Curiga Lambung Luka? Cermati Ciri dan Gejalanya Berikut Ini

Jangan abaikan gejala-gejala awal sakit maag, karena akan memicu terjadinya tukak lambung atau lambung luka dan kondisi lebih serius seperti kanker lambung.

Banyak dari masyarakat Indonesia memiliki keluhan nyeri di perut yang seringkali diartikan sebagai penyakit maag. Memang benar, namun kesalahannya banyak dari masyarakat kita yang menyepelekan gejala-gejala sakit maag ini tanpa menyadari dampak serius kedepannya. Pengobatannya pun seringkali hanya berkutat pada mengatasi gejalanya saja tanpa mencari tahu serta mengobati penyebab utamanya.

lambung luka

gambar ilustrasi tukak (ulcer) atau luka pada lambung 

Rasa nyeri di perut yang mungkin juga disertai dengan sakit kepala membuat kebanyakan dari kita mengonsumsi obat pereda nyeri. Kebiasaan terus-menerus mengonsumsi obat anti nyeri dan sikap menyepelekan masalah pada lambung inilah yang lama kelamaan akan menjadi boomerang untuk si penderita itu sendiri. Ini yang harus segera disadari dan diluruskan pola pikirnya.

Kita semua harus tahu bahwa penggunaan obat anti nyeri atau obat anti inflamasi non-steroid berkepanjangan akan membuat lambung luka. Apalagi jika gejalanya diabaikan begitu saja, maka tidak menutup kemungkinan lambat laun akan datang kondisi yang lebih serius dan bisa mengancam nyawa, seperti kanker lambung.

‘Lucunya’ gejala-gejala dari sakit maag, lambung luka atau tukak lambung bahkan kanker lambung memiliki banyak kesamaan. Begitu fatal bukan akibatnya bila sampai kita meremehkan gejala-gejala yang ada. Lantas apa saja sih gejala lambung luka yang harus kita ketahui?

Sebelum kita membahas apa saja gejalanya, ada baiknya kita mengetahui lebih dulu apa itu lambung luka (tukak lambung) dan apa saja sih yang menjadi faktor penyebabnya.

Apa sih Lambung Luka Itu dan Apa Faktor Penyebabnya?

Lambung luka atau sering disebut juga sebagai tukak lambung (peptic ulcer) merupakan kondisi dimana dinding lambung terluka karena selaput (mukus) yang melindunginya dari asam lambung terkikis. Terkikisnya lapisan pelindung dinding lambung ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat anti inflamasi non-steroid yang terlalu sering atau berkepanjangan, gaya hidup, penyakit langka akibat tumor gastrinoma yang disebut Sindrom ZollingerEllison (ZES) dan lain sebagainya.

Peningkatan asam lambung yang berlebih tidak hanya dapat melukai lambung saja, bahkan berpotensi melukai mukosa duodenum (bagian pertama usus kecil) dan mukosa esofagus (kerongkongan). Meski lebih rentan terjadi pada pria yang berumur diatas 60 tahun, namun sebenarnya kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa melihat batasan umur.

Penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejalanya, karena apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius seperti perforasi, perdarahan bahkan kanker lambung.

Apa Saja Gejala Lambung Luka?

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari lambung luka atau tukak lambung. Mulai dari sakit perut, heartburn, perut kembung, gangguan pencernaan, berkurangnya nafsu makan sampai feses yang menghitam dan muntah darah akibat kondisi lambung yang sudah semakin memburuk.

Berikut adalah 10 ciri atau gejala lambung luka yang harus dicermati dan jangan sampai abaikan.

1. Sakit Perut

Salah satu ciri lambung luka yang paling khas ditandai dengan adanya rasa sakit pada area perut (mulai dari pusar hingga tulang dada), namun lebih sering di uluhati sebelah kiri. Keluhan ini disebabkan oleh iritasi asam lambung yang membasahi area yang terluka. Rasa sakit ini dapat dirasakan dalam beberapa menit, bahkan jika sudah parah dapat berlangsung hingga beberapa jam.

Penting untuk menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Jangan membiarkan perut dalam keadaan kosong, karena akan semakin memperburuk kondisi lambung ketika rasa sakit tiba-tiba menyerang.

Segera konsumsi makanan tertentu atau minum obat antasida untuk meredakan rasa sakitnya. Kurangi makanan-makanan pedas atau yang asam-asam, karena akan semakin membuat lambung sensitif. Sebaiknya, perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka atau melon.

Segera periksakan diri ke dokter apabila sering mengalami kondisi seperti ini, demi menghindari gejala-gejala yang lebih serius kedepannya.

Simak juga: 27 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri dan Obatnya

2. Heartburn

Heartburn memang identik dengan gejala penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), namun tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga termasuk salah satu gejala lambung luka.

Jika sensasi terbakar di dada mulai mereda hanya dengan minum beberapa gelas air atau obat antasida, bisa dibilang kondisi ini belum masuk pada tahap yang terlalu mengkhawatirkan. Lain halnya, apabila kondisi ini (heartburn) acap kali dialami dan bertahan meski telah mengonsumsi obat atau makanan tertentu, maka bisa jadi ini mengindikasikan adanya luka pada dinding lambung yang harus segera diatasi.

3. Perut Kembung

Seseorang dengan tukak lambung sering mengeluhkan gejala perut kembung yang rasa-rasanya seperti habis mengonsumsi banyak air dan terkadang juga disertai dengan rasa nyeri. Maka tak heran apabila gejala ini juga sering menimbulkan keinginan bersendawa atau cegukan berlebihan bahkan ketika perut masih kosong.

Cermati setiap gejalanya, karena perut kembung memiliki banyak penyebab, seperti dijelaskan disini: Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

4. Berkembangnya Gangguan Pencernaan

Seiring berjalannya waktu, luka pada lambung yang tak kunjung ditangani dengan tepat lambat laun akan mengganggu fungsi organ-organ pencernaan termasuk usus halus, sehingga pada akhirnya akan semakin memicu berkembangnya gangguan pencernaan yang berhubungan dengan organ-organ pencernaan lainnya.

Gangguan pencernaan ini dapat berfluktuasi dalam intensitas dan frekuensinya. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar gejala ini tidak berkembang lebih jauh lagi.

5. Mual

Sering merasa mual? Waspadalah, bisa jadi ini merupakan gejala akibat lambung luka. Luka pada dinding lambung secara langsung akan memicu terjadinya penurunan cairan pencernaan yang dapat menghambat proses pencernaan secara keseluruhan. Tubuh pun akan merespon kondisi ini dengan menunjukkan gejala mual, mulai dari mual ringan sampai yang berat bergantung tingkat keparahannya. Biasanya kondisi mual ini lebih sering terjadi di pagi hari ketika perut masih kosong.

Jadi, waspadailah jika menemukan kondisi seperti ini terlebih disertai dengan gejala lainnya seperti perut yang terasa kembung atau nyeri.

6. Kehilangan Nafsu Makan

Lambung luka atau tukak lambung juga sering menyebabkan penderitanya kehilangan nafsu makan. Mungkin ini karena efek psikologis dari si penderita sendiri yang merasa takut akan datangnya rasa sakit yang seringkali datang tiba-tiba setelah makan. Jadi mereka berpikir lebih baik tidak makan saja daripada harus bertarung dengan rasa sakit yang menyerang.

Nah, pemikiran seperti ini bisa dibilang salah besar. Mengapa? karena jika ini terus menerus dilakukan, maka pada akhirnya akan benar-benar membuat nafsu makan menghilang dan berimbas pada daya tahan tubuh yang terus melemah. Dampaknya pun tentu saja akan semakin memperburuk keadaan sekaligus memperbesar peluang akan datangnya bibit-bibit penyakit yang baru.

Jadi, meskipun dalam keadaan sakit usahakan untuk tetap mencukupi kebutuhan makan dan minum. Ini penting sekali, demi menjaga daya tahan tubuh serta membantu mempercepat penyembuhan.

7. Intoleransi Makanan Berlemak

Meskipun umumnya terkait dengan penyakit batu empedu, intoleransi makanan berlemak juga terkait dengan luka pada lambung. Dalam hal ini, intoleransi terhadap makanan berlemak lebih disebabkan oleh sensitisasi visceral dan dismotilitas gastroduodenal akibat lambung yang terluka.

Jadi sebaiknya kurangi mengonsumsi makanan-makanan berlemak tinggi, karena dapat meningkatkan produksi asam yang akan semakin memicu terkikisnya lapisan dinding lambung. Selain itu, kurangi/hindari juga beberapa jenis minuman yang bersifat asam seperti kopi, minuman berkarbonasi dan alkohol.

8. Berat Badan Menurun

Jika berat badan menurun karena kombinasi dari diet dan olahraga, pantas rasanya untuk berbangga hati. Namun, lain ceritanya bila penurunan berat badan itu dari sesuatu yang kita sendiri saja sulit untuk menjelaskannya. Disinilah kita mesti menaruh curiga, karena jelas ini bukan sesuatu yang biasa. Banyak hal yang melatar belakanginya, ya salah satunya akibat dari tukak lambung.

Lambung luka seringkali menyebabkan seseorang mengalami mual bahkan muntah yang pada akhirnya membuat selera makan jadi berkurang. Berlanjutnya kondisi ini tentu saja, berdampak pada menurunnya berat badan serta fungsi organ tubuh secara keseluruhan akibat kekurangan vitamin atau nutrisi dari makanan. Akhirnya pun sudah dapat diduga, bukan sekedar masalah lambung luka lagi, tubuh pun akan semakin rentan terhadap infeksi lain yang dapat menyerang akibat menurunnya sistem imun tubuh.

Penurunan berat badan yang sulit dijelaskan juga bisa jadi merupakan gejala kanker. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter ketika tiba-tiba mengalami kondisi seperti ini.

9. Perubahan Warna Feses

Perubahan warna pada feses menjadi tanda pasti dari masalah yang disebabkan karena lambung luka. Perdarahan pada lambung menyebabkan feses berubah warna menjadi lebih gelap atau hitam, bahkan dalam kondisi yang lebih parah disertai darah.

Lebih lanjut perlu Anda pelajari: Feses Berwarna Hitam : Penyebab, Gejala, Pengobatan

Bila menemukan kondisi seperti ini, segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat guna menghindari bahaya yang lebih serius.

10. Muntah Darah

Siapa yang tidak langsung khawatir ketika mendapati dirinya muntah darah. Muntah darah atau hematemesis sudah jelas menjadi indikasi serius yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Nah, lambung luka menjadi penyebab yang paling sering memicu terjadinya kondisi ini. Dalam beberapa kasus, ada yang mengalami muntah darah dengan warna kecoklatan atau kehitaman yang terlihat seperti bubuk kopi.

Kondisi ini bisa jadi akibat dari luka lambung yang sudah terlalu dalam sehingga mengenai lapisan pembuluh darah. Tentu saja untuk menangani kondisi ini diperlukan perawatan yang intensif. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal dari lambung yang terluka guna menghindari kondisi yang sangat serius seperti ini.

Penanganan pada lambung luka atau tukak lambung hampir sama dengan penyakit maag. Namun, pada beberapa kondisi yang lebih serius perlu dilakukan terapi khusus seperti operasi vagotomy, yaitu operasi pemotongan cabang saraf vagus menuju lambung.

Untuk itu, mulai sekarang jagalah kesehatan lambung dengan mengonsumsi makanan sehat secara teratur. Kurangi makanan pedas atau yang bersifat asam karena berisiko mengiritasi lambung. Ingat, jangan pernah menyepelekan sekecil apapun gejala yang datang, terutama bagi Anda yang merasa memiliki penyakit maag. Gejala awal sakit maag yang tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, akan melukai lambung dan berisiko menyebabkan kanker lambung.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer