Macam-macam Penyakit Jantung yang Perlu Anda Tahu

Penyakit jantung koroner hanya salah satu dari berbagai jenis penyakit jantung. Kenalilah lebih dalam macam-macam penyakit jantung dan penyebabnya agar dapat dilakukan pencegahan sejak dini.

Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular mengacu pada sejumlah kondisi yang mengakibatkan jantung tidak dapat bekerja secara semestinya. Penyebabnya akibat aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung yang terhambat akibat rusaknya pembuluh darah koroner, katup jantung yang tidak bekerja dengan baik, denyut jantung yang berdetak terlalu cepat atau lambat dalam jangka panjang, disfungsi otot jantung atau kelainan jantung bawaan.

macam macam penyakit jantung

Seperti yang kita ketahui, jantung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran vital bagi kelangsungan hidup. Jika terdapat gangguan sedikit saja pada organ tubuh yang memiliki fungsi utama memompa darah ke seluruh tubuh ini, maka risiko kematian pun siap mengancam nyawa kita.

Tak dapat dielakkan lagi betapa pentingnya kita untuk menjaga kesehatan jantung guna terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan ini. Oleh karena itu, ketahuilah macam-macam penyakit jantung beserta penyebabnya berikut ini agar lebih membuka kesadaran kita untuk lebih mewaspadai kedatangannya.

Macam-Macam Penyakit Jantung, Penyebab dan Gejalanya

Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular seringkali digolongkan oleh banyak orang ke dalam satu kategori, yaikni jantung koroner. Pemikiran seperti ini sebenarnya kurang tepat. Mengapa demikian? karena setiap masalah baik pada jantung atau pembuluh darah dapat menyebabkan penyakit jantung yang berbeda-beda jenisnya.

Berikut macam-macam penyakit jantung, penyebab serta gejalanya yang harus diwaspadai!

1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner atau coronary artery disease (CAD) merupakan jenis penyakit jantung yang paling umum. Adanya penyakit jantung koroner ini disebabkan oleh pembentukan plak di sepanjang dinding arteri akibat proses akumulasi dari menumpuknya kolesterol atau lemak dalam jangka panjang.

Kondisi yang disebut juga dengan aterosklerosis ini menyebabkan terjadinya penyempitan pada dinding arteri, akibatnya aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun terhambat. Aterosklerosis dapat menyebabkan angina atau nyeri di dada. Lambat laun, kondisi ini dapat memicu terjadinya serangan jantung akibat terbentuknya penggumpalan darah yang memblokir aliran darah menuju jantung secara total .

Pada tahap awal, penyakit jantung koroner mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Namun seiring berjalannya waktu, arteri yang mulai tersumbat menyebabkan penderitanya akan mengalami beberapa gejala. Diantaranya seperti, nyeri di dada, sesak napas, denyut jantung yang berdetak lebih cepat, pusing dan mual.

Sebelum penyakit jantung koroner ini menyerang, terapkanlah sejak dini pola makan yang sehat. Kurangi atau hindari konsumsi makanan yang tinggi lemak atau kolesterol jahat, perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan dan jangan lupa untuk rutin berolahraga minimal dua kali dalam seminggu.

2. Aritmia

Aritmia merupakan masalah atau gangguan pada irama jantung yang dapat berdetak lebih lambat (bradikardia), lebih cepat (takikardia) atau tidak teratur akibat impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan pada detak jantung ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke dan gagal jantung.

Ada beberapa jenis aritmia yang paling umum dijumpai, antara lain:

  • Fibrilasi atrium. Kondisi dimana atrium atau ruang jantung bagian atas berkontraksi secara tidak teratur.
  • Kontraksi ventrikel prematur. Kontraksi sangat cepat dan tidak beraturan pada ventrikel atau ruang bawah jantung.
  • Bradikardia. Melambatnya detak jantung akibat gangguan pada sistem konduksi jantung.

Seseorang yang mengalami aritmia dapat merasakan gejalanya berupa rasa berdebar di dada, detak jantung tidak teratur (lebih cepat atau lebih lambat), sesak napas, kelelahan, pusing hingga pingsan. Segera periksakan diri ke dokter apabila mendapati kondisi seperti ini, agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

3. Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) bukanlah kondisi dimana jantung seseorang berhenti berdetak melainkan kegagalan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh akibat kelainan pada otot-otot jantung.

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat menjadi pemicu terjadinya gagal jantung. Diantaranya seperti, penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit katup jantung, pembesaran jantung (kardiomegali), cacat jantung sejak lahir dan infeksi paru-paru kronis.

Ada beberapa gejala yang menjadi pertanda seseorang menderita gagal jantung kongestif, seperti sesak napas terutama saat berbaring, mudah lelah, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, batuk, kenaikan berat badan yang drastis atau tiba-tiba dan menurunnya nafsu makan.

Dalam kondisi parah, penderitanya akan mengalami gejala nyeri teramat sangat di dada yang menjalar melalui tubuh bagian atas, kulit menjadi kebiru-biruan, napas terengah-engah dan pingsan. Bahkan bila penderitanya tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat dapat berakibat pada kegagalan organ tubuh lain hingga kematian mendadak.

4. Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung menjadi salah satu dari macam-macam penyakit jantung lainnya. Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan atau masalah pada salah satu atau lebih dari keempat katup jantung yang ada. Katup jantung sendiri berfungsi untuk memastikan bahwa aliran darah yang berasal dari seluruh tubuh dapat berjalan seirama secara satu arah, baik itu yang berada di dalam jantung maupun yang keluar dari jantung.

Gangguan utama pada katup jantung seperti stenosis dan prolaps katup mitral tentunya akan menyulitkan jantung untuk bekerja secara efisien. Penyebab datangnya penyakit ini bisa jadi akibat penyakit bawaan yang disebut dengan penyakit katup jantung kongenital. Suatu kondisi dimana katup memiliki ukuran juga bentuk daun katup yang abnormal atau tidak menempel dengan benar.

Selain itu, ada pula beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada katup jantung seperti demam rematik, endokarditis, kardiomiopati, tekanan darah tinggi, serangan jantung, radiasi, obat-obatan tertentu, tumor dan beberapa faktor lainnya.

Gejala yang paling umum dari penyakit katup jantung berupa sakit atau nyeri di dada, merasa kelelahan yang sangat, pusing, sesak napas dan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki atau pada tangan.

5. Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan kelainan pada otot jantung (otot kardiak) yang menyebabkan ukuran dan bentuk otot jantung menjadi mengeras (restriktif), membesar atau menebal (hipertropik). Kelainan ini secara langsung dapat menganggu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Manifestasinya apabila tidak dimonitor dan ditangani dengan tepat maka dapat mengakibatkan kematian mendadak atau gagal jantung.

Meskipun para ahli belum dapat menemukan penyebab utama terjadinya kardiomiopati, namun ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan kondisi ini. Diantaranya seperti, infeksi virus yang menyerang otot jantung (miokarditis), genetika, radiasi, gangguan jaringan ikat, amiloidosis (gangguan yang memicu produksi protein abnormal), dan beberapa penyebab lainnya. Tak jarang dalam beberapa kasus, otot jantung menebal tanpa penyebab.

Gejala kardiomiopati memiliki kemiripan dengan macam-macam penyakit jantung lainnya, seperti sesak napas, kelelahan, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki atau tangan, nyeri di dada hingga pingsan.

6. Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung kongenital merupakan suatu kondisi kelainan jantung pada bayi sejak dalam kandungan dan terjadi pada sekitar 1 dari setiap 100 kelahiran. Beberapa jenis penyakit jantung kongenital yang paling umum meliputi:

  • Defek septum atrium (ASD) dan Defek septum ventrikel (VSD). Kondisi kelainan jantung bawaan dimana terdapat lubang pada dinding jantung (septum) yang memisahkan atrium kanan dan kiri.
  • Patent ductus arteriosus (PDA). Kondisi dimana ductus arteriosus (arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) gagal menutup setelah bayi lahir.

Kelainan jantung kongenital merupakan jenis cacat lahir yang menyebabkan masalah pada jantung bayi sejak masih dalam kandungan. Penyebabnya pun sebagian besar tidak diketahui. Meski begitu para ahli menduga faktor lingkungan seperti ibu yang merokok atau terpapar asap rokok, mengonsumsi alkohol, mengalami infeksi saat kehamilan (seperti virus TORCH) atau mengonsumsi obat-obatan tertentu di luar resep dokter memiliki andil sebesar 3% dari terjadinya kondisi ini.

Bayi yang memiliki kelainan jantung kongenital akan mengalami beberapa gejala seperti wajah, lidah, bibir, kuku, ujung kaki dan tangan menjadi kebiruan terlebih saat bayi menangis atau mengedan saat buang air besar, sesak napas atau napas tersengal-sengal, sering tersedak ketika menyusu, berat badan sulit meningkat bahkan cenderung menurun dan terlihat lemas.

Meski begitu, tidak semua kelainan jantung kongenital serta merta menimbulkan gejala saat bayi baru dilahirkan. Pada kasus penyakit jantung bawaan yang ringan, seringkali tidak menimbulkan gejala apapun sampai si bayi/anak dibawa ke dokter atau ketika ia beranjak remaja atau dewasa.

Kecuali penyakit jantung bawaan, sebenarnya secara umum jenis atau macam-macam penyakit jantung lainnya dapat dicegah kedatangannya. Bagaimana caranya? cukup dengan menerapkan gaya hidup sehat ditambah olahraga secara rutin minimal dua kali seminggu. Kebiasaan baik ini bukan hanya berdampak pada kesehatan jantung saja, namun berdampak luas pada kesehatan organ tubuh secara keseluruhan.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer