Penyebab Gagal Ginjal, Gejala, dan Obatnya

Gagal ginjal tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan ada penyebabnya. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja penyebab gagal ginjal supaya bisa mengantisipasi jangan sampai mendekat.

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh. Setiap orang kondisi normal memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang rongga perut. Berbentuk seperti kacang polong dengan panjang sekitar 4-5 inch. Fungsi utama dari ginjal adalah untuk menyaring darah, selain itu ginjal juga berfungsi mengontrol jumlah cairan dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, merangsang pembentukan sel darah merah, mengatur keseimbangan elektrolit terutama kalium dan natrium, serta membuang produk sisa metabolisme seperti ureum dan kreatinin melalui urin.

penyebab gagal ginjal

Bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah disebut sebagai nefron. Satu ginjal memiliki berjuta-juta nefron. Sehingga memungkinkan apabila salah satu ginjal rusak, maka fungsi penyaringan darah masih bisa diambil alih oleh salah satu ginjal. Meskipun beban kerja yang dilakukan oleh satu ginjal tersebut akan meningkat.

Untuk menilai fungsi ginjal apakah masih baik, biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar BUN (Blood Urea Nitrogen), kreatinin, dan GFR (Glomerular Filtration Rate). Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan urin untuk melihat kadar protein albumin, kadar glukosa, dan elektrolit yang terdapat di urin.

Kenali Gejala dan Penyebab Gagal Ginjal

Kelainan yang dapat menimbulkan gangguan pada fungsi ginjal atau dengan kata lain penyebab gagal ginjal, terdiri dari berbagai macam hal. Gejala yang munculpun akan beragam tergantung tahapan panyakit.

Gejala Gagal Ginjal

Pada tahap awal, kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah sehingga seringkali pasien tidak merasakan gejala apapun. Hal ini menyebabkan kerusakan yang ditimbulkan semakin parah karena tidak ditangani sejak dini, pada akhirnya menimbulkan kerusakan ginjal yang lebih lanjut disebut sebagai gagal ginjal.

Gejala yang timbul dari gagal ginjal disebabkan karena penumpukan produk sisa metabolisme di dalam tubuh, yang seharusnya dibuang melalui urin. Kelebihan volume cairan di dalam tubuh karena ginjal tidak dapat memproduksi urin.

Penumpukan produk sisa metabolisme di dalam tubuh dapat menyebabkan penderita menjadi lemas, sesak nafas, bengkak, dan kondisi yang berat dapat berlanjut menjadi penurunan kesadaran. Peningkatan kadar elektrolit kalium di dalam darah karena gagal ginjal juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung, bahkan kematian mendadak. Karena salah satu fungsi dari ginjal adalah merangsang pembentukan sel darah merah, maka kerusakan pada ginjal dapat menimbulkan gejala anemia.

Baca juga: 10 Ciri-Ciri dan Gejala Gagal Ginjal yang Harus Anda Tahu

Penyebab Gagal Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Gagal ginjal dapat dibedakan menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh kelainan yang sifatnya medadak, seperti :

  • Kurangnya aliran darah ke ginjal secara drastis dan tiba-tiba. Hal ini biasa ditemukan pada kondisi luka bakar, dehidrasi berat, perdarahan, syok sepsis, muntah-muntah, diare berat atau tindakan pembedahan
  • Keracunan atau penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penggunaan obat golongan NSAID (Non-Steroid Anti-Inflammatory Drug), antibiotik tertentu yaitu garamycin dan tobramycin, serta obat diuretik yang berlebihan
  • Sumbatan saluran kemih seperti batu saluran kemih, tumor pada rongga perut, tumor kelenjar prostat.
  • Penyakit pada ginjal atau komplikasi dari penyakit lain, seperti penyakit autoimun Multiple Myeloma dan SLE, serta infeksi ginjal glomerulonephritis.

Langkah Pengobatan

Penanganan yang tepat dan cepat pada kondisi gagal ginjal akut dapat memberikan progonosis yang baik dan fungsi ginjal dapat kembali normal. Akan tetapi apabila gagal ginjal akut tidak teratasi dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan fungsi ginjal tidak dapat kembali normal, disebut kondisi end stage.

Selain penyebab-penyebab gagal ginjal yang telah disebutkan diatas, gagal ginjal juga sangat berkaitan erat dengan penyakit hipetensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya gagal ginjal adalah dengan mengontrol tekanan darah dan kadar glukosa darah dalam batas normal.

Pada pasien dengan hipertensi atau diabetes mellitus yang sudah kronis, cenderung menolak untuk melanjutkan minum obat karena takut fungsi ginjal terganggu dengan meminum obat jangka panjang. Hal ini merupakan pemahaman yang keliru karena obat-obatan hipertensi dan diabetes mellitus aman terhadap fungsi ginjal. Selama penggunaan obat-obatan tersebut sesuai dengan anjuran dokter, maka tidak akan menimbulkan efek samping pada ginjal. Justru dengan tidak meminum obat secara teratur, akan menyebakan hipertensi dan diabetes mellitus menjadi tidak terkontrol. Hal inilah yang akan mengganggu fungsi ginjal lebih parah.

Apabila kedua ginjal sudah sangat rusak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, maka pasien penderita gagal ginjal harus rutin melakukan cuci darah, yang dalam bahasa medis disebut dengan hemodialisa. Hemodialisa harus rutin dilakukan seumur hidup dengan periodik tertentu tergantung tingkat keparahan ginjal masing-masing pasien, hal ini bertujuan untuk membuang kelebihan cairan dan produk sisa metabolisme yang sudah menumpuk di dalam tubuh.

Pada pasien gagal ginjal tahap end stage, hemodialisa dapat dilakukan setiap 2-3 hari; sedangkan pada pasien gagal ginjal tahap awal hemodialisa dapat dilakukan seminggu sekali. Alternatif lain apabila pasien menolak hemodialisa adalah dengan melakukan transplantasi ginjal. Setiap terapi yang diberikan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Selain harus menjalani hemodialisa secara rutin, pasien dengan gagal ginjal harus memperhatikan pola makanan dan minumnya. Makanan yang tinggi kadar kalium dan natrium harus dihindari, antara lain pisang, alpukat, bayam dan sebagainya. Jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh juga harus dibatasi agar tidak terjadi kelebihan cairan dalam tubuh.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer