Penyebab Bisul di Kepala dan Cara Mengatasinya

Nyatanya, bisul yang menyebalkan itu juga kerap muncul di kulit kepala. Ya, bisul di kepala termasuk kejadian umum, karena pada prinsipnya bisul bisa tumbuh di kulit mana saja, kecuali di telapak tangan dan kaki, serta area kulit lain yang tidak memiliki bulu rambut.

Jadi, selain adanya bakteri yang selalu mengancam, penyebab bisul di kepala salah satunya karena kulit yang memiliki folikel rambut, dimana bakteri menginfeksi daerah tersebut. Selain di kepala, folikel rambut ini juga terdapat di kulit lainnya, seperti kulit tubuh yang luas, ketiak dan daerah selangkangan.

Yang jelas, di mana pun bisul itu tumbuh, umumnya begitu menyakitkan, mungkin juga terasa gatal atau menyengat. Terlebih untuk bisul di kepala, karena dapat menyulitkan saat mencuci rambut, menyikat, menyisir atau menata rambut.

penyebab bisul di kepala

bisul di kepala; awalnya kecil lama-lama besar.

Kenapa bisa terjadi, apa penyebab bisul di kepala?

Sekilas, sudah disinggung dua faktor utama penyebab bisul di kepala, yaitu bakteri dan adanya folikel rambut. Dan tahukah Anda, bahwa bisul di area manapun pada tubuh paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus (Staph).

Uniknya, meskipun terdapat bakteri di luar kulit kepala kita, tidak serta merta ia menginfeksi dan menyebabkan bisul. Itulah hebatnya tubuh kita yang memiliki pelindung berupa zat minyak, dan barier yang terdapat pada struktur kulit itu sendiri.

Masalah muncul, ketika pertahanan awal tersebut rusak akibat cedera yang menimbulkan luka kecil atau goresan misalnya akibat garukan, sisir rambut, dll. Jika sudah ada perlukaan (meskipun tak terlihat), maka bakteri dapat masuk ke dalam kulit dan infeksi dapat berkembang. Jika sudah begini, terjadilah bisul di daerah tersebut.

Bisul biasanya dimulai sebagai benjolan kecil di bawah kulit, yang sering menyerupai jerawat. Infeksi kemudian membentuk abses, atau kantong nanah, yang dapat tumbuh sebesar bola golf atau bahkan lebih besar. Rasa sakit dapat muncul sedari awal kemunculannya.

Dibanding orang sehat, mereka yang mengidap penyakit gula (diabetes), gangguan sistem kekebalan, atau kekurangan nutrisi, lebih rentan terhadap bisul. Meskipun orang sehat walafiat, juga masih bisa terkena bisul.

Penting! Bagi yang sering mengalami bisul berulang, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Di khawatirkan ada penyakit dalam yang membuat bisul ‘langganan’ tumbuh di tubuhmu.

Bagaimana cara mengobati bisul di kepala?

Kebanyakan bisul, termasuk bisul pada kulit kepala, akan sembuh tanpa perawatan apa pun, biasanya dalam satu atau dua minggu. Untuk membantu menghilangkan rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan, kompres hangat beberapa kali sehari sangat membantu. Kompres hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah di area bisul, yang berarti lebih banyak sel darah putih mencapai area tersebut untuk melawan infeksi.

Namun, terkadang bisul tidak hilang dengan sendirinya, atau menyebabkan rasa sakit yang parah dan memerlukan kunjungan ke dokter. Dokter mungkin memutuskan untuk menoreh dan mengeringkan bisul, menusuknya dengan jarum steril atau pisau bedah. Dia mungkin menyuntikkan anestesi lokal untuk mematikan rasa sakit area tersebut, sehingga prosedurnya tidak menyakitkan.

Jangan coba-coba untuk ‘memecahkan’ bisul sendiri karena jika dilakukan dengan salah, itu hanya akan memperburuk infeksi. Di samping itu, mungkin akan menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan bengkak juga.

Jika bisul sangat besar atau menyakitkan, jika harus disayat dan didrainase, jika Anda mengalami demam atau jika memiliki beberapa bisul, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk membantu mengobati infeksi. Jika dokter meresepkan antibiotik, hal terpenting bagi Anda adalah meminumnya secara teratur hingga habis, bahkan jika bisul telah sembuh sebelum obatnya habis.

Di sisi lain, beberapa orang mungkin lebih suka menggunakan pengobatan alami untuk mengobati bisul di kepala. Cara ini terbilang efektif untuk bisul yang baru tumbuh, dan ketika sudah matang dan pecah, sebaiknya tetap mencari pertolongan medis.

Tags:

DISKUSI TERKAIT

Baca juga