12 Penyebab Migrain Sebelah Kanan pada Wanita dan Pria

Meskipun sakit kepala sebelah kanan atau migrain umumnya tidak berbahaya, namun Anda tetap perlu waspada, apalagi keluhan ini dirasakan berulang dan memberat dari waktu ke waktu. Kalau sudah begini, maka Anda perlu mengetahui penyebab migrain sebelah kanan sehingga bisa diupayakan penanganan yang tepat.

Migrain atau sakit kepala hanya di sebagian sisi kepala merupakan kondisi kesehatan yang umum terjadi. Secara statistik 1 dari 5 wanita mengalami migrain dan sekitar 1 dari 15 pria juga mengalaminya. Biasanya kondisi ini mulai dikeluhkan di usia-usia awal menginjak dewasa.

penyebab migrain

Intensitas migrain pada seseorang bisa bermacam-macam, ada yang terjadi lebih sering, ada juga yang hanya mengalaminya beberapa kali dalam setahun. Rasa sakitnya umumnya terasa berdenyut di sebelah kanan ataupun kiri. Seringkali disertai juga dengan sensitifitas terhadap suara dan cahaya, jadi penderita akan sangat tidak nyaman ketika di suasana bising ataupun cahaya terik.

Meskipun penyebab migrain sebelah kanan ataupun kiri masih belum diketahui secara pasti, namun diyakini bahwa kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. Migrain sendiri dipicu oleh aktivitas abnormal otak yang menyebabkan perubahan sementara pada zat kimia, saraf dan pembuluh darah di otak. Selain itu, kondisi genetik juga memiliki peran yang diyakini membuat seseorang lebih rentan menderita migrain.

Apa saja Penyebab Migrain Sebelah Kanan?

Jika kita runut satu persatu, ada banyak faktor yang diyakini menjadi pemicu migrain seperti faktor hormonal, emosional, fisik, asupan makanan, kondisi lingkungan dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Beragam pemicu migrain ini bersifat sangat personal yang artinya dapat berbeda-beda bagi masing-masing orang, namun mengetahui serangkaian faktor pemicu ini akan sangat membantu mengidentifikasi pemicu apa yang konsisten terjadi sehingga dapat disiasati.

( ! ) Perlu Anda ketahui bahwa penyebab migrain sebelah kanan ataupun kiri adalah sama saja, karena kedua sisi tubuh ini memiliki bagian-bagian yang simetris alias sama kanan dan kiri.

Berikut penyebab migrain sebelah kanan ataupun kiri yang umum dialami:

1. Perubahan Rutinitas

Beberapa orang merasa bahwa perubahan rutinitas dapat memicu terjadinya migrain. Misalnya saja perubahan pola tidur atau mungkin kebiasaan yang berubah karena perjalanan jauh. Bahkan perubahan rutinitas yang menyenangkan seperti liburan pun bisa jadi pemicu migrain.

2. Efek Stres

Migrain dan stres memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan stres biasa dianggap sebagai penyebab migrain sebelah kanan ataupun kiri. Meskipun sebenarnya, kegelisahan, kegembiraan dan kejutan yang berlebihan bisa juga jadi pemicu migrain. Bahkan ada istilah ‘weekend headaches’ dimana orang-orang yang sibuk dan stres di hari-hari kerja malah menderita migrain di hari liburnya.

3. Kurang atau Kelebihan Tidur

Tidur merupakan kebutuhan dasar semua orang, namun jika terlalu sedikit atau terlalu banyak waktu tidur bisa berakibat pada munculnya migrain. Biasanya orang yang terlalu sibuk hingga kurang tidur di malam hari bisa mengalami migrain keesokan harinya.  Efek yang sama juga biasa terjadi pada orang dengan tidur yang terlalu lama hingga kesiangan di pagi harinya.

Selain migrain, masih ada banyak akibat kurang tidur: 10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan

4. Konsumsi Kafein

Konsumsi kafein juga bisa menjadi penyebab migrain sebelah kanan atupun kiri. Untuk itu usahakan mengonsumsi tidak lebih dari 4 sampai 5 cangkir kopi, teh atau cola dalam sehari. Namun, beberapa orang juga dilaporkan mengalami migrain ketika secara tiba-tiba menghentikan konsumsi kafein sama sekali.

Solusinya, jika sudah terbiasa mengonsumsi kafein cobalah untuk mengurangi jumlah asupan zat ini sedikit demi sedikit. Beberapa orang juga beranggapan bahwa mengonsumsi lebih sedikit kafein pada akhir pekan juga dapat berdampak pada serangan migrain.

Ingat! kafein ini tidak hanya terdapat pada kopi atau teh, tapi juga pada coklat dan beberapa obat penghilang rasa sakit, jadi perhatikan juga konsumsinya.

Ketahui batas aman konsumsinya: Berapa batas aman konsumsi kopi dan kafein?

5. Perubahan Hormonal

Migrain juga diyakini berhubungan erat dengan perubahan hormon pada wanita, baik  estrogen maupun progesteron. Maka tak heran, jika migrain biasanya dimulai saat pubertas dimana seorang perempuan mulai mengalami menstruasi.

Kondisi alamiah wanita ini juga menjelaskan mengapa migrain lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Selain itu, menopause juga merupakan masa dimana migrain sebelah kanan lebih sering menyerang wanita.

Di lain kasus, pengguna kontrasepsi hormonal, baik berupa pil KB ataupun injeksi juga ada yang mengalami migrain sebagai efeknya. Jika hal ini terjadi, maka konsultasikan metode kontrasepsi yang lebih tepat untuk Anda.

6. Kondisi Lingkungan

Jangan abaikan faktor lingkungan, karena bisa jadi mingrain yang Anda derita saat ini dipicu olehnya. Kondisi lingkungan seperti ketinggian, perubahan cuaca, kelembaban yang tinggi, kebisingan, paparan cahaya yang menyilaukan atau lampu yang berkedip-kedip semuanya bisa memicu migrain.

Meskipun cahaya dan suara masih diragukan sebagai penyebab langsung dari migrain, namun untuk beberapa orang yang sensitif hal ini sangat mempengaruhi.

7. Terlalu Lama di Depan Layar Komputer

Duduk bekerja berlama-lama di depan komputer rumah ataupun kantor bisa jadi pemicu yang menyebabkan migrain. Untuk itu, mulailah membiasakan diri dengan menerapkan cara sehat di depan layar komputer seperti beristirahat secara teratur, menggunakan layar anti radiasi serta menggunakan pencahayaan yang tepat.

Selain itu, posisi duduk yang baik saat menggunakan komputer akan menghindari ketegangan otot leher, bahu dan kepala. Ketegangan yang muncul pada bagian otot tadi juga bisa berimplikasi pada timbulnya migrain.

8. Konsumsi Makanan Tertentu

Sekitar 10% dari penderita migrain mendapati bahwa serangan migrainnya terkait dengan makanan tertentu. Banyak orang melaporkan bahwa mereka mengalami serangan migrain setelah mengonsumsi makanan manis seperti coklat, sehingga disimpulkan bahwa makanan manis merupakan penyebabnya. Namun, terkadang munculnya keinginan untuk makan makanan tertentu merupakan gejala awal migrain.

9. Kurang Asupan Nutrisi

Kebiasaan menggantikan makanan utama bernutrisi lengkap dengan makanan ringan seperti kue dan snack tinggi kandungan gula juga bisa jadi penyebab timbulnya migrain. Solusinya, usahakanlah untuk selalu makan makanan bergizi seimbang atau jika Anda lebih suka ngemil, pilihlah cemilan dengan gizi yang lebih lengkap tidak hanya yang manis atau asin saja.

10. Konsumsi Zat Aditif

Beberapa produk makanan olahan biasanya mengandung bahan kimia atau aditif yang dapat menjadi pemicu migrain. Diketahui beberapa orang dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan monosodium glutamat, serta pemanis buatan seperti aspartam umumnya juga mengalami migrain.

11. Alkohol dan Keju

Beberapa bukti telah ditemukan bahwa anggur merah juga bisa memicu migrain karena mengandung tyramine, zat yang sering dikaitkan dengan migrain. Selain itu tyramine juga ditemukan pada produk makanan lain seperti keju jenis camember dan brie. Menghindari konsumsi berlebihan bahan makanan ini bisa menghindari serangan migrain.

12. Dehidrasi Ringan

Penyebab migrain sebelah kanan lainnya yang jarang diperhatikan orang adalah dehidrasi ringan. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air minum sebanyak 8 gelas air putih per hari. Selain itu, minuman bersoda, berkafein dan mengandung pemanis buatan juga bisa memicu dehidrasi dan juga migrain.

Demikianlah beberapa penyebab umum migrain sebelah kanan ataupun kiri yang bisa dijadikan panduan jika suatu saat migrain menyerang Anda, mungkin salah satu keadaan diatas lah yang jadi pemicunya.

Jika Anda sering mengalami migrain, biasakan untuk membuat catatan, pemicu apa yang jadi penyebab dari setiap migrain. Hasil catatan itu juga bisa Anda jadikan informasi saat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer