Penyebab Kurap di Selangkangan, Badan, dan Kulit Lainnya

Tumbuhnya kurap di kulit bukan tanpa sebab, penyebab kurap inilah yang wajib diketahui jika ingin cepat sembuh tanpa kambuh. Kurap juga bisa menular, sehingga mengetahui penyebab dan cara penularannya sangatlah penting guna melindungi diri ataupun orang lain.

Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dermatofit. Dermatofit merupakan sebutan untuk sekelompok jamur yang ‘doyan’ menginfeksi kulit, karena jamur-jamur ini menggunakan keratin dan sel-sel kulit mati sebagai makanan utamanya. Tiga dermatofit yang bertanggung jawab menjadi penyebab kurap adalah Trichophyton (T.), Microsporum (M.), dan Epidermophyton (E).

Ingatlah bahwa jamur-jamur penyebab kurap ini akan tumbuh subur apabila kondisi lingkungan mendukung. Misalnya kondisi kulit yang lembab, sering basah, berkeringat, jarang dibersihkan, dan lain-lain. Tak heran jika kurap lebih banyak terjadi di daerah selangkangan atau lipat paha, paha, kulit kepala, sekitar ketiak, badan, dan kaki.

Ketika kulit mulai terinfeksi oleh jamur penyebab kurap, maka akan muncul bercak merah dan gatal. Dari situ, bisa berkembang dengan mudah, dan menginfeksi area tubuh yang lebih luas.

Jika tidak diobati, maka kurap akan menyebar dengan cepat untuk menutupi kulit yang lebih besar lagi. Pada tahap ini mungkin tidak hanya gatal tapi bisa menjadi sangat tidak nyaman dan rentan terhadap infeksi yang lebih serius.

penyebab kurap

Baca juga:

Penyebab Terjadinya Kurap pada Kulit

1. Kontak

Spora jamur dermatofit dapat bertahan di permukaan kulit selama berbulan-bulan. Selain itu juga bisa bertahan di handuk, sisir, tanah, dan benda rumah tangga lainnya.

Ketika kulit seseorang berkontak dengan kulit orang lain yang jamuran (kurap) atau benda-benda yang tercemar dengan jamur tersebut, maka risiko penularan terjadi. Terlebih ketika kulit yang terkena tersebut begitu cocok untuk pertumbuhan jamur.

Jadi untuk menghindari terjadinya kurap, pastikan untuk mengenakan handuk dan pakaian sendiri (tidak meminjam atau berbagi pakai), di samping itu rajinlah mencuci tangan atau bagian tubuh yang terkena hewan atau benda-benda yang dicurigai.

2. Keringat Berlebihan

Ada kalanya seseorang seringkali berkeringat, misalnya akibat bekerja atau terpapar suhu panas. Keringat berlebihan juga dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi yang disebut hiperhidrosis. Baca: 8 Penyebab Keringat Berlebihan

Kulit yang selalu basah dan lembab akibat keringat sangat berisiko terkena kurap. Terlebih ketika baju atau pakaian yang dikenakan digunakan berulang-ulang selama beberapa hari.

3. Pakaian Ketat

Tidak hanya keringat, pakaian yang ketat pun membuat jamur penyebab kurap mudah tumbuh di kulit. Alasannya, pakaian ketat membuat kulit yang ditutupinya kurang bisa ‘bernafas’ hingga menyebabkan panas, keluarnya keringat, dan lembab.

Kondisi inilah yang sering menjadi penyebab terjadinya kurap di selangkangan atau lipat paha, pantat, sekitar ketiak, dan bagian tubuh lainnya.

4. Jarang Ganti Kaos Kaki

Kebiasaan mengenakan kaos kaki yang itu-itu saja ternyata tidak hanya menimbulkan masalah bau dan malu, tetapi juga menjadi resiko terjadinya kurap pada kaki. Baik itu berupa kurap ataupun berupa kutu air, keduanya sama-sama disebabkan oleh jamur dermatofit.

Jadi rajinlah mengganti kaos kaki, hilangkanlah kebiasaan meletakkan kaus kaki di dalam sepatu setelah mengenakannya, melainkan langsung kelompokkan ke dalam pakaian kotor agar segera di cuci. Gunakan kaos kaki bersih lainnya setiap hari.

5. Penyakit Jamur di Bagian tubuh lainnya

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa jamur kurap menular melalui kontak, baik kulit ke kulit, ataupun benda ke kulit. Jadi ketika bagian tubuh lainnya mengalami kurap atau mengalami infeksi jamur serupa, seperti jamur kuku, maka jamur tersebut bisa tumbuh di bagian kulit lainnya dan timbullah kurap baru.

Untuk menghindari kejadian seperti ini, maka jangan gunakan kuku yang jamuran untuk menggaruk bagian kulit lainnya. Jika ada kurap ditempat lain, tak perlu menggaruk atau rajin menyentuhnya, kecuali mencuci tangan setelah itu. Dianjurkan pula untuk cepat-cepat mengobati penyakit jamur di kulit manapun.

Baca:

6. Kondisi lingkungan yang hangat dan lembab

Jika sebelumnya kelembaban terjadi langsung pada kulit itu sendiri, maka penyebab kurap seperti ini juga dapat berasal dari lingkungan sekitar yang panas dan lembab. Misalnya ketika musim panas, Anda sering berada di tempat yang basah.

7. Kekebalan tubuh yang lemah

Orang-orang tertentu dengan sistem imun yang lemah memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan jenis infeksi oportunistik apapun, seperti kurap (tinea) dan lainnya. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan pertumbuhan jamur secara efektif.

Misalnya pada orang dengan diabetes melitus dan juga pada HIV/AIDS. Pada kondisi demikian, maka kebersihan harus lebih dijaga dan berusaha menghindari setiap penyebab kurap.

8. Obat-obatan penurun kekebalan tubuh.

Tidak hanya karena penyakit, kekebalan tubuh juga dapat menurun akibat penggunaan obat imunodepresan (misalnya golongan steroid). Obat ini memang bertujuan untuk menekan respon imun guna mengobati berbagai penyakit peradangan dan alergi. Namun di sisi lain bisa menjadi faktor penyebab terjadinya kurap pada kulit dan berbagai jenis infeksi lainnya akibat kekebalan tubuh yang tak dapat menghentikan pertumbuhan jamur.

9. Genetik

Terkadang ada kecendrungan seseorang yang mudah terkena kurap meskipun sistem kekebalan tubuhnya baik. Jika kurap cendrung menyerang dalam satu keluarga meskipun praktek kebersihan sudah baik, maka bisa jadi ada faktor genetik yang berperan. Jika hal ini terjadi, maka penderitanya harus ekstra bersih.

10. Anak – anak

Meskipun bisa menyerang siapa saja, namun kelompok umur yang paling sering menjadi korbannya adalah anak-anak. Tak heran, karena anak-anak cenderung bermain bebas, sangat dekat satu sama lain, membuat penularan sangat mungkin terjadi meskipun awalnya hanya ada satu anak yang memiliki kurap.

11. Pria

Faktanya, kurap di selangkangan paling sering terjadi pada pria di segala usia, karena daerah selangkangan ini lebih lembab dan hangat pada pria sehingga jamur penyebab kurap menyukainya. Baca: Ciri-Ciri Jamur di Selangkangan dan Cara Mengobati

So, bagi para pria, hindari menggunakan celana dalam atau celana yang ketat, mandilah setidaknya dua kali sehari. Tips inipun juga berlaku bagi kaum wanita.

Lihat sumber