Penyebab dan Obat Sakit Gigi yang Tidak Berlubang

Penggunaan obat sakit gigi yang tidak berlubang maupun berlubang dengan obat pereda nyeri ataupun bahan alami dimaksudkan sebagai pengobatan sementara untuk meredakan gejalanya. Penting untuk bersegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab pasti dan pengobatan yang tepat.

Sakit gigi merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri di dalam atau di sekitar gigi dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Rasa nyeri yang dialami pun dapat terjadi secara terus menerus atau hilang timbul.

obat sakit gigi tidak berlubang

Selain nyeri, gejala yang dapat timbul akibat sakit gigi yakni pembengkakan di wajah atau di pipi tempat dimana gigi terinfeksi. Umumnya gejala infeksi juga disertai dengan demam, pusing serta gusi merah dan meradang. Tak jarang dari mulut penderitanya pun tercium bau yang tak sedap.

Umumnya sakit gigi disebabkan oleh gigi yang berlubang. Meski begitu, pada beberapa kasus, sakit gigi juga bisa dirasakan oleh gigi yang tidak berlubang. Apapun bentuknya, sakit gigi dapat menunjukkan adanya gejala serius yang harus segera ditangani dengan cepat. Untuk itu, mari ketahui lebih jauh tentang penyebab sakit gigi diluar gigi berlubang dan apa saja obatnya.

Penyebab Sakit Gigi yang Tidak Berlubang

Penyebab sakit gigi umumnya terkait dengan gigi yang berlubang. Namun, mengingat kompleksitas bagian dalam gigi yang terhubung dengan berbagai jaringan di sekitarnya membuat sakit gigi tidak hanya disebabkan oleh gigi yang berlubang saja.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, mulai dari trauma gigi yang menyebabkan keretakan pada gigi, sinusitis, kebiasaan menggeretakan gigi, hingga kondisi serius seperti angina yang kerap membuat penderitanya merasakan gejala sakit gigi.

Selengkapnya dapat disimak pada penjelasan berikut ini:

1. Trauma Gigi

Trauma gigi atau yang dikenal dengan Traumatic Dental Injury (TDI) merupakan gejala kerusakan pada jaringan keras gigi, yaitu jaringan yang mengandung bahan kapur yang terdiri dari jaringan email, jaringan dentin dan jaringan sementum.

Trauma pada gigi ini umumnya terjadi akibat ketidaksengajaan (unintentional trauma), seperti terjatuh atau kecelakaan yang memberikan pukulan keras terhadap mulut sehingga menyebabkan keretakan pada gigi yang terlihat dengan jelas.

Meski begitu, tak jarang keretakan pada gigi ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, karena begitu kecil atau tipis sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Lambat laun, kondisi yang tidak disadari ini memberikan celah pada bakteri untuk masuk dan menginfeksi hingga ke jaringan sementum (akar) gigi yang menimbulkan peradangan.

2. Sinusitis

Secara anatomi, gigi geraham atas letaknya berdekatan bahkan terkadang akarnya sampai pada satu rongga sinus yang disebut dengan sinus maksilaris. Ketika terjadi infeksi pada bagian gigi tersebut maka infeksinya dapat menjalar hingga ke rongga sinus dan memicu terjadinya sinusitis.

Untuk menangani kasus seperti ini, tindakan terbaik yang harus dilakukan yakni dengan segera memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri penyebabnya. Apabila gejalanya terus berlanjut maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan pencabutan pada gigi yang terinfeksi agar tidak terjadi komplikasi ke organ sekitar sinus.

3. Kebiasaan Menggertakkan Gigi

Kebiasaan menggeretakan gigi atau dikenal juga dengan istilah bruxism dapat memicu tekanan berlebih pada jaringan pendukung gigi. Akibatnya bukan hanya pada sakit gigi saja, sendi rahang dan otot pun turut terkena imbasnya.

4. Resorpsi

Resorpsi merupakan kondisi yang menggambarkan hilangnya struktur gigi akibat kerja sel tubuh yang menyerang bagian dari gigi. Berdasarkan etiologinya resorpsi dibagi menjadi dua yakni resorpsi internal dan ekternal.

Sebenarnya banyak faktor yang memicu terjadi resorpsi diantaranya seperti trauma, inflamasi dan bahan kimia. Namun, menurut Scleroderma Foundation, kondisi ini seringkali disebabkan oleh penyakit scleroderma, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem imun dan menimbulkan gejala berupa pengerasan dan penebalan kulit.

5. Kondisi Medis

Sakit gigi yang terasa menyakitkan juga mengindikasikan adanya kondisi medis yang lebih serius. Menurut Yale Medical School, sakit gigi erat kaitannya dengan gejala angina. Angina sendiri merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri di dada akibat kurangnya oksigen dalam darah yang menuju ke jantung.

Bahkan menurut para ahli, bakteri dalam mulut juga dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung yang mematikan. Untuk itu, berhati-hatilah ketika mengalami sakit gigi yang tak kunjung sembuh. Periksakan segera ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Obat Sakit Gigi yang Tidak Berlubang

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit gigi. Mulai dari mengonsumsi obat pereda nyeri yang bisa didapatkan bebas di apotek tanpa resep dokter sampai menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak cengkeh atau bawang putih yang lazim di jumpai di dapur rumah.

Berikut obat sakit gigi yang tidak berlubang selengkapnya:

1. Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau obat golongan NSAID seperti aspirin dan ibuprofen menjadi obat sakit gigi yang tidak berlubang selanjutnya.

Baik paracetamol maupun aspirin atau ibuprofen, sama-sama mampu meredakan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Namun paracetamol lebih cocok diberikan untuk anak-anak, mengingat efek sampingnya yang lebih ringan dibandingkan obat golongan NSAID.

Jika sakit gigi dirasa sudah sangat menyiksa, maka cobalah untuk menggunakan obat yang mengandung metampiron, contohnya seperti antalgin, hufralgin atau infalgin. Berbeda dengan paracetamol atau ibuprofen yang dijual bebas, untuk mendapatkan jenis obat yang mengandung metampiron ini harus disertai dengan resep dokter.

2. Obat Topikal

Obat sakit gigi yang tidak berlubang tidak hanya tersedia dalam bentuk pil, ada juga obat topikal yang berbentuk gel atau cairan yang penggunaannya dengan cara dioleskan atau diteteskan langsung pada gigi yang sakit. Obat jenis topikal ini mengandung benzokain yang bekerja dengan cara mematikan saraf sementara sehingga mampu meredakan rasa sakit dengan cepat.

3. Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida merupakan pembasmi bakteri yang ampuh dan terbukti khasiatnya sebagai obat sakit gigi yang tidak berlubang maupun gigi berlubang. Senyawa kimia anorganik ini memiliki sifat oksidator kuat dan terbuat dari hidrogen dan oksigen.

Dalam mengatasi sakit gigi, kita dapat mempergunakannya sebagai obat kumur. Caranya? Ambil sebanyak 1 cup kecil hidrogen peroksida, lalu campurkan dengan segelas air. Kemudian berkumurlah selama 5 menit, muntahkan dan ulangi lagi selama 5 menit sampai rasa sakitnya berkurang.

Mengenai obat-obatan yang sering digunakan untuk meredakan sakit gigi Anda juga bisa simak penjelasannya disini: Obat Sakit Gigi yang Terbukti Paling Manjur

4. Air Garam

Ketika sakit gigi tiba-tiba menyerang, salah satu tindakan terbaik yang dapat dilakukan sebelum berkunjung ke dokter yakni dengan berkumur menggunakan air garam. Air garam dapat menjadi obat sakit gigi yang tidak berlubang karena mampu membunuh bakteri pada mulut sekaligus menenangkan rasa sakit.

Caranya pun sangat sederhana, hanya cukup dengan mencampurkan 1/2 sendok teh garam meja dengan segelas air putih, kemudian berkumurlah selama beberapa menit.

5. Kompres Air Es

Selain memberikan efek nyeri yang luar biasa, sakit gigi juga dapat menyebabkan pipi atau wajah mengalami pembengkakan. Kondisi ini menunjukkan adanya abses (kantung nanah) di akar gigi yang apabila tidak ditangani dengan segera maka akan menjalar ke rahang atau bagian gigi yang lainnya.

Sebagai pertolongan sementara untuk meringankan rasa sakit, cobalah untuk mengompres bagian pipi yang bengkak dengan handuk yang telah dicelupkan ke air es. Tempelkan pada pipi yang bengkak selama beberapa menit. Kemudian ulangi lagi sampai rasa sakit sudah cukup berkurang.

6. Es

Selain mengompres dengan menggunakan air es. Ada cara lain yang lebih sederhana untuk mengurangi nyeri akibat sakit gigi yakni hanya cukup dengan menggunakan es nya saja.

Bagaimana caranya? Pertama masukkan es ke dalam tangan di sisi tubuh yang sama dengan sakit gigi yang dirasa. Lalu gosokkan es di ruas antara jempol dengan telunjuk selama 7 menit atau sampai mati rasa. Para ahli percaya bahwa cara ini dapat mengganggu pengiriman sinyal rasa sakit menuju otak.

7. Minyak Cengkeh

Cengkeh yang menjadi salah satu jenis rempah-rempah khas dari Indonesia ini ternyata cukup efektif untuk dijadikan obat sakit gigi yang tidak berlubang. Bahkan menurut para ahli, keefektifannya mendekati kemampuan benzokain yang menjadi kandungan utama dalam obat topikal sakit gigi.

Dalam mengobati sakit gigi, biasanya cengkeh yang dipakai sudah diolah kedalam bentuk minyak cengkeh. Pengaplikasiannya pada gigi yang sakit cukup dengan merendam bola kapas pada minyak cengkeh. Untuk kemudian ditempelkan langsung pada gigi dan gusi yang sakit.

8. Bawang Putih

Selain cengkeh, bawang putih juga termasuk ke dalam salah satu bahan alami yang memiliki kemampuan dalam mengatasi sakit gigi karena bersifat anti-inflamasi.

Untuk menjadikannya sebagai obat sakit gigi yang tidak berlubang caranya cukup mudah. Haluskan saja dua siung bawang putih sampai benar-benar halus. Setelah itu tempelkan pada area gigi yang sakit selama 30 menit atau lebih.

Bawang putih juga bisa untuk telinga: Manfaat Bawang Putih untuk Telinga dan Cara Penggunaannya

9. Oil Pulling 

Oil pulling merupakan salah satu pengobatan tradisional India yang telah berabad-abad digunakan untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan mulut. Pada dasarnya, metode pengobatan ini dilakukan dengan cara berkumur menggunakan minyak. Biasanya minyak yang digunakan adalah minyak bunga matahari atau minyak wijen.

Lantas, bagaimana cara melakukannya? Sederhana saja, berkumurlah dengan menggunakan minyak yang telah dipilih selama 10-15 menit. Ketika berkumur, minyak yang ada di dalam mulut akan bercampur dengan air liur untuk mengikat bakteri di mulut.

Setelah 10-15 menit berkumur biasanya minyak akan berubah menjadi kental. Buang minyak tersebut dan bersihkan mulut secara menyeluruh dengan cara berkumur menggunakan air hangat sampai mulut terasa nyaman atau bebas dari minyak.

Perlu diperhatikan, bahwa obat sakit gigi yang tidak berlubang diatas hanya dimaksudkan sebagai pengobatan sementara. Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab pasti dan solusi yang tepat untuk mengobati sakit gigi yang dialami.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer