7 Penyakit Berbahaya Akibat Kekurangan Vitamin D

Berdasarkan sejumlah penelitian, kadar vitamin D yang begitu rendah di dalam tubuh dapat mengundang ancaman dari sejumlah masalah kesehatan serius. Apa saja itu? Berikut berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin D selengkapnya.

Berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin D yang terbilang serius

Vitamin D adalah pro-hormon jenis sterol yang mudah larut dalam lemak. Secara alami, vitamin ini dapat diproduksi oleh tubuh manusia dari sinar matahari yang diserap kulit. Selain itu, dapat pula diperoleh dari konsumsi berbagai jenis makanan seperti, ikan berlemak, hati sapi, jamur, keju, dan kuning telur.

Asupan harian vitamin D yang direkomendasikan para ahli bergantung pada usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Namun biasanya berkisar antara 400-800 IU per hari.

Kekurangan vitamin D tak sekedar terkait dengan kesehatan tulang, namun dapat berkorelasi erat dengan beragam penyakit serius seperti penyakit jantung, demensia, depresi, skizofrenia hingga beberapa jenis kanker. Berikut uraian selengkapnya.

1. Osteoporosis

osteoporosis akibat kekurangan vitamin D

Asupan vitamin D yang cukup terkait erat dalam pencegahan osteoporosis di kemudian hari. Hal ini lantaran vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme pertumbuhan tulang. Osteoporosis sendiri biasanya baru diketahui setelah penderitanya mengalami retak tulang akibat terjatuh atau kondisi lainnya.

Untuk itu, Yayasan Osteoporosis Internasional (International Osteoporosis Foundation, IOF) merekomendasikan asupan 400-800 IU vitamin D per hari untuk dewasa di bawah 50 tahun dan 800-1000 IU untuk dewasa di atas 50 tahun sebagai langkah pencegahan osteoporosis.

2. Rakitis

penyakit rakitis akibat kekurangan vitamin D

Rakitis adalah pelunakan dan pelemahan tulang pada anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D yang ekstrem dan berkepanjangan. Penyakit yang berpotensi besar menyebabkan patah tulang dan kelainan bentuk tulang ini lebih sering dialami oleh anak-anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Mengingat pada masa ini pertumbuhan tulang sedang berlangsung sangat pesat.

Karenanya, bayi dan balita di usia tersebut dianjurkan untuk mendapatkan minimal 8,5-10 mikrogram vitamin D setiap harinya guna menjaga kesehatan juga pertumbuhan tulangnya kedepan.

3. Penyakit Jantung

penyakit jantung akibat kekurangan vitamin D

Satu penelitian menemukan fakta bahwasanya seseorang dengan tingkat vitamin D yang sangat rendah, hampir 3 kali lebih berisiko meninggal karena gagal jantung dan 5 kali lebih berisiko meninggal karena kematian jantung mendadak. Meski demikian, belum jelas apakah suplementasi vitamin D yang lebih tinggi dapat menurunkan risiko ini.

Baca juga: Sehatkah Jantung Anda? Inilah 5 Indikator Kesehatan Jantung

4. Disfungsi Ereksi

disfungsi ereksi akibat kekurangan vitamin D

Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Heart Association di tahun 2015 , diketahui bahwa pria yang mengalami kekurangan vitamin D di dalam tubuhnya memiliki kemungkinan risiko yang lebih besar hingga 32% mengalami disfungsi ereksi dibandingkan pria dengan tingkat vitamin D yang cukup.

Temuan tersebut mencerminkan adanya efek yang dimiliki vitamin D pada fungsi vaskular, termasuk pembuluh yang membawa darah ke alat kelamin. Dalam beberapa kasus lainnya, disfungsi ereksi yang dialami pria dapat pula berasal dari komplikasi kondisi medis seperti, diabetes, kanker prostat dan tekanan darah tinggi.

5. Demensia

penyakit dementia akibat kekurangan vitamin D

Demensia adalah sebuah sindrom yang berhubungan dengan penurunan kemampuan fungsi otak dan bersifat kronis atau progresif. Dimana penderitanya akan mengalami berbagai gejala seperti menurunnya kemampuan berpikir, daya ingat yang berkurang dan perubahan perilaku yang sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk paling umum dari demensia, mewakili sekitar 80% kasus demensia. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan defisiensi vitamin D. Dimana orang-orang dengan tingkat vitamin D yang sangat rendah memiliki peningkatan risiko 125% lebih mungkin mengembangkan demensia dan gangguan neurodegeneratif.

6. Depresi

depresi akibat kurang vitamin D

Kekurangan vitamin D bisa saja menyebabkan gangguan suasana hati bahkan memicu depresi. Pada sebuah meta analisis besar dengan lebih dari 31 ribu subjek penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry, para ahli menemukan adanya korelasi antara defisiensi vitamin D dengan depresi.

Mereka para ahli beranggapan bahwa kondisi ini terkait erat dengan peran vitamin D dalam memengaruhi neurotransmitter di otak. Dimana ia dapat memicu pelepasan serotonin yang berperan sebagai kunci hormon kebahagiaan.

Lihat sumber