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah. Baca juga: Ciri-ciri Tekanan Darah Tinggi yang Sering Tak Disadari

15. Stroke

Bekuan darah bisa menghalangi pembuluh darah ke otak, memutus aliran darah dan menyebabkan stroke. Perdarahan di dalam otak juga bisa menyebabkan stroke. Sakit kepala yang mendadak dan parah adalah satu tanda peringatan adanya stroke.

16. Tumor otak

Bagi yang sering mengalami sakit kepala intens disertai dengan gejala lain seperti kehilangan penglihatan, masalah bicara, kebingungan, kesulitan berjalan, dan kejang, maka harus mewaspadai adanya tumor di dalam otaknya. Hal ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan, baik fisik dan juga penunjang, seperti CT Scan dan MRI.

Jika kita perhatikan, penyebab sakit kepala sebelah kiri di atas sangat bervariasi dari yang ringan hingga yang berat. Untungnya, sebagian besar kasus disebabkan oleh masalah ringan sehari-hari seperti pada poin 1 sampai 6.

Semua penyebab di atas, juga dapat menyebabkan sakit kepala sebelah kanan.

Namun demikian, apabila sakit kepala sering terjadi, tak kunjung mereda, apalagi disertai dengan gejala lain seperti demam, kebingungan, kaku leher, gangguan penglihatan, penurunan kesadaran, maka sebaiknya pastikan kondisi tersebut dengan memeriksakan diri ke dokter.

DISKUSI TERKAIT