Kenali Makanan Penyebab Batu Ginjal dan Pencegahannya

Bagi Anda yang pernah mengalami penyakit batu ginjal, hal tersebut pasti terasa sangat menyakitkan. Tentu Anda tidak ingin mengalaminya lagi, kan? Oleh sebab itu lakukan pencegahan, salah satunya dengan cara menghindari makanan penyebab batu ginjal.

Secara umum, laki-laki lebih berisiko mengalami batu ginjal dibanding perempuan. Mungkin hal ini terjadi akibat pola kebiasaan laki-laki yang cenderung lebih suka menahan buang air kecil dan kurang memperhatikan pola makan yang sehat untuk ginjal. Di samping itu, laki-laki, terutama pekerja lapangan sering berkeringat banyak namun kurang minum air putih.

makanan penyebab batu ginjal

Setidaknya hal-hal seperti itulah yang bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terkena penyakit batu ginjal. Namun pada pembahasan kali ini kita fokuskan pembahasan mengenai makanan-makanan penyebab batu ginjal.

Tahukah Anda? Ada empat jenis batu ginjal, yaitu asam urat, kalsium, sistin dan struvite. Jika Anda tidak mengatur pola makan dan asupan gizi, maka Anda bisa berisiko memiliki salah satu atau bahkan beberapa batu ginjal tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui makanan penyebab batu ginjal.

Apa Saja Makanan Penyebab Batu Ginjal?

Ada beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan batu ginjal, seperti di bawah ini:

1. Makanan yang Banyak Mengandung Natrium

Makanan penyebab batu ginjal yang pertama adalah makanan yang terasa asin karena dianggap banyak mengandung natrium (garam). Ketika kandungan natrium dalam tubuh Anda semakin tinggi, maka hal tersebut akan memaksa ginjal untuk mengeluarkan banyak kalsium dalam urin Anda. Kelebihan kalsium dalam urin inilah yang mengakibatkan kalsium bergabung  dengan fosfor dan oksalat sehingga membentuk batu ginjal. Konsumsi harian natrium yang direkomendasikan adalah 2.300 miligram.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang tinggi natrium, seperti di bawah ini:

  • Makanan cepat saji.
  • Sup dan Sayuran Kaleng.
  • Hot dog.
  • Makanan yang diawetkan.
  • Ikan asin
  • Kerupuk, keripik, dan cemilan asin lainnya.

2. Makanan yang Banyak Mengandung Protein Hewani

Jenis makanan selanjutnya yang termasuk dalam makanan penyebab batu ginjal adalah yang mengandung banyak protein hewani. Lalu, mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin daging, ikan, dan telur termasuk makanan penyebab batu ginjal?

Ternyata, makanan-makanan tersebut terdiri atas purin yang kemudian menjadi asam urat dalam urin. Asam sitrat membantu menghentikan pembentukan batu ginjal, namun protein hewani menimbulkan ekskresi (pengeluaran) kalsium dan menghemat pembuangan asam sitrat ke dalam urin. Jadi, urin yang mengandung asam urat dan kalsium tinggi serta asam sitrat yang rendah, dapat menimbulkan batu ginjal.

Dengan demikian, sebaiknya Anda membatasi makan makanan yang banyak mengandung protein hewani, seperti steak, daging sapi, kambing, babi, kalkun, susu skim, ikan, telur, kerang, daging ayam, hati ayam, dan daging merah. Terutama bagi Anda yang beresiko.

Imbangilah asupan makanan sumber protein hewani di atas dengan banyak minum air putih, buah, dan sayuran.

3. Makanan yang Banyak Mengandung Oksalat

Makanan penyebab batu ginjal yang terakhir adalah  makanan yang banyak mengandung oksalat (asam organik). Tubuh kita sebenarnya dapat menghasilkan oksalat, sehingga apabila Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung oksalat, maka akan meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh. Hal tersebut dapat menimbulkan batu kalsium oksalat dalam saluran kencing.

Jadi, bagi Anda yang beresiko, mulai sekarang Anda harus mengurangi makan makanan yang mengandung banyak oksalat, seperti bir, kopi, cokelat, kacang-kacangan, jeruk, talas, susu kedelai, gandum, kacang-kacangan, soda (cola), ubi jalar, teh hitam, tahu, dan bayam.

Simak juga pembahasan mengenai Gejala dan Penyebab Batu Ginjal

Faktor-faktor lain yang Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Selain makanan penyebab batu ginjal, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat Anda lebih mudah terkena penyakit tersebut, diantaranya:

  1. Riwayat keluarga: Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami batu ginjal atau Anda sendiri pernah mengalaminya, maka risiko Anda juga lebih besar untuk terkena penyakit yang sama.
  2. Makan Sembarangan: Dengan banyak mengonsumsi makanan tanpa membatasi jumlah gula, protein, dan natrium akan membuat anda lebih mudah terkena penyakit batu ginjal.
  3. Dehidrasi: Jika Anda kurang minum air setiap hari, maka risiko untuk terkena penyakit ginjal makin besar. Terutama bagi Anda yang tinggal di iklim Tropis. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan bahwa tubuh tidak kekurangan cairan.
  4. Operasi: Jika Anda pernah mengalami operasi pada organ-organ yang terkait dengan proses pencernaan, maka hal itu bisa menjadi salah satu faktor risiko terkena penyakit batu ginjal. Jenis operasi, seperti kasus diare kronis, radang usus, dan lambung dapat memengaruhi penyerapan air dan kalsium, sehingga dapat menimbulkan batu ginjal.
  5. Kelebihan berat badan: Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan dapat terkena penyakit batu ginjal dengan risiko lebih besar.
  6. Kondisi medis: Bagi Anda penderita gangguan infeksi saluran kemih, cystinuria, asidosis tubulus renalis, hiperparatiroidisme, dan bahkan penggunaan beberapa obat dapat meningkatkan risiko lebih cepat terkena penyakit batu ginjal

Setelah Anda mengetahui makanan-makanan penyebab batu ginjal serta faktor resikonya, maka sekarang saatnya Anda untuk memperhatikan bagaimana cara mencegahnya.

Cara Mencegah Batu Ginjal

Mencegah batu ginjal merupakan gabungan dari perubahan gaya hidup dan pengobatan. Karena kedua faktor tersebut sangat berperan penting. Apa sajakah perubahan gaya hidup dan pengobatan yang dimaksud? berikut penjelasannya.

1. Perubahan gaya hidup

Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit batu ginjal dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Mulailah dengan melakukan beberapa hal, seperti berikut:

  • Banyak minum air: Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit batu ginjal, maka setidaknya harus buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari. Dokter juga biasanya menganjurkan untuk mengukur jumlah urin yang keluar guna memastikan bahwa Anda sudah banyak minum air. Terutama bagi Anda yang tinggal di daerah beriklim yang panas atau suka berolahraga, Anda harus lebih banyak minum air agar urin yang dihasilkan juga banyak. Air seni yang terang dan jernih (tidak keruh), menandakan bahwa Anda sudah cukup minum air putih. Dengan demikian Anda dapat menghindari risiko terkena penyakit batu ginjal.
  • Kurangi makanan yang mengandung oksalat: Jika tubuh Anda memiliki kadar oksalat yang tinggi, maka dokter akan menyarankan untuk membatasi makanan yang kaya oksalat seperti telah dijelaskan sebelumnya.
  • Kurangi garam dan protein hewani: Mengurangi jumlah garam pada makanan yang Anda konsumsi dan memilih sumber protein nabati, seperti kacang polong merupakan langkah yang tepat untuk menghindari penyakit batu ginjal.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium: Kalsium dalam makanan tidak berpengaruh langsung pada risiko munculnya batu ginjal. Jadi, tidak masalah jika Anda ingin mengonsumsi makanan kaya kalsium, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Tanyakan kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen kalsium, karena ini terkait dengan peningkatan risiko batu ginjal. Diet rendah kalsium bisa meningkatkan pembentukan batu ginjal pada beberapa orang.

2. Pengobatan

Obat-obatan dapat mengendalikan jumlah mineral dan asam dalam urin Anda. Hal ini dapat membantu mengurangi pembentukan beberapa jenis batu ginjal. Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter bergantung pada jenis batu ginjal yang Anda miliki. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Batu kalsium: Untuk membantu mencegah pembentukan batu kalsium, dokter akan merekomendasikan diuretik thiazid atau preparat yang mengandung fosfat.
  • Batu asam urat: Dokter mungkin akan merekomendasikan allopurinol (Zyloprim, Aloprim) untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah dan air seni serta obat untuk menjaga zat alkali dalam urin. Dalam beberapa kasus, allopurinol dan zat alkali dapat menghancurkan batu asam urat.
  • Batu struvite: Untuk mencegah timbulnya batu struvite, dokter akan menyarankan strategi agar urin bebas dari bakteri penyebab infeksi. Hal tersebut dapat dibantu dengan penggunaan antibiotik dengan dosis kecil dalam jangka panjang.
  • Batu sistin: Batu sistin merupakan jenis batu ginjal yang sulit diobati. Untuk mengatasi batu tersebut, dokter akan menyarankan minum lebih banyak air, sehingga menghasilkan urin lebih banyak.

Selengkapnya bisa Anda pelejari di sini:

Untuk menghindari munculnya batu ginjal dalam urin Anda, sebaiknya selalu berkonsultasi kepada dokter terkait menu makanan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut. Ingat mencegah lebih baik dari pada mengobati.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer