Mengenal Tanda-tanda Sirkulasi Darah yang Buruk

Kaki dan tangan sering terasa dingin disertai mati rasa atau kesemutan bisa jadi merupakan gejala awal yang menunjukkan tanda-tanda sirkulasi darah yang buruk. Segera lakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan terlebih bila mendapati gejala lainnya seperti kulit yang nampak pucat, varises, gangguan pencernaan, mudah lelah dan sakit.

sirkulasi darah yang buruk

Jantung bertanggung jawab memompa darah yang kaya akan oksigen juga nutrisi ke seluruh tubuh. Dalam keadaan istirahat, jantung memompa sekitar 4 hingga 5 liter darah setiap menitnya melalui sistem sirkulasi yang terbagi menjadi dua, yakni sirkulasi pulmonar dan sirkulasi peripheral atau sistemik.

Ketika sistem sirkulasi darah memburuk, maka aliran darah ke seluruh tubuh akan terhambat. Organ-organ tubuh pun tak mampu bekerja optimal. Meski pada awalnya kondisi ini tidak langsung terlihat jelas, namun bila terus berlanjut, maka dampaknya akan sangat fatal karena dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi serius.

Bergantung pada seberapa buruknya sirkulasi darah yang didalami, inilah tanda-tanda sirkulasi darah buruk yang harus dikenali.

Apa Saja Tanda-Tanda Sirkulasi Darah yang Buruk?

1. Sering Mengalami Kesemutan di Kaki dan Tangan

Satu dari beberapa gejala yang paling umum akibat buruknya sirkulasi darah ditandai dengan mati rasa atau kesemutan pada kaki juga tangan. Buruknya sirkulasi darah menyebabkan kaki atau tangan terasa dingin disertai dengan mati rasa hingga nyeri tajam seperti tertusuk jarum.

Selain itu, seseorang dengan sirkulasi darah yang buruk biasanya kerap merasakan nyeri di betis juga kaki terlebih selepas duduk atau berdiri lama.

Baca juga: Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya

2. Gangguan Fungsi Kognitif

Otak membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi yang begitu besar guna menjalankan fungsinya, bahkan dengan kadar yang jauh melebihi organ tubuh lainnya. Untuk mencapai otak, asupan oksigen juga nutrisi yang di bawa darah tersebut tentunya sangat bergantung pada kelancaran sistem sirkulasi darah.

Karena itulah, ketika sirkulasi darah memburuk dan darah tidak dapat mengalir dengan sempurna ke otak, maka akan timbul berbagai gangguan fungsi kognitif. Diantaranya seperti kesulitan mengingat, berkonsentrasi, kesulitan belajar hal-hal baru dan disorientasi atau kebingungan.

3. Gangguan Sistem Pencernaan

Sama seperti organ tubuh lainnya, sistem pencernaan atau gastrointestinal juga membutuhkan suplai darah yang kaya akan oksigen guna menjalankan berbagai fungsinya seperti mencerna makanan.

Ketika sirkulasi darah memburuk, sistem pencernaan pun akan mengalami penurunan fungsi. Akibatnya akan timbul berbagai masalah pencernaan. Mulai dari sakit perut, diare, kolitis dan berbagai dampak buruk lain yang bukan tidak mungkin dapat berubah menjadi ancaman serius.

4. Kelelahan Otot

Kelelahan otot merupakan kondisi dimana otot tidak mampu lagi berkontraksi dalam jangka waktu tertentu. Melambatnya aliran darah akibat sirkulasi darah yang buruk membuat otot kehilangan energi. Tubuh pun akan menjadi lemas atau kurang bertenaga.

Sirkulasi darah yang buruk juga dapat menyebabkan timbulnya kram otot, terutama pada tungkai bawah, yakni paha, betis hingga kaki. Dalam kondisi tertentu, kram otot juga bisa jadi merupakan bentuk komplikasi dari penyakit serius seperti gagal ginjal kronis, diabetes atau penyakit arteri perifer.

5. Perubahan Warna Kulit

Perubahan warna kulit juga dapat menjadi indikasi yang menunjukkan tanda-tanda sirkulasi darah yang buruk. Kurangnya asupan darah ke jaringan kulit dapat menyebabkan kulit terlihat pucat hingga timbulnya penyakit livedo reticularis yang ditandai dengan bercak kulit berwarna merah kebiruan dengan pola retikular seperti jala.

6. Kerontokan Rambut

Kurangnya aliran darah menjadi salah satu penyebab terjadinya kerontokan rambut di kepala dan area kulit lain yang ditumbuhi bulu rambut. Kondisi ini berlaku pula pada kuku, dimana sirkulasi darah yang buruk akan sangat mempengaruhi kesehatan kuku. Menyebabkan perubahan warna, penebalan dan melambatnya pertumbuhan kuku.

7. Angina

Penyempitan pembuluh arteri menyebabkan sistem sirkulasi terganggu. Aliran darah dan oksigen menuju otot jantung pun tersendat sehingga akan timbul rasa nyeri di dada atau angina. Kondisi ini tidak dapat diremehkan, karena bila terus terjadi dapat berakibat fatal.

8. Varises

Sirkulasi darah yang buruk dapat pula ditandai dengan penampakan urat-urat halus yang menyembul di sekitar betis belakang. Kondisi yang dikenal dengan nama varises ini terjadi akibat melemahnya katup-katup vena sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat dan beban vena pun akan semakin berat.

9. Melemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh berkaitan erat. Pasalnya, sel darah putih sebagai komponen utama sistem kekebalan tubuh, memiliki salah satu sel yang dinamai monosit. Sel monosit ini beredar melalui sistem sirkulasi darah untuk menembus dinding kapiler sebelum masuk ke dalam jaringan penyambung darah selama beberapa hari.

Mekanisme kerja yang disebut dengan fagositosis antigen ini tentunya sangat bergantung pada kelancaran sistem sirkulasi darah. Karena itulah ketika sistem sirkulasi darah dalam keadaan yang buruk, sistem kekebalan tubuh pun akan menurun. Akibatnya seseorang akan mudah terserang penyakit dan proses penyembuhan luka pun akan berlangsung lebih lama.

10. Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi atau yang lebih dikenal dengan impotensi terjadi karena terganggunya aliran darah menuju penis. Akibatnya, sebagian pria yang mengalami kondisi ini tidak mampu mendapat kepuasan orgasme ketika memadu kasih dengan pasangan tercinta.

Jika merasa mengalami satu atau beberapa tanda-tanda sirkulasi darah yang buruk diatas, maka segera lakukan perubahan gaya hidup. Mulai lah untuk lebih sering berolahraga dan mengonsumsi banyak sayur juga buah-buahan. Jauhi stres, rokok juga minuman keras. Lebih lanjut, baca: Cara Alami Melancarkan Sirkulasi Darah

Bila mencurigai ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk, jangan segan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat.

DISKUSI TERKAIT

Baca juga