14 Penyebab Kanker Usus Besar dan Tips Mencegahnya

Ada banyak sekali penyebab kanker usus besar yang belum diketahui oleh masyarakat, sehingga masih banyak orang yang melakukan pola hidup tak sehat penuh resiko. Sebagai contohnya, suka mengonsumsi makanan cepat saji, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang makan buah dan sayur, dan sebagainya.

Tahukah Anda, kanker usus besar merupakan salah satu penyakit yang berbahaya di Indonesia. Menurut WHO, pada tahun 2012 diperkirakan sebanyak 694 masyarakat Indonesia meninggal akibat kanker usus besar. Padahal dengan menganstisipasi setiap faktor resiko penyebab kanker usus akan menyelamatkan kita dari bahaya penyakit tersebut.

penyebab kanker usus

makanan ini bisa menjadi penyebab kanker usus jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang cukup

Selain melakukan upaya pencegahan, tentu saja kita harus peduli dengan apa yang terjadi dalam tubuh kita. Dalam hal ini, jika Anda mengeluh adanya gangguan pencernaan, seperti perubahan warna feses menjadi kemerahan atau kehitaman, feses cair, sering mulas, dan keluhan lainnya, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Mencegah dan deteksi dini adalah dua kunci utama untuk terhindar dari bahaya kanker usus besar (kolorektal).

Selengkapnya mengenai gejala dan ciri-cirinya: Ciri-ciri dan Gejala Kanker Usus Besar

Pada kesempatan kali ini akan khusus membahas mengenai penyebab kanker usus besar dan upaya pencegahan apa saja yang bisa kita lakukan.  Simak baik-baik sampai usia ya!

Apa Penyebab Kanker Usus Besar?

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kanker usus besar, diantara faktor penyebab berikut ini ada yang dapat diubah atau dikendalikan, namun ada pula yang tidak bisa. Secara lebih rinci berikut penjelasan tentang penyebab kanker usus besar:

1. Faktor Usia

Faktor usia memainkan peranan penting dalam meningkatkan resiko seseorang untuk terkena penyakit kanker secara umum, termasuk kanker usus besar. Lebih dari 81 % kasus kanker usus terjadi pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Lebih lanjut, penyakit ini sangat rentan menyerang orang berusia antara 65 sampai 84 tahun.

2. Riwayat Keluarga

Jika Anda memiliki keluarga yang menderita kanker usus besar, maka risiko Anda untuk terkena penyakit ini juga akan lebih besar. Resiko tersebut meningkat hingga tiga kali lipat apabila keluarga yang menderita kanker usus besar adalah keluarga dekat, seperti orang tua, anak, dan saudara kandung.

3. Faktor Genetik

Penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik adalah satu dari empat penyebab kanker usus besar yang utama. Penyebab turun temurun yang paling sering terjadi antara lain, mutasi genetik yang terkait dengan pengembangan FAP (familial adenomatous polyposis) dan HNPCC (hereditary non-polyposis colorectal cancer).

4. Etnis dan Ras

Etnis dan ras juga merupakan faktor yang paling sering menjadi salah satu faktor penyebab kanker usus besar. Orang Afrika memiliki risiko 40% lebih besar terkena dibandingkan orang kulit putih dan juga memiliki risiko kematian lebih tinggi, yaitu sebesar 20%. Sebaliknya, orang Asia diketahui berisiko lebih rendah jika dibandingkan dengan etnis lainnya.

Keempat faktor di atas merupakan penyebab kanker usus besar yang tidak dapat kita kendalikan atau ubah, karena semua itu memang sudah takdir. Lain halnya dengan beberapa faktor di bawah ini yang bisa kita kendalikan asalkan ada tekat dan kemauan.

5. Konsumsi Alkohol

Menurut “The American Cancer Society” menyatakan bahwa, alkohol merupakan faktor penyebab kanker usus besar dan kanker lainnya, seperti kanker hati, kanker payudara, dan kanker mulut. Semakin banyak jumlah alkohol yang dikonsumsi, maka semakin besar risiko terkena kanker usus besar.

6. Penyakit Diabetes

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Gastroenterology” menemukan bahwa, ketergantungan insulin berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus besar. Oleh karena itu, sebanyak 40% penderita diabetes lebih berisiko terkena kanker usus besar.

7. Makanan Tinggi Lemak

Makanan yang tidak sehat merupakan penyebab kanker usus besar yang paling utama. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol, terutama yang bersumber dari hewani, menyebabkan Anda lebih berisiko terkena penyakit tersebut. Makanan tersebut dapat mengubah sel normal menjadi sel stem yang kemudian berpotensi berubah menjadi tumor. Oleh karena itu, mulailah untuk mengonsumsi makanan yang sehat guna menghindari penyakit ini berkembang dalam tubuh Anda.

8. Daging Merah

Sering mengonsumsi daging merah (misalnya daging sapi, domba, hot dog) dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Menggoreng, memanggang, atau metode memasak daging lainnya dengan suhu yang sangat tinggi akan menghasilkan bahan kimia yang juga menjadi faktor resiko penyebab kanker usus besar.

9. Kurang Makan Serat

Kurang makan serat juga menjadi faktor penyebab kanker usus, karena feses akan lebih lama tertahan dalam usus sehingga banyak zat berbahaya yang akan bersentuhan langsung dengan usus dalam waktu yang lama. Hal ini akan meningkatkan resiko seseorang untuk terkena kanker usus besar.

Oleh sebab itu, rajinlah mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayuran dan biji-bijian. Dengan begitu, buang air besar menjadi lancar dan kanker pun menghindar.

10. Gaya hidup tidak aktif

Individu yang menjalani gaya hidup tidak aktif, seperti malas gerak, malas berolah raga, lebih banyak duduk, menonton TV dan sebagainya akan memiliki kesempatan mengembangkan kanker kolorektal yang lebih tinggi. Hal ini nampaknya juga terkait dengan kurang lancarnya buang air besar.

11. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus ditandai dengan kondisi medis seperti Kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua penyakit tersebut dapat dijadikan sebagai penyebab kanker usus besar. Itulah sebabnya, semakin lama seseorang menderita penyakit radang usus, maka semakin besar risiko terkena penyakit kanker usus besar. Maka dari itu, segera atasi penyakit ini jika Anda mengalaminya.

12. Obesitas

Penyebab kanker usus besar selanjutnya adalah obesitas atau kegemukan. Orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) memiliki risiko 30% lebih besar terkena penyakit kanker usus besar daripada orang dengan berat badan normal.

13. Polip Prakanker

Polip usus besar adalah gumpalan berukuran kecil dari sel yang terbentuk pada lapisan permukaan usus besar. Sebagian besar kanker usus besar berkembang dari polip non-kanker tersebut yang memiliki struktur mirip dengan jaringan normal, namun seiring berkembangnya polip tersebut menjadi ganas dan berbahaya.

14. Merokok

Sudah bukan rahasia lagi, kalau merokok dapat menyebabkan banyak kerusakan pada sistem organ tubuh kita. Ternyata, merokok juga merupakan salah satu penyebab kanker usus besar. Hal tersebut dikarenakan, merokok dengan jangka waktu yang lama dapat mempercepat pertumbuhan polip dan bersifat karsinogen (zat penyebab kanker) terhadap lapisan mukosa usus besar.

Ternyata, penyebab kanker usus besar sangat banyak sekali, untuk poin 5-14 bisa kita kendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Lebih lengkap simak cara mencegahnya di bawah ini.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Usus Besar? 

Meskipun kanker usus besar begitu berbahaya, namun dengan mengikuti pedoman skrining (deteksi dini) dan mengubah gaya hidup lebih sehat, kita dapat mengurangi risiko penyakit tersebut dan terhindar dari bahanya. Untuk membantu melindungi diri Anda dan orang yang Anda cintai dari penyakit ini, ikuti beberapa cara mencegah kanker usus besar, seperti berikut ini.

1. Jadwalkan Skrining Kanker Usus Besar

Anda berusia 50 tahun atau lebih? Jika iya, jadwalkan skrining (deteksi dini) kanker usus besar. Hal tersebut dikarenakan faktor usia memainkan peranana penting dalam perkembangan kanker usus besar dan lebih dari 90% orang yang terdeteksi menderita kanker usus besar berusia 50 atau lebih. Usia yang sangat rentan terkena kanker ini antara 65 sampai 84 tahun.

Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 50 tahun, satu dari empat orang memiliki polip usus. Melakukan deteksi dini untuk mengetahui keberadaannya dan segera menganggulanginya adalah metode yang sangat tepat untuk mencegah kanker usus besar.

2. Berkonsultasi dengan Dokter

Jika Anda memiliki beberapa gejala dan kebiasaan buruk yang dapat menjadi penyebab kanker usus besar, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan keluhan Anda tentang gangguan yang dialami saat buang air besar (BAB). Namun, pada beberapa kasus kanker usus besar kadang tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda tertentu.

Anda harus mulai waspada saat Anda mendapatkan gejala kanker usus besar, seperti terlalu sering buang air besar, feses lembek, kram, penurunan berat badan secara drastis, dan terdapat darah pada feses.

3. Makan Makanan Bergizi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu penyebab kanker usus besar adalah makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol (terutama dari sumber hewani). Itulah sebabnya mengonsumsi makanan yang sehat merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker tersebut. Perbanyak makanan yang tinggi serat agar terhindar dari penyakit tersebut.

4. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Orang gemuk atau memiliki berat berat berlebih (obesitas) berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker usus besar. Selain itu, bentuk tubuh tertentu juga mempengaruhi risiko terkena penyakit tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lemak berlebih di pinggang (bentuk tubuh apel) lebih berisiko terkena kanker usus besar daripada orang yang memiliki lemak lemak berlebih di paha atau pinggul (bentuk tubuh buah pir).

5. Rajin Berolahraga

Penelitian menunjukkan bahwa rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kanker kanker usus besar sebanyak 40%. Dengan rutin berolahraga, Anda juga dapat terhindar dari penyebab  kanker usus besar, seperti obesitas dan diabetes.

6. Ketahui Riwayat Kesehatan Keluarga Anda

Tahukah Anda? penting sekali untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda. Hal tersebut dapat membantu dokter untuk mendeteksi tubuh Anda terhadap kanker tersebut. Ceritakan riwayat kesehatan keluarga Anda saat skrining, termasuk jika keluarga Anda pernah memiliki polip atau menderita kanker lainnya, seperti kanker hati dan tulang yang mungkin saja relevan dengan gejala yang Anda alami,

7. Ceritakan Riwayat Kesehatan Anda dengan Dokter

Selain menceritakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda, pastikan juga dokter mengetahui riwayat kesehatan diri Anda. Hal tersebut sangat membantu proses pencegahan kanker usus besar. Terlebih, apabila Anda memiliki beberapa kondisi medis yang memengaruhi penyakit tersebut, seperti polip, kanker lainnya, dan radang usus kronis, yang dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker usus besar.

8. Pertimbangkan Konseling Genetik

Orang yang membawa mutasi genetik terkait dengan kanker usus besar, seperti  FAP  atau  HNPCC memiliki risiko tinggi terkena penyakit kanker usus besar. Anda harus mempertimbangkan dengan serius untuk melakukan konseling genetik untuk membantu mencegah berkembangnya kanker tersebut di tubuh Anda.

9. Berhenti Merokok

Salah satu penyebab kanker usus besar, yaitu merokok. Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan dan juga dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya (baca: 16 Penyakit Paling Berbahaya Akibat Merokok). Oleh karena itu, mulailah hidup sehat dengan berhenti merokok atau menghindari asap rokok karena asap tembakau dapat membawat karsinogen (zat penyebab kanker) ke usus besar serta memperbesar ukuran polip.

10. Kurangi Paparan Radiasi

Apakah radiasi dapat memengaruhi kanker usus besar? Jawabannya adalah iya. Menurut “Komisi Regulasi Nuklir AS ” menyatakan bahwa radiasi dapat menimbulkan beberapa risiko penyebab kanker usus besar dan efek hereditas. Semakin tinggi untuk paparan radiasi, maka semakin tinggi pula risiko Anda terkena kanker tersebut.

Melakukan pencegahan dini merupakan langkah yang sangat efektif untuk terhindar dari berbagai penyakit, terutama kanker usus besar. Mulailah dari dalam diri Anda untuk melakukan berbagai pola hidup sehat, seperti berolahraga, makan makanan sehat, tidak mengonsumsi alkohol, dan menghindari rokok. Apabila Anda terus melakukan pola hidup sehat dan rajin berkonsultasi dengan dokter, maka risiko Anda untuk terkena berbagai penyakit berbahaya semakin rendah.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer