Penyebab Penyakit Asam Urat dan Tips Mencegahnya

Kombinasi tingginya kadar asam urat dalam darah dan kemampuan tubuh dalam mengeluarkan asam urat yang tidak optimal, merupakan penyebab terjadinya penyakit asam urat.

Jika melihat gaya hidup modern saat ini, tak mengherankan apabila semakin banyak saja orang yang mengeluhkan nyeri pada persendiannya. Penyakit asam urat adalah salah satu penyebabnya, penyakit ini acap kali membuat penderitanya meringis kesakitan akibat rasa nyeri tak tertahankan.

Kurang gerak ditambah pola makan yang asal atau serampangan, bisa dibilang menjadi faktor penyebab penyakit asam urat yang paling dominan saat ini.

Penyakit asam urat sendiri merupakan salah satu jenis radang sendi yang diakibatkan oleh timbunan asam urat yang bermanifestasi menjadi kristal-kristal tajam di dalam sendi.

Berbeda dengan penyakit rheumatoid arthritis atau sering disebut dengan rematik, yang rasa sakitnya simetris dan dapat dirasakan di sekujur tubuh. Nyeri pada penyakit asam urat, biasanya hanya terjadi pada satu sisi, misalnya pada kaki kanan atau kiri saja. Meskipun dalam kondisi kronis tidak menutup kemungkinan dapat terjadi juga pada kedua sisi tubuh.

Untuk lebih memahami bagaimana penyakit asam urat ini dapat terjadi, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya. Mari, simak selengkapnya tentang penyakit asam urat berikut ini.

Bagaimana Penyakit Asam Urat Bisa Terjadi?

Agar tak terjadi salah kaprah, mula-mula kita harus memahami dahulu apa itu asam urat. Asam urat merupakan senyawa alami yang diproduksi oleh tubuh dari proses pemecahan asam amino menjadi purin yang terdapat pada asam nukleat (dalam DNA) protein pada inti sel.

Tubuh hanya membutuhkan sedikit asam urat, karena itu sebagian besar sisanya akan dieksresikan oleh ginjal dan usus, masing-masing menjadi urine dan feses.

Gangguan keseimbangan antara kecepatan penghancuran purin (pembentuk asam urat) dan laju pengeluaran asam urat dari dalam tubuh menyebabkan kadar asam urat dalam darah meningkat. Kondisi ini dikenal dengan hyperuricaemia.

Pada fase awal, kenaikan kadar asam urat darah belum menimbulkan rasa nyeri di jaringan sendi karena belum sempat terjadi pembentukan kristal. Seiring berjalannya waktu, manifestasi tingginya kadar asam urat dalam darah ini menyebabkan tubuh kesulitan untuk mengeluarkannya melalui urine atau feses.

Sebagian asam urat yang tidak dikeluarkan oleh tubuh ini kemudian akan masuk ke berbagai jaringan tubuh khususnya persendian. Karena persendian merupakan bagian tubuh yang paling mudah dihinggapi. Lambat laun, terjadilah pembentukan kristal-kristal monosodium urat di jaringan sendi.

Kemudian, setelah kristal-kristal asam urat tersebut menumpuk di dalam sendi. Tubuh akan meresponnya dengan mengerahkan sel tertentu dari sistem imunitas yang disebut dengan makrofag jaringan.

Selanjutnya, proses perlawanan imunitas tubuh untuk melenyapkan kristal monosodium ini akan merangsang pelepasan beberapa zat mediator kimiawi yang menyebabkan terjadinya rekasi peradangan. Reaksi peradangan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri, pembengkakan dan kulit menjadi kemerahan.

penyebab asam urat mediskus

Nah, penumpukan asam urat di dalam sendi yang membentuk kristal-kristal tajam kemudian menimbulkan reaksi peradangan inilah yang dikenal dengan penyakit asam urat. Lebih tahu gejalanya simak disini: Gejala Asam Urat pada Kaki

Apa Saja Penyebab Asam Urat Tinggi?

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa tubuh telah memproduksi asam urat secara alami dan hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sedikit. Kombinasi tingginya kadar asam urat dalam darah dan kemampuan tubuh dalam mengeluarkan asam urat yang tidak optimal, menyebabkan terjadinya penyakit asam urat.

Tingginya kadar asam urat dalam darah ini dipicu oleh berbagai faktor. Diantaranya seperti makanan, obat-obatan, penyakit, faktor genetik dan obesitas. Selengkapnya dapat disimak melalui penjelasan berikut ini.

Hal-hal yang menyebabkan asam urat tinggi:

1. Makanan tinggi purin

Menikmati berbagai makanan tanpa memperhatikan asupannya, bisa dibilang menjadi faktor penyebab asam urat meningkat dalam darah. Trend makanan cepat saji atau makanan kaleng yang semakin menggurita ketersediaannya, menambah daftar gelap pemicu datangnya penyakit asam urat.

Tubuh telah menyediakan 85% kebutuhan akan asam urat, sisanya kemudian berasal dari purin yang terkandung dalam makanan. Ada beberapa makanan yang dikategorikan mengandung purin tinggi, sedang dan rendah.

Makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan, makanan kaleng, melinjo, kerang, cumi, udang dan alkohol. Lalu yang berkategori sedang seperti kacang-kacangan, oncom, tahu, tempe, bayam dan daging merah. Adapun makanan yang rendah purin diantaranya seperti telur, susu, buah-buahan, keju dan lain sebagainya.

Mengenai hal ini telah kami bahas disini:

Jadi, perhatikan benar asupan makanan sehari-hari. Apabila tidak ingin kedatangan penyakit asam urat yang rasa nyerinya dapat membuat Anda meringis kesakitan.

2. Obat-Obatan

Obat-obatan tertentu seperti aspirin, niacin, obat penghambat beta (beta blocker), obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat-obatan yang tergolong diuretik dan obat-obatan kemoterapi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat.

Untuk itu, perhatikan benar dosis dan aturan pakainya sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter. Apabila ada keluhan, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapat solusi yang terbaik.

3. Penyakit

Seseorang yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes, ginjal, hipertensi dan sindrom metabolik berpeluang besar terkena komplikasi penyakit asam urat.

Begitupun dengan penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Ketika menjalani kemoterapi, bukan hanya sel-sel kanker saja yang mati, sebagian sel-sel yang sehat pun akan ikut terbunuh.

Sel yang mati ini kemudian akan pecah, inti selnya pecah dan DNA-nya pun akan dipecah menjadi purin. Pada akhirnya akan memproduksi kadar purin yang tinggi sehingga menjadi penyebab asam urat tinggi.

4. Faktor Genetik

Faktor genetik dapat meningkatkan peluang akan datangnya penyakit asam urat hingga 20%.

Selain itu, penyakit asam urat juga lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Mengapa? karena wanita dilindungi oleh hormon estrogen yang dapat membantu membuang purin, sedangkan pria sudah pasti tidak memilikinya.

Meski begitu, wanita yang telah memasuki masa menopause harus waspada. Karena pada masa menopause hormon estrogen sudah tidak diproduksi lagi, sehingga risiko terserang penyakit asam urat pun meningkat.

5. Obesitas

Kita semua pastinya sudah mengetahui, bahwa kelebihan berat badan atau obesitas memiliki dampak yang sangat tidak baik bagi kesehatan. Tentunya, karena dapat memicu datangnya berbagai penyakit, salah satunya menjadi penyebab penyakit asam urat.

Para ahli memperkirakan bahwa jaringan lemak dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Untuk itu, jagalah berat badan agar tetap ideal dengan rutin berolahraga dan memperhatikan pola makan yang sehat.

Tips Pencegahan

Kendati penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan obat, namun alangkah baiknya bila kita melakukan tindakan pencegahan guna meminimalisir kambuh atau datangnya penyakit asam urat.

Setelah mengetahui penyebab asam urat naik, selanjutnya ikutilah beberapa tips untuk mencegahnya berikut ini:

  1. Jaga pola makan. Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Kenali berbagai makanan yang tinggi, sedang juga yang rendah purin.
  2. Hindari minum-minuman keras. Alkohol dalam minuman keras tinggi akan purin, menghindarinya tentu saja menjadi pilihan cerdas. Selain itu, dampak buruknya pun lebih besar dibandingkan manfaatnya bagi kesehatan.
  3. Konsumsi makanan mengandung zat penurun asam urat. Buah dari keluarga berry (bluberry, stroberi, dll), bawang putih dan peterseli dapat membantu menggelontorkan asam urat dari tubuh.
  4. Manfaatkan herbal alami. Sambiloto, temulawak, lada hitam dan daun tempuyung bersifat anti-inflamasi dan diuretik yang membantu meringankan dan mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh.
  5. Perbanyak minum air putih. Cukupi kebutuhan air putih setiap harinya. Rata-rata 8 gelas sehari, tergantung aktivitas yang dilakukan. Kecukupan tubuh akan air ditandai dengan urine yang berwarna putih atau bening (tidak kuning apalagi pekat).
  6. Pertahankan berat badan ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi faktor pemicu terjadinya penyakit asam urat. Turunkan berat badan secara bertahap, karena penurunan berat badan secara drastis malah memicu serangan penyakit asam urat.
  7. Olahraga secara teratur. Rutin berolahraga selama 30-45 menit minimal 2 kali seminggu membantu menurunkan risiko penyakit asam urat sekaligus menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Kadar asam urat tinggi dalam darah (hyperuricaemia) belum tentu menyebabkan nyeri sebagai gejala penyakit asam urat. Sebaliknya, rasa nyeri dapat dirasakan ketika kadar asam urat normal.

Semua ini bergantung pada kemampuan metabolisme tubuh. Jika tubuh dapat bekerja secara optimal dalam mengeluarkan asam urat. Maka, penumpukan asam urat yang membentuk kristal-kristal pada sendi tidak akan terjadi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer