Penyebab Meningitis, Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyakit meningitis sering kali kita dengar namun tidak semua orang paham, apa sih sebenarnya meningitis itu? Dengan mengetahui tentang penyakit meningitis akan memudahkan kita untuk mewaspadai penyebab meningitis, apa saja gejalanya dan bagaimana cara mencegahnya.

Meningitis (radang selaput otak) sendiri adalah terjadinya radang pada meninges. Meninges adalah nama kolektif untuk tiga membran yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang ( central nervous system ). Membran tersebut terdiri dari dura mater, mater arachnoid, dan materia. Fungsi utama meninges, di samping memproduksi cairan serebrospinal adalah untuk melindungi sistem saraf pusat.

Kata “meningitis” sendiri berasal dari kata latin modern meninga dan kata Yunani menix yang berarti “membran”. Akhiran “itis” berasal dari kata Yunani itis yang berarti “berkaitan dengan”. Dalam bahasa Inggris medis, akhiran “-itis berarti” “radang”.

Artikel ini hadir untuk Anda yang ingin lebih mengetahui mengenai penyakit meningitis, penyebab meningitis, gejala dan cara pencegahannya, mari simak sampai tuntas.

vaksinasi untuk melawan mikroorganisme penyebab meningitis

vaksinasi untuk melawan mikroorganisme penyebab meningitis

Apa Penyebab Meningitis?

Penyebab meningitis pada umumnya adalah dikarenakan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit, dan organisme tertentu. Cacat anatomis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah pula dapat menjadi penyebab berkembang biaknya bakteri penyebab meningitis. Namun pada sebagian besar kasus, penyebab yang paling sering ditemukan adalah virus. Tapi jangan salah, beberapa penyebab meningitis non-menular juga ada.

Lantas bagaimana cara bakteri dapat masuk ke dalam tubuh kita?

Bakteri Meniru Sel Manusia untuk bisa masuk dan lolos dari sistem kekebalan tubuh dan akhirnya menyebabkan meningitis atau radang selaput otak.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan Imperial College London, Inggris, menunjukkan bagaimana bakteri penyebab meningitis bekerja, yaitu dengan cara meniru sel manusia untuk menghindari agar tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan bawaan tubuh manusia. Berikut ini penjelasannya:

Virus Penyebab Meningitis

Meskipun virus menjadi penyebab meningitis yang paling umum, akan tetapi jarang sekali virus ini menyebabkan infeksi yang serius. Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah virus yang berbeda, seperti virus yang ditularkan nyamuk misalnya. Tidak ada pengobatan  yang secara spesifik dibutuhkan untuk jenis meningitis ini. Pada sebagian besar kasus, penyakit sembuh dalam waktu seminggu tanpa komplikasi.

Jamur Penyebab Meningitis

Meningitis jamur relatif jarang terjadi dan menyebabkan meningitis kronis. Meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang. Meningitis kriptokokus adalah bentuk jamur umum dari penyakit yang menyerang orang dengan sistem imun lemah, seperti AIDS. Kondisi ini dapat mengancam jiwa jika tidak diobati dengan obat antijamur.

Bakteri Penyebab Meningitis

Bakteri sebagai penyebab meningitis adalah faktor yang paling sering menyebabkan infeksi serius. Hal ini disebabkan oleh tiga jenis bakteri: Haemophilus influenzae tipe b (Hib), Neisseria meningitidis , dan bakteri Streptococcus pneumoniae. Meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitides dikenal sebagai meningitis meningokokus, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dikenal sebagai meningitis pneumokokus.

Seseorang bisa ikut terinfeksi atau tertular saat mereka berhubungan terlalu dekat dengan seseorang yang sudah terinfeksi melalui udara yang keluar melalui hidung atau tenggorokannya. Dua puluh tahun yang lalu Hib adalah sejenis bakteri penyebab utama meningitis – namun kini syukur nya tidak ada lagi meningitis yang disebabkan oleh Hib berkat telah ditemukannya vaksin baru yang rutin diberikan pada anak-anak.

Hib sendiri adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae tipe b, sejenis bakteria yang menyebabkan penyakit yang akibatnya bisa sangat fatal, seperti: Radang selaput otak (Meningitis) -jangkitan pada selaput otak, saraf tunjang radang paru- paru (pneumonia) – dll.

Dokter perlu mengetahui tipe meningitis apa yang telah menginfeksi pasien. Karena pemilihan beberapa antibiotik tertentu bisa menghentikan beberapa jenis infeksi.

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada Bayi Baru Lahir dan Bayi Prematur.

Suatu jenis bakteri lain yang juga berperan sebagai penyebab meningitis adalah streptokokus, lebih dikenal sebagai Streptokokus grup B (SGB) atau Streptococcus agalactiae adalah bakteri penyebab infeksi pada ibu pasca melahirkan dan infeksi berat (sepsis) pada bayi baru lahir.

Umumnya bakteri ini mendiami vagina dan merupakan penyebab umum dari meningitis pada bayi prematur dan bayi baru lahir selama minggu pertama kehidupan. Escherichia coli, yang menghuni saluran pencernaan, juga dapat dikategorikan sebagai penyebab meningitis di antara bayi yang baru lahir.

Meningitis yang terjadi selama epidemi dapat mempengaruhi bayi yang baru lahir – Listeria monocytogenes adalah bakteri yang paling umum diketahui sebagai penyebab utama sakit ini.

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada Anak di Bawah 5 Tahun. 

Anak-anak dibawah usia 5 tahun dan tinggal di negara-negara yang tidak menawarkan vaksin, umumnya akan lebih rentan terinfeksi oleh Haemophilus influenzae tipe B.

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada Anak yang Lebih Besar. 

Sedangkan pada anak yang lebih tua umumnya mereka menderita meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitides (meningococcus), dan Streptococcus pneumoniae (serotipe 6, 9, 14, 18 dan 23) .

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada Orang Dewasa. 

Sekitar 80% dari semua penderita meningitis usia dewasa disebabkan oleh N. Meningitidis dan S. Pneumoniae. Sedangkan pada orang yang berusia di atas 50 tahun memiliki peningkatan risiko terjangkit bakteri meningitis yang disebabkan oleh L. Monocytogenes .

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada Penderita Kerusakan Tengkorak Kepala.

Pada orang-orang yang menderita cedera tulang tengkorak pada kepalanya berisiko lebih tinggi terinfeksi bakteri. Bakteri yang berada di rongga hidung, ditempat ketika udara memasuki ruang meningeal, akan mudah masuk dan berkembang biak.

Pasien dengan cerebral shunt (alat kesehatan yang dipasang pada orang-orang dengan kerusakan tengkorak kepala untuk menurunkan tekanan dalam otak) atau alat yang sejenisnya juga berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi oleh bakteri stafilokokus dan pseudomonas melalui alat tersebut.

  • Bakteri Penyebab Meningitis pada immunocompromised

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (immunocompromised) sangat berisiko tinggi terinfeksi oleh bakteri stafilokokus dan pseudomonas .

  • Bakteri Penyebab Meningitis dan Infeksi Pada Telinga

Jarang sekali ditemukan, otitis media, mastoiditis, atau beberapa infeksi lain pada daerah kepala atau leher dapat menyebabkan meningitis. Namun pada orang yang sebelumnya telah memakai implan koklea mereka lebih berisiko tinggi terkena pneumococcal meningitis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Otolaryngology-Head and Neck Surgery menemukan bahwa anak-anak yang menderita gangguan pendengaran berat, lima kali lebih tinggi kemungkinan mereka untuk tertular meningitis daripada anak-anak yang tidak.

Pada negara-negara di mana meningitis tuberkulosis merupakan kasus yang biasa terjadi, sebagian besar penderita meningitis lebih banyak disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

  • Cacat Anatomi Atau Kelainan Pada Sistem Kekebalan Tubuh

Salah satu cacat anatomi bawaan atau yang memang didapatkan karena kejadian tertentu bisa dikaitkan dengan berkembangnya bakteri meningitis. Cacat anatomis yang diderita seseorang akan memungkinkan bakteri menemukan jalan masuk ke sistem saraf dari lingkungan luar.

Cacat anatomis yang paling umum yang menyebabkan meningitis adalah fraktur tengkorak, terutama bila fraktur terjadi di dasar otak, atau meluas menuju sinus dan piramida petroleum.59% kasus meningitis kambuhan terjadi karena cacat anatomis, sementara 36% disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Mengenal Gejala-gejala Meningitis

Meningitis dan septikemia, keduanya cenderung menunjukkan gejala serupa kadang naik kadang turun (parahnya suatu penyakit) pada waktu yang bersamaan di beberapa area, maka kali ini kita sampai pada pembahasan mengenai kedua penyakit ini yaitu meningitis dan septikemia.

Septikemia sendiri adalah suatu kondisi dimana terjadi penumpukan bakteri penyebab penyakit di dalam darah. Tubuh kita diibaratkan sebagai tuan rumah tempat berkumpulnya berbagai jenis bakteri yang hidup dengan leluasa di berbagai lokasi tubuh seperti mulut, kulit, usus, dan saluran kemih.

Meningitis tidak selalu mudah dikenali. Dalam banyak kasus, meningitis mungkin berkembang tanpa gejala sama sekali. Pada tahap awal, gejalanya mungkin serupa dengan flu. Namun, orang yang mengidap penyakit meningitis dan septikemia bisa menjadi sakit parah dalam hitungan jam, jadi penting untuk mengetahui tanda dan gejala-gejalanya.

Gejala Awal Meningitis Secara Umum Meliputi:

  • Demam mendadak tinggi
  • Leher kaku (kaku kuduk) — gejala khas!
  • Sakit kepala parah yang nampaknya berbeda dari biasanya
  • Sakit kepala dengan mual atau muntah
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
  • Kejang
  • Selalu mengantuk ingin tidur atau susah bangun tidur
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Tidak ada nafsu makan atau minum
  • Ruam yang tidak hilang walau sudah ditekan. Ruam ini bisa diidentifikasi berupa beberapa bintik kecil di bagian tubuh manapun – ini bisa menyebar dengan cepat dan terlihat seperti memar baru. Hal ini terjadi karena darah telah bocor ke jaringan di bawah kulit. Ruam atau bintik-bintik awalnya mungkin memudar, lalu kembali lagi.

Gejala Meningitis Khusus Pada Bayi:

  • Menangis dan mengerang dengan nada yang tinggi.
  • Sebuah fontenelle (ubun-ubun) yang menonjol.
  • Sulit bangun.
  • Floppy (terkulai), lesu atau kaku dengan gerakan tersentak-sentak.
  • Menolak ketika diberi makan.
  • Napas cepat / tidak biasa / sulit.
  • Kulit pucat atau berjerawat.
  • Bintik merah atau ungu yang tidak hilang-hilang.

Gejala Meningitis pada Anak yang Lebih Besar:

  • Leher yang kaku (kaku kuduk).
  • Sakit dan nyeri di punggung dan persendian.
  • Kantuk atau kebingungan.
  • Sakit kepala yang sangat buruk.
  • Tidak menyukai lampu yang terlalu terang.
  • Tangan dan kaki sangat dingin.
  • Gemetaran.
  • Bernafas cepat.
  • Bintik merah atau ungu yang tidak luntur.

Lebih lanjut, simak juga: 10 Ciri-ciri Meningitis yang Perlu Diwaspadai

Itulah tadi beberapa definisi singkat mengenai penyakit meningitis, beberapa penyebab meningitis dan gejala-gejalanya. Dengan bertambahnya pengetahuan anda terhadap penyakit ini semoga membuat anda menjadi lebih aware pada penyebab meningitis ini agar dapat mengambil tindakan lebih awal apabila ada dari salah satu anggota keluarga menampakkan gejala-gejala yang sudah disebutkan diatas.

Investasi paling mahal yang dapat kita lakukan sesungguhnya adalah pada tubuh kita sendiri. Kesehatan akan menjadi sangat mahal harganya ketika kita sudah sakit dan terkulai lemas di ranjang rumah sakit. Pencegahan dan pengetahuan tentang suatu jenis penyakit tertentu adalah kuncinya dan dapat menjadi cara pencegahan yang efektif agar terhindar dari penyakit yang akan membuat kita menyesal nantinya. Agar kita dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih konkrit bentuknya.

Ada langkah terbaik sejauh ini yang kita miliki untuk mencegah meningitis yaitu dengan vaksinasi. Tetapi karena penyakit ini bisa dibilang jarang, vaksinasi meningitis belum termasuk dalam jadwal vaksin wajib di Indonesia. Jadi rajin-rajin lah cek kesehatan Anda ke dokter yang biasa menjadi langganan Anda, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Rajin-rajinlah Anda berolahraga, konsumsilah makanan dan minuman yang bergizi dan mengandung vitamin. Jagalah kebiasaan hidup anda agar lebih sehat niscaya tubuh akan menjadi lebih kuat dalam menangkal virus penyebab berbagai penyakit ringan dan berbahaya.

Salam Sehat!

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer