Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi dari Lahir, Cegah dari Sekarang!

Sungguh kasihan memang saat melihat seorang bayi lucu menggemaskan yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Dari situ, kebanyakan dari kita mungkin sempat bertanya-tanya kira-kira apa yang menjadi penyebab bibir sumbing.

Bibir sumbing, baik yang unilateral (hanya pada 1 bibir saja) atau yang bilateral, dapat diderita oleh bayi baru lahir apabila jaringan otot pada wajah dan mulutnya tidak menyatu dengan sempurna.

Biasanya, jaringan otot yang membentuk bibir dan langit-langit mulut janin akan mengalami proses penggabungan ketika usia kandungan masuk bulan ke-2 dan 3. Namun pada bayi yang menderita bibir sumbing, proses penyatuan itu tak pernah terjadi.  Kalau pun tetap berlangsung, proses penyatuannya mungkin tak sampai selesai sehingga masih menyisakan celah yang membuat tampilan bibir jadi kurang sempurna.

penyebab bibir sumbing

Kalau kondisi ini dibiarkan hingga bayi bertumbuh besar, maka cacat bawaan ini dapat membuat anak minder. Selain itu, bayi yang mengidap bibir sumbing juga akan mengalami kendala saat makan, minum, atau berbicara. Akibatnya mereka bisa mengalami underweight, kurang gizi, dehidrasi, dan lain sebagainya. Anak-anak ini juga beresiko terkena gangguan kesehatan lain seperti infeksi pendengaran atau masalah pada pertumbuhan giginya.

Menyibak Penyebab Bibir Sumbing Pada Bayi Baru Lahir

Pada kebanyakan kasus, penyebab bibir sumbing tidak diketahui secara pasti. Oleh karenanya, kondisi ini pun akhirnya tak dapat dicegah. Namun, para ahli menduga kalau penyebab bibir sumbing yang paling umum adalah karena faktor keturunan yang mungkin dipicu juga oleh faktor dari luar.

Baik ibu atau ayah, masing-masing pihak ternyata berpotensi menurunkan gen yang dapat menyebabkan bibir sumbing. Dan bila ada anggota keluarga sebelumnya yang memiliki bibir sumbing, maka itu juga memperbesar kemungkinan janin mengalami hal yang sama.Selain itu, bayi laki-laki juga beresiko lebih besar memiliki bayi sumbing dibanding perempuan.

Penyebab genetik lain yang mungkin agak susah dihindari adalah sindrom malformasi, seperti Van der Woude syndrome atau sindrom DiGeorge (velocardiofacial syndrome).Kedua sindrom ini sama-sama memiliki gejala yang salah satunya adalah bibir sumbing.

Bicara soal faktor keturunan, mungkin tak ada hal yang dapat kita lakukan untuk mengubahnya. Namun soal pemicu dari luar, untungnya masih ada tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan agar buah hati tak sampai terlahir dengan bibir sumbing. Dan berikut adalah beberapa hal yang diperkirakan dapat meningkatkan resiko bibir sumbing pada bayi, yaitu:

1. Apa yang dimakan/ diminum ibu saat hamil

Kebanyakan ahli menganggap bahwa konsumsi alkohol saat hamil (dalam bentuk apapun) juga bisa memicu terjadinya bibir sumbing pada buah hati. Penyebab lain bibir sumbing terkait makanan adalah karena defisiensi vitamin dan mineral, asam folat salah satunya. Maka dari itu, ketika mengandung, ada baiknya ibu rajin makan sumber asam folat seperti brokoli, lobak, seledri, almond, jagung, bayam, alpukat, jeruk, strawberry, raspberry, pisang, dll, agar tumbuh-kembang bayi tidak terhambat.

Lebih lanjut silahkan baca: Sumber Makanan yang Mengandung Asam Folat

2. Obesitas

Wanita yang memiliki bakat obesitas sebelum hamil digadang-gadang juga beresiko lebih tinggi dalam melahirkan bayi dengan bibir sumbing. Jadi, meski wajar untuk menambah berat badan saat hamil, namun sebaiknya tetap jangan berlebihan agar ibu tak sampai obesitas dan membahayakan tumbuh-kembang janin.

3. Rokok

Ibu hamil yang merokok saat mengandung memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan bibir sumbing, ketimbang yang tidak merokok. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya tidak merokok ataupun menjadi perokok pasif. Kenakan masker bila terpaksa harus berhadapan dengan orang lain yang merokok.

4. Diabetes

Diabetes yang diderita seorang wanita bahkan sebelum ia mengandung, juga dapat meningkatkan resiko bayi terlahir dengan bibir sumbing. Salah satu alasannya bisa jadi karena penyakit kencing manis tersebut membuat proses penyatuan jaringan otot janin berjalan lambat.

5. Efek samping obat tertentu

Perempuan yang menggunakan obat tertentu untuk merawat epilepsi seperti topiramate atau asam valproik pada trismester pertama kehamilannya, juga beresiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing. Jenis obat lain yang juga dapat meningkatkan resiko bibir sumbing pada bayi antara lain:

  • Obat jerawat yang mengandung accutane atau methotrexate
  • Obat untuk mengobati kanker
  • Obat yang dipakai penderita radang sendi
  • Obat untuk penyakit psoriasis

Obat yang mengandung isotretinoin, asetosal, aspirin, rifampisin, fenasetin, sulfonamid, aminoglikosid, indometasin, asam flufetamat, ibuprofen, penisilamin, antihistamin, antineoplastik, serta kortikosteroid.

Lebih lanjut pelajari di sini: Obat yang Aman untuk Ibu Hamil Trimester I – III

6. Virus

Penyebab bibir sumbing berikutnya bisa juga karena infeksi virus yang menyerang janin saat ia masih berada dalam kandungan.

7. Paparan zat kimia

Polusi atau paparan bahan kimia dari luar yang masuk dalam tubuh ibu, entah lewat makanan atau saluran pernafasan, juga dapat menjadi penyebab bibir sumbing berikutnya.

8. Sakit penyakit

Apa yang dirasakan oleh sang ibu, janin juga bisa terkena imbasnya. Kalau ibunya sakit, maka kondisi kesehatan serta perkembangan janin juga akan terganggu. Karena itu, segera mungkin periksa ke dokter kalau ibu mengalami sakit tertentu saat hamil. Bisa jadi penyakit tersembunyi menjadi penyebab bibir sumbing.

9. Stres

Stres yang dirasakan ibu hamil memperbesar resiko bayi lahir cacat atau keguguran. Bayi juga bisa lahir prematur dan terganggu tumbuh kembangnya kalau ibu hamil merasakan tekanan berat.

10. Morning sickness

Tenang ibu, yang kami maksud di sini bukanlah setiap morning sickness, tapi lebih kepada mual atau muntah yang terjadinya di luar batas. Mual atau muntah berlebihan dapat membuat tubuh ibu kekurangan gizi dan cairan, dan ini jelas tidak baik bagi perkembangan janin.

Oleh sebab itu, ketika ibu mengalami morning sickness berlebihan, ada baiknya ibu segera konsultasikan ke dokter. Dan jangan sampai enggan makan, karena bagaimanapun juga bayi tetap butuh nutrisi yang cukup agar dapat berkembang sempurna.

Setelah mengetahui beberapa penyebab bibir sumbing, mari kita lakukan upaya pencegahannya semaksimal mungkin agar bayi nantinya bisa terlahir sehat dan tak kekurangan suatu apapun.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer