Penyebab Gondongan, Cara Penularan, dan Pencegahan

Gondongan adalah kondisi membengkaknya kelenjar air liur parotis akibat infeksi virus. Kelenjar parotis terletak di bawah telinga di samping wajah kanan dan kiri. Virus penyebab gondongan tumbuh dan berkembang biak di kelenjar tersebut, menimbulkan peradangan, hingga menyebabkan pembengkakan. Pada banyak kasus, pembengkakan tampak begitu jelas, jika dilihat dari depan, wajah menjadi lebar seperti  “wajah hamster”.

Perlu diwaspadai, penyakit yang umumnya menyerang anak-anak ini sangat mudah menular. Oleh sebab itu kita harus mengetahui penyebab dan cara penularannya sehingga dapat melakukan pencegahan dengan optimal. Upaya pencegahan khusus seperti vaksin MMR ( measles , mumps, dan rubella) terbukti efektif, namun hal penting lainnya adalah memutus mata rantai penyebaran virus penyebabnya.

Waspadai penyebab gondongan

Bagi yang sudah pernah mengalami penyakit gondongan tidak perlu khawatir, karena sudah kebal terhadap virus penyebab gondongan sehingga tidak akan terkena lagi untuk kedua kalinya.

Ketahui Fakta-Fakta Penyakit Gondongan

Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu Anda tahu tentang penyakit gondongan (mumps):

  • Gondongan sangat menular.
  • Sekitar 20 persen orang yang diserang virus penyebab gondongan tidak menunjukkan gejala.
  • Terkadang, virus penyebab juga menyerang testis, ovarium, pankreas, atau meninges (selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang).
  • Vaksin MMR sangat aman dan efektif mencegah gondongan.
  • Tidak ada pengobatan antiretroviral (antivirus) yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
  • Pengobatan yang diperlukan hanya sebatas mengatasi gejala yang muncul.

Penyebab Gondongan dan Cara Penularannya

Gondong disebabkan oleh virus mumps, yang termasuk dalam keluarga virus yang dikenal sebagai paramyxovirus. Virus ini merupakan penyebab infeksi pada kelenjar parotis paling umum, terutama pada anak-anak.

Saat virus penyebab gondongan masuk ke dalam tubuh, virus bergerak dari saluran pernapasan (hidung, mulut dan tenggorokan) ke kelenjar air liur parotis, lalu tumbuh dan berkembang biak disana. Proses ini menyebabkan kelenjar parotis menjadi bengkak sehingga terlihat membesar.

Di samping itu, virus ini ternyata juga bisa memasuki cairan serebrospinal (CSF), yang merupakan cairan yang mengelilingi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Selain memasuki CSF (cerberospinal fluid), virus ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti otak, pankreas, testikel (anak laki-laki dan pria) dan ovarium (pada anak perempuan dan wanita). Tentunya menimbulkan peradangan di organ-organ yang disinggahinya itu.

Bagaimana virus mumps menyebar ke orang lain?

Virus mumps termasuk virus yang ditularkan melalui udara yang dapat menular melalui tetesan air liur dan lendir pernapasan. Beberapa contoh penularannya sebagai berikut:

  • Penderita batuk atau bersin dan melepaskan tetesan kecil air liur yang terkontaminasi, virus akan menyebar kepada siapa saja yang menghirup tetesan air liur ini.
  • Penderita menyentuh hidung atau mulutnya, kemudian mentransfer virus ke objek, seperti gagang pintu, remote, handphone, atau meja kerja. Jika seseorang menyentuh objek tersebut sesaat kemudian, dan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu mengusap hidung atau mulut, maka virus akan menyebar ke saluran pernafasannya.
  • Berbagi atau memakai bersama peralatan makan, seperti cangkir, sendok atau piring dengan orang yang terinfeksi juga menjadi sarana penularan yang efektif.
  • Berbagi makanan dan minuman dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Berciuman dengan orang yang terinfeksi.

Penting!!!

Seorang penderita gondongan biasanya paling menular sejak beberapa hari sebelum kelenjar parotisnya membengkak sampai beberapa hari kemudian. Karena hal inilah, disarankan bagi penderita untuk menghindari pekerjaan atau sekolah selama lima hari setelah gejala gondongan muncul. Bahkan sumber lain menyebutkan bahwa gondongan bisa menular selama 15 hari (6 hari sebelum gejala mulai muncul, dan sampai 9 hari setelah gejala mulai terasa).

Apa saja Gejala Penyakit Gondongan?

Kita perlu mengenali ciri-ciri dan gejala gondongan sedini mungkin agar penyakit ini dapat segera dikenali, ditangani dengan baik, serta dijaga agar jangan sampai menular ke orang lain.

Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah masuknya virus. Namun, beberapa orang yang terserang virus ini sama sekali tidak merasakan sakit atau gejala apapun.

Pada awalnya, gejala gondongan hanya berupa gejala yang mirip flu biasa, seperti:

  • Pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan atau mual.
  • Kelelahan.
  • Demam (tidak tinggi).

Selama beberapa hari berikutnya, berulah terlihat pembengkakan pada kelenjar parotis di belakang pipi bawah telinga. Bisa terjadi pada salah satu atau kedua (kanan-kiri) kelenjar. Jika sudah membengkak, maka akan terasa sakit dan tidak nyaman.

Gejala terkait lainnya dapat meliputi:

  • Nyeri saat menelan.
  • Kesulitan menelan.
  • Mulut kering .
  • Nyeri sendi.

Sangat jarang orang dewasa mengidap gondongan. Apabila orang dewasa mengalaminya, gejalanya kurang lebih sama, tapi terkadang sedikit lebih buruk dan komplikasi akan lebih mungkin terjadi.

Cara Mencegah Gondongan

Kenapa penyakit ini harus dicegah? memang apa bahayanya?

Mungkin pertanyaan tersebut muncul dibenak Anda. Ya, memang penyakit gondongan bisa sembuh sendiri, jadi kita tidak berfokus pada pengobatannya (Baca: Obat Gondongan). Namun penyakit ini perlu dicegah mengingat beberapa bahaya yang bisa ditimbulkannya, seperti:

  • Orchitis pada Testis. Testis membengkak dan terasa sakit, ini terjadi pada 1 dari 5 pria dewasa yang menderita gondongan. Bengkak biasanya akan kempes dalam waktu 1 minggu bahkan bisa bertahan lebih lama dari itu. Untungnya, hal ini tidak berakibat buruk pada kesuburan, tidak menyebabkan kemandulan.
  • Oophoritis pada Ovarium. Kondisi ini mengakibatkan ovarium membengkak dan timbul rasa sakit. 1 dari 20 wanita dewasa yang mengalami gondongan kemungkinan akan mengalami hal ini. Bengkak akan mereda dengan sendirinya seiring dengan sistem kekebalan tubuh yang berhasil menghalau virus gondok. Sama halnya dengan orchitis, oophoritis biasanya tidak berakibat buruk pada kesuburan.
  • Meningitis. Kondisi ini merupakan komplikasi akibat gondongan yang cukup langka. Hal ini terjadi ketika virus menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi sistem saraf pusat tubuh (otak dan sumsum tulang belakang). Baca juga ulasan berikut: Ciri – ciri Meningitis yang Perlu Diwaspadai.
  • Pankreatitis. Gejala komplikasi ini adalah munculnya sakit di perut bagian atas (lokasi pankreas). Kemungkinan 1 dari 20 penderita gondongan dewasa akan mengalami hal ini, namun biasanya dalam kadar yang ringan.
  • Risiko Keguguran. Jika seorang wanita hamil mengidap gondongan pada 12 – 16 minggu pertama kehamilannya, maka akan membahayakan kehamilannya karena meningkatnya risiko keguguran.

Jadi seperti dijelaskan, bahwa bahaya atau komplikasinya tidak serta merta terjadi pada setiap penderita. Namun jika itu terjadi cukup membahayakan. Untungnya, penyakit ini dapat dicegah.

Vaksin MMR merupakan metode terbaik untuk mencegah seseorang agar tergindar dari penyakit gondongan. Vaksin ini juga sekaligus memberikan perlindungan terhadap penyakit rubella dan campak. Vaksin MMR secara rutin diberikan kepada anak – anak di 82 negara sebagai pencegahan dari penyebaran virus penyebab gondongan.

Selain anak-anak, dewasa pun dapat diberikan MMR pada usia berapa saja. Dokter mungkin menyarankan seseorang untuk mendapatkan vaksin MMR sebelum bepergian ke luar negeri atau ke daerah tertentu, termasuk India, Negara bagian Afrika, Asia Tenggara, Jepang, Pakistan dimana tingkat kejadian gondongan termasuk tinggi.

Alasan lain orang dewasa harus diberi imunisasi MMR diantaranya:

  • Bekerja di bidang kesehatan, misalnya rumah sakit atau fasilitas medis.
  • Bekerja atau menghadiri suatu tempat dengan banyak anak-anak dan remaja, seperti di sekolah atau perguruan tinggi.
  • Bagi penderita kanker atau penyakit yang menurunkan sistem kekebalan tubuh, dikonsultasikan dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin MMR.

Kondisi sebaliknya, seseorang tidak disarankan untuk diberi vaksin MMR apabila:

  • Sistem kekebalan tubuh sangat terganggu (lemah).
  • Pasien memiliki reaksi alergi terhadap neomisin (sejenis antibiotik) atau gelatin.
  • Pasien sedang hamil atau segera hamil.

Stop Penyebaran Virus Penyebab Gondongan!

Hal lain yang tak kalah pentingnya dalam mencegah gondongan adalah memutus mata rantai penyebaran virus, yaitu dengan:

  • Sering mencuci tangan dengan air dan sabun, misalnya setelah memegang benda-benda yang dicugai.
  • Tidak menyentuh hidung, mulut, dan area wajah sebelum mencuci tangan.
  • Pertimbangkan untuk tidak masuk kerja/sekolah sampai 5 hari setelah gejala gondongan muncul.
  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu saat bersin atau batuk.

Indonesia termasuk negara dengan kasus gondongan yang tidak sedikit, mungkin Anda sendiri sering menyaksikan beberapa anak yang menderita penyakit ini. Untuk itu selalu waspadai virus penyebab gondongan, ciptakan lingkungan rumah yang higienis serta dibarengi gaya hidup bersih dan sehat.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer