Mabuk Perjalanan? Begini Cara Mencegah dan Mengobatinya

Horeee libur lebaran hampir tiba, itu artinya tradisi mudik akan segera dimulai. Berjuta-juta orang di seluruh wilayah Indonesia akan pulang ke kampung halamannya untuk menikmati hari kemenangan bersama keluarga. Demi agar dapat berkumpul dengan orang tercinta perjalanan jauh tidak jadi masalah, transportasi yang tersedia pun bermacam-macam mulai dari jalur darat, laut dan udara. Tapi, apakah Anda tipe orang yang suka mabuk ketika di perjalanan?

Mabuk perjalanan (travel sickness) adalah penyakit yang umum dan biasanya akan membuat penderitanya merasa tidak enak badan karena merasakan pusing dan mual muntah dalam perjalanan. Hal ini disebabkan oleh gerakan tidak biasa yang mengguncang tubuh dan terjadi dalam waktu yang tidak sebentar. Mabuk perjalanan biasanya dialami ketika bepergian dengan mobil, kapal laut, pesawat terbang atau kereta api.

mabuk perjalanan

Namun Anda tak perlu khawatir! karena ada beberapa perawatan efektif yang tersedia untuk mencegah dan mengatasi mabuk perjalanan ini. Baik berupa tips-tips sederhana sampai penggunaan obat yang harus diminum sebelum perjalanan dimulai.

Apa itu Mabuk Perjalanan?

Mari kita mulai dengan difinisi. Mabuk perjalanan (travel sickness) biasa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami gerakan yang tidak biasa seperti goncangan atau berputar-putar, selama berada dalam kendaraan.

Gerakan yang berulang-ulang ini mengirim banyak pesan (stimulus) ke otak. Sedangkan mekanisme keseimbangan yang ada pada telinga bagian dalam merasakan sinyal yang berbeda dengan yang dilihat oleh mata. Gabungan dari beberapa sinyal yang tidak singkron ini memberikan otak kita pesan-pesan yang campur aduk dan membingungkan.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gejala mabuk berupa pusing dan mual-mual bahkan sampai muntah. Gejala lain yang mungkin dialami diantaranya berkeringat, meneteskan air liur, sakit kepala, badan terasa dingin dan pucat.

Mabuk perjalanan juga bisa dipicu oleh kegelisahan atau bau yang kuat (menyengat), seperti makanan atau asap kendaraaan. Terkadang aktivitas membaca buku atau peta dalam kendaraan juga bisa memicu mabuk perjalanan. Begitu pula bermain game di tablet, handphone dan gadget lainnya terkadang bisa menyebabkan mabuk.

Penyakit mabuk perjalanan lebih sering terjadi pada anak-anak dan juga pada wanita. Untungnya, tidak pada semua anak-anak. Tidak diketahui mengapa beberapa orang mengalami mabuk perjalanan lebih sering sedangkan yang lain tidak.

Gejala mabuk perjalanan biasanya akan muncul ketika sudah beberapa waktu berada di mobil, kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan di wahana bermain anak-anak yang tengah berjalan. Gejala mabuk akan mereda bila perjalanan telah usai, atau ketika sudah sampai di tujuan, tapi tidak selalu seperti itu. Karena pada beberapa orang ada yang masih merasakan gejalanya setelah beberapa jam, atau bahkan berhari-hari, setelah perjalanan berakhir.

Bagaimana Cara Mencegah Mabuk Perjalanan?

Bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika Anda tergolong orang yang sering mabuk di perjalanan, maka ikutilah beberapa tips mencegah mabuk penjalanan berikut ini:

  • Jaga jarak penglihatan sedekat mungkin. Misalnya, duduklah di bangku depan mobil, di dekat sayap pesawat, dan di dek yang berada di tengah kapal.
  • Bernapaslah dengan udara segar jika memungkinkan. Misalnya dengan membuka jendela mobil.
  • Tutup mata dan cobalah untuk tidur.
  • Jangan membaca atau menonton film selama perjalanan.
  • Dianjurkan untuk tidak menatap benda yang bergerak seperti ombak atau mobil lainnya. Sebagai gantinya, lihat ke depan, sedikit di atas cakrawala, di tempat atau objek yang tetap.
  • Hindari makanan berat atau alkohol sebelum dan selama bepergian. Mungkin juga layak untuk menghindari makanan pedas atau berlemak.
  • Apabila perjalanan yang ditempuh jauh, istirahatlah sejenak untuk menikmati udara segar, minum air dingin dan jika mungkin, berjalan-jalanlah sebentar.

Jika sudah terlanjur mabuk, bagaimana mengobati mabuk perjalanan?

Ada beberapa obat yang bisa mengurangi, atau mencegah gejala mabuk perjalanan. Anda bisa membelinya dari apotek atau meminta resep dari dokter. Obat-obat ini bekerja dengan cara mengganggu sinyal saraf seperti yang telah dijelaskan di atas. Meskipun dianjurkan agar diminum sebelum perjalanan, obat ini masih dapat bereaksi atau memberikan efek apabila Anda meminumnya setelah gejala mabuk mulai dirasakan.

( ! ) Beberapa obat mabuk perjalanan memiliki efek samping yaitu dapat menyebabkan kantuk. Oleh sebab itu, janganlah menyetir atau mengoperasikan alat berat ketika mengonsumsi obat ini.

Selain itu, beberapa obat dapat bereaksi terhadap alkohol atau obat-obatan lain, berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu untuk mengetahui tentang hal ini.

Beberapa jenis obat mabuk perjalanan diantaranya:

# Hyoscine

Adalah obat yang paling efektif untuk mengatasi mabuk perjalanan. Obat ini bekerja dengan cara mencegah pesan saraf yang membingungkan masuk ke otak Anda. Ada beberapa merek obat yang mengandung hyoscine dan berbentuk larutan untuk anak-anak. Waktu yang dianjurkan untuk meminum obat ini adalah 30-60 menit sebelum perjalanan dan efeknya bisa bertahan hingga 72 jam.

Ada satu lagi obat (hanya tersedia dengan resep dari dokter) berbentuk seperti tambalan (seperti koyo) untuk usia 10 tahun ke atas. Caranya tempelkan pada kulit di belakang telinga 5-6 jam sebelum perjalanan dan lepaskan apabila telah sampai. obat ini melepaskan hyoscine ke dalam aliran darah. Namun perlu waspada terhadap efek samping hyoscine, seperti mulut kering, kantuk dan penglihatan kabur. Namun, efek samping ini jarang terjadi.

# Antihistamin

Antihistamin juga bisa bermanfaat, meski tidak seefektif hyoscine. Namun, biasanya obat mabuk perjalanan ini memiliki efek samping yang lebih sedikit. Ada beberapa jenis antihistamin. Beberapa dapat menyebabkan kantuk misalnya prometazin, yang berguna bagi anak kecil dalam perjalanan jauh. Untuk orang dewasa mungkin lebih cenderung memilih obat yang efek samping kantuknya lebih sedikit misalnya cinnarizine atau cyclizine.

Di indonesia, contoh obat yang populer adalah Antimo.

# Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif ini bisa berguna dan juga bisa menjadi pelengkap obat-obatan di atas apabila diperlukan:

  • Salah satu teknik yang telah terbukti berhasil dalam uji klinis adalah dengan cara mengambil nafas dalam-dalam dan perlahan, sambil memusatkan perhatian pada pernapasan Anda.
  • Anda juga dapat meminimalisir mabuk dengan mendengarkan musik, atau lebih baik murottal Al-qur’an (bagi umat muslim).
  • Jahe juga bisa mengurangi efek mabuk perjalanan pada beberapa orang. Bisa dimakan dalam bentuk biskuit atau diminum seperti teh atau sebagai tablet, diminum sebelum perjalanan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer