Cermati Penyebab Darah Rendah Sesuai Jenisnya

Mungkin diantara para pembaca ada yang pernah merasakan pusing dan berkunang-kunang ketika berdiri tiba-tiba untuk beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur. Atau mungkin ada juga yang pernah mengalami jatuh pingsan akibat terlalu lama berdiri. Tahukah Anda ini semua merupakan gejala dari darah rendah atau hipotensi. Sebenarnya apa sih hipotensi itu? Lalu faktor apa saja yang menjadi penyebab darah rendah?

Apa itu Hipotensi?

Sebelum kita mengetahui apa saja penyebab darah rendah, sebaiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan darah rendah atau dalam istilah medis disebut dengan hipotensi.

penyebab darah rendah

Jangan salah! darah rendah berbeda dengan kurang darah (anemia) ya! simak penjelasannya disini: Penyebab Kurang Darah (Anemia) Dari A Sampai Z

Hipotensi adalah tekanan darah rendah dimana tekanan darah hanya 90 mmHg/60 mmHg atau kurang. Tekanan darah diukur sebagai tekanan sistolik dan diastolik. Biasanya dokter sering menyebut sistolik sebagai angka atas dan diastolik sebagai angka bawah pada tekanan darah. Sistolik mengacu pada tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah, sedangkan diastolik mengacu pada tekanan darah saat jantung beristirahat di antara ketukan denyut jantung.

Informasi nilai normal tekanan darah bisa Anda lihat disini: Tabel Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal

Tekanan darah dapat berubah-ubah sepanjang waktu, tergantung kondisi. Biasanya akan rendah pada malam hari ketika tidur dan akan meningkat pada pagi harinya. Anda harus tahu bahwa tubuh sangatlah sensitif terhadap perubahan tekanan darah. Contoh sederhananya, jika Anda berdiri dengan cepat atau tiba-tiba, tekanan darah bisa saja turun dalam waktu singkat dan ketika Anda gugup atau merasa sangat amat bahagia, tekanan darah bisa meningkat.

Hipotensi memiliki beberapa tanda atau gejala, diantaranya seperti pusing, mual, kulit menjadi dingin dan berkeringat, badan terasa lelah, dan penglihatan kabur. Bahkan dalam kasus ekstrim, hipotensi dapat menyebabkan penderitanya mengalami syok dan pingsan! Jika Anda mengalami beberapa gejala darah rendah seperti ini ada baiknya untuk segera menghubungi dokter.

Secara umum, berikut penyebab tekanan darah rendah yang bisa terjadi kapan saja:

  • Kehamilan
  • Penyakit jantung
  • Masalah hormon
  • Hipofungsi tiroid (hipotiroid)
  • Hipofungsi dari korteks adrenal (penyakit Addison)
  • Kehilangan darah
  • Infeksi Berat (Sepsis)
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis)
  • Kurangnya nutrisi

Sebagaimana telah kami jelaskan disini: Berbagai Penyebab Tekanan Darah Rendah

Nah, pada kesempatan kali ini akan kita pelajari penyebab darah rendah sesuai jenisnya. Mari kita kenali dulu jenis-jenis hipotensi berikut ini.

Jenis-Jenis Hipotensi atau Darah Rendah

Membicarakan hipotensi tak melulu hanya sekedar tentang tekanan darah rendah saja, hipotensi juga memiliki jenisnya tersendiri. Umumnya ada tiga jenis yaitu hipotensi postural (postural hypotension) atau hipotensi ortostatik, hipotensi karena syaraf (neurally mediated hypotension), dan hipotensi akut. Setiap jenis memiliki penyebab tersendiri, seperti yang akan dibawah ini.

1. Hipotensi Postural (Postural Hypotension) atau Hipotensi Ortostatik

Hipotensi ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengatur tekanan darah dan aliran darah dengan cukup cepat dalam menanggapi perubahan posisi yang tiba-tiba. Misalnya dari yang tadinya sedang duduk atau berbaring, namun tiba-tiba saja langsung berdiri mendadak.

Kondisi ini ditandai dengan rasa pusing, penglihatan yang berkunang-kunang dan bahkan beresiko pingsan. Biasanya kondisi ini hanya berlangsung dalam beberapa detik atau menit setelah berdiri. Umumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, terutama yang kondisi kesehatannya lemah atau buruk.

Hipotensi ortostatik juga memiliki bentuk lain yang disebut dengan hipotensi postprandial dimana penurunan tekanan darah mendadak ini dialami setelah makan. Sama seperti hipotensi ortostatik, jenis hipotensi ini kebanyakan dialami oleh orang dewasa yang lebih tua atau lansia terlebih mereka yang mengidap penyakit Parkinson atau gangguan pada sistem saraf pusat.

2. Hipotensi karena Syaraf (Neurally Mediated Hypotension)

Hipotensi ini terjadi ketika seseorang terlalu lama berdiri dan lebih sering dialami anak-anak atau remaja. Misalnya pada kasus seseorang yang harus berdiri cukup lama untuk mengikuti upacara, yang tak jarang kita temui ada yang jatuh pingsan. Selain itu, penyebab darah rendah NMH juga bisa terjadi akibat situasi yang tidak menyenangkan, menjengkelkan, atau menyeramkan.

3. Hipotensi Akut

Hipotensi ini terjadi ketika organ tubuh seperti jantung, otak dan ginjal tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup secara tiba-tiba. Biasanya berhubungan erat dengan syok akibat perdarahan dalam jumlah besar, infeksi berat, luka bakar parah, reaksi alergi atau keracunan. Pada hipotensi akut, tekanan darah akan turun jauh lebih rendah dibandingkan dengan jenis hipotensi lainnya.

Apa Saja Penyebab Hipotensi?

Ada beberapa penyebab darah rendah atau hipotensi. Penyebabnya berbeda-beda tergantung pada jenis hipotensi itu sendiri. Berikut merupakan penyebab darah rendah sesuai jenisnya.

1. Hipotensi Postural (Postural Hypotension) atau Hipotensi Ortostatik

Hipotensi ortostatik memiliki banyak penyebab, dan dehidrasi menjadi penyebab yang paling umum dari jenis hipotensi ini. Dehidrasi merupakan keadaan dimana tubuh kehilangan banyak cairan, entah itu karena memang kurang minum atau banyak mengeluarkan keringat ketika melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga.

Demam, muntah, dan diare berat juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi. Hipotensi ortostatik juga bisa terjadi selama kehamilan, tapi biasanya akan hilang pasca persalinan.

Ada beberapa kondisi medis tertentu yang dapat meningkatkan resiko terjadinya hipotensi ortostatik, antara lain:

  • Kondisi jantung, seperti serangan jantung, penyakit katup jantung, bradikardia (denyut jantung berdetak lebih lambat dari yang seharusnya), dan gagal jantung.
  • Anemia atau kurang darah.
  • Infeksi parah.
  • Kondisi endokrin, seperti kelainan tiroid, penyakit Addison, gula darah rendah, dan diabetes.
  • Gangguan sistem saraf pusat atau Parkinson.
  • Pulmonary embolism.

Beberapa obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan penyakit jantung juga dapat meningkatkan resiko terjadinya hipotensi ortostatik. Obat-obatan ini, diantaranya seperti:

  • Diuretik.
  • Penghambat saluran kalsium.
  • Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).
  • Penghambat reseptor angiotensin II.
  • Nitrat.
  • Penghambat beta.

Obat untuk kondisi seperti kecemasan, depresi, disfungsi ereksi, dan gangguan sistem saraf pusat juga dapat menjadi penyebab darah rendah jenis ini. Zat lain seperti alkohol, barbiturat, dan beberapa obat bebas atau resep yang bila diminum dengan obat tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan resiko hipotensi ortostatik.

2. Hipotensi karena Syaraf (Neurally Mediated Hypotension)

Penyebab darah rendah atau hipotensi jenis ini terjadi ketika otak dan jantung tidak saling berkomunikasi dengan baik. Misalnya, ketika berdiri dalam jangka waktu lama, dan darah mulai menggumpal di kaki, tubuh secara keliru mengatakan kepada otak bahwa tekanan darah meningkat. Kemudian otak menanggapi dengan memperlambat denyut jantung yang membuat tekanan darah semakin menurun, sehingga menyebabkan penderitanya merasa pusing dan bahkan jatuh pingsan.

3. Hipotensi Akut

Penyebab darah rendah atau hipotensi jenis ini berhubungan erat dengan syok. Ada beberapa faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan syok, yang pada akhirnya menimbulkan hipotensi akut. Contohnya seperti, infeksi berat (syok septik), kehilangan terlalu banyak darah atau cairan dari dalam tubuh (syok hipovolemik), penurunan kemampuan jantung yang drastis dalam memompa darah (syok kardiogenik), dan relaksasi tiba-tiba dan ekstrim dari arteri (syok vasodilator).

Syok septik terjadi akibat masuknya bakteri ke aliran darah untuk melepaskan toxin atau racun yang menyebabkan penurunan tekanan darah yang dapat membahayakan penderitanya.

Pada syok hipovolemik terjadi sebagai akibat dari:

  • Perdarahan eksternal utama (misalnya dari luka parah atau cedera).
  • Perdarahan internal utama (misalnya dari pecahnya pembuluh darah atau luka yang menyebabkan perdarahan di dalam tubuh).
  • Kehilangan sebagian besar cairan tubuh akibat luka bakar yang parah.
  • Pankreatitis (pembengkakan pankreas yang parah).
  • Diare berat.
  • Gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Terlalu sering mengonsusmi diuretik.

Penurunan kemampuan jantung yang drastis dalam memompa darah (syok kardiogenik) disebabkan oleh melemahnya otot jantung, aritmia, serangan jantung, gangguan katup jantung, dan emboli paru.

Pada syok vasodilator terjadi karena adanya cedera yang parah, reaksi terhadap obat-obatan tertentu, gagal hati, keracunan, dan reaksi alergi berat atau anafilaksis.

Atasi masalah darah rendah Anda dengan tuntas, simak penjelasannya: Cara Mengobati Tekanan Darah Rendah yang Cepat dan Aman

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab darah rendah jika ditinjau dari jenisnya masing-masing. Mudah-mudahan ini bisa menjadi wawasan bagi kita semua untuk hidup lebih sehat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer