4 Penyebab Pusar Bau dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda mencium aroma tak sedap yang muncul dari area pusar?  Jika bau busuk dari pusar muncul, apalagi ketika aromanya menyengat, maka patut diwaspadai. Jangan anggap remah, penyebab pusar bau bisa beragam dari yang ringan hingga serius yang perlu penanganan medis.

Setiap mamalia termasuk juga manusia pasti punya bagian tubuh yang disebut pusar atau udel. Karena letaknya yang terlindung oleh pakaian, kebersihan daerah tubuh satu ini biasanya terbengkalai.

pusar bau

Padahal pusar atau dalam dunia medis disebut umbilikus ini harus juga selalu diperhatikan kebersihannya. Saat kondisinya kurang higienis pusar bisa saja mengalami infeksi. Hal inilah yang biasanya menjadi penyebab pusar berbau tak sedap.

Meskipun jarang terjadi masalah kesehatan serius pada area ini. Pusar yang beraroma busuk bisa jadi pertanda ada masalah serius yang perlu penanganan medis seperti infeksi ataupun kista. Gejala lain juga kerapkali menyertai menyertai kondisi serius ini, diantaranya:

  • Terdapat sekresi lendir berwarna putih, kuning atau hijau.
  • Bengkak dan kemerahan.
  • Gatal.
  • Rasa sakit pada pusar.
  • Muncul luka disekitar pusar.
  • Demam.
  • Terdapat benjolan pada perut.

Apa Sebenarnya Penyebab Pusar Bau Busuk?

Penyebab pusar mengeluarkan aroma kurang sedap bisa beragam, mulai dari masalah kebersihan hingga infeksi bakteri.

1. Kebersihan yang Kurang Terjaga

Pusar sebenarnya memiliki ekosistem kecilnya sendiri. Peneliti telah menemukan bahwa pusar merupakan rumah bagi hampir 70 jenis bakteri. Jamur dan kuman lainnya juga mungkin terjebak di dalamnya.

Kuman yang terjebak ini akan memakan minyak, sel kulit mati, keringat dan kotoran lainnya yang masuk ke liang pusar. Setelah itu, mereka akan berkembang biak, itulah mengapa selalu ada kotoran di dalam liang pusar meskipun sudah sering dibersihkan.

Kuman dan bakteri yang terkumpul secara berlebihan inilah yang membuat pusar bau busuk, sama halnya seperti ketiak yang berkeringat dan menimbulkan bau tak sedap.

Selain itu, pusar yang memiliki liang dalam biasanya akan semakin banyak kotoran dan kuman yang bisa terbentuk didalamnya. Kabar baiknya, bau bauan tak sedap tadi sebenarnya bisa dengan mudah dihilangkan dengan beberapa kebiasaan sehat yaitu dengan rajin membersihkannya dengan cara tepat.

2. Infeksi

Selain kebersihan yang kurang terjaga, penyebab pusar bau busuk lainnya adalah infeksi. Jenis jamur candida lah yang biasanya jadi penyebab masalah pada pusar ini. Kondisi liang pusar yang gelap hangat dan lembab menjadi habitat yang sempurna untuk organisme satu ini, terutama jika kebersihannya tidak dijaga.

Selain itu penderita diabetes militus juga lebih rentan terkena infeksi jamur candida ini. Penyakit yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari normalnya (hiperglikemia) ini dapat mengurangi kemampuan sistem kekebalan tubuh, sehingga sering terjadi infeksi.

Risiko infeksi pada pusar juga bisa semakin besar setelah proses operasi pembedahan untuk mengatasi hernia umbilikalis (udel bodong). Selain itu, penggunaan tindik pada pusar juga bisa menyebabkan bakteri menginfeksi area ini.

Jika terjadi infeksi, biasanya akan muncul nanah dari dalam liang pusar, terkadang nanah akan berbau tak sedap. Gejala lainnya yang mungkin muncul meliputi rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di area pusar. Jika muncul gejala-gejala infeksi ini, sebaiknya perikasakan segera ke dokter.

3. Kista Epidermoid atau Kista Pilar

Kista Epidermoid adalah benjolan yang muncul pada lapisan terluar kulit, sedangkan kista pilar muncul dari folikel rambut. Kedua kista ini mengandung sel-sel dalam membran yang membentuk timbunan protein keratin tebal seperti nanah.

Jika kista ini membesar dan pecah, maka akan mengeluarkan nanah berwarna kekuningan dan berbau busuk. Dua jenis kista ini juga sangat mungkin terinfeksi. Hubungi dokter untuk memberikan perawatan jika muncul kista seperti ini pada pusar Anda.

4. Kista Sebasea

Kista sebasea biasanya lebih jarang terjadi dibanding kista epidermoid dan kista pilar. Seperti namanya kista jenis ini terjadi pada kelenjar sebasea (minyak), dimana kulit memproduksi campuran minyak yang disebut sebum untuk pelumasan kulit. Kista sebasea yang berisi sebum dan sangat mungkin untuk terinfeksi. Jika muncul masalah ini pada pusar diperlukan perawatan yang tepat oleh dokter Anda.

Meskipun gejala yang timbul dari beberapa penyebab pusar bau ini sebaiknya diwaspadai, namun Anda tidak perlu terburu-buru ke dokter jika sistem kekebalan tubuh dirasa masih mampu mengatasi gejalanya. Lalu, gejala apa saja yang harus diperhatikan dan dimintakan bantuan tim medis?

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika bau busuk muncul pada pusar hanya karena masalah kurangnya kebersihan, cobalah untuk lebih rajin membersihkan pusar Anda. Setelah bersih, harusnya tidak akan muncul lagi bau yang tak sedap.

Namun, segeralah konsultasikan ke dokter jika mendapati nanah yang keluar dari pusar atau mengalami gejala-gejala infeksi seperti:

  • Demam.
  • Kemerahan.
  • Bengkak.
  • Sakit pada perut.
  • Sakit saat buang air kecil.

Dokter biasanya akan memeriksa pusar Anda dan mengambil sampel dari nanah yang keluar. Sampel ini nantinya akan diperiksa dan diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab dari sakit pada pusar Anda ini.

Cara Mengobati Pusar Bau Busuk

Tindakan pengobatan pada pusar yang berbau tak sedap sangat bergantung pada penyebab yang melatarinya. Mengubah pola hidup sehat juga bisa dilakukan sebagai pencegahan sekaligus pengobatan pusar bau tak sedap ini.

1. Untuk Infeksi

Pusar akan terhindar dari infeksi jika pusar bersih dan kering. Hindari menggunakan pakaian ketat, karena keringat dan kotoran bisa terbentuk di pakaian yang melekat pada kulit. Batasi asupan gula, terutama jika Anda penderita diabetes.

Pada kasus pusar bertindik, jika terjadi infeksi maka lepaskan tindikannya. Gunakan bola kapas yang telah dicelupkan pada cairan antimikroba pada daerah yang terinfeksi, biasanya yang berwarna kemerahan. Kemudian, jaga agar pusar tetap bersih dan kering.

Jika cara ini tidak efektif segeralah konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan krim antijamur dan antibiotik topikal, tergantung dari jenis kuman yang menyebabkan infeksi.

2. Untuk Kista Sebasea

Untuk kista yang terbentuk pada permukaan kulit yang dangkal Anda tidak perlu khawatir, kecuali jika sudah terjadi infeksi. Jika demikian, dokter kulit biasanya akan menghilangkan kista ini dengan menyuntikkan obat-obatan, mengeluarkan nanahnya, atau mengangkat keseluruhan kista ini dari kulit.

Bagaimana Cara Membersihkan Pusar dengan Benar?

Cara termudah untuk mencegah bakteri dan kotoran mengumpul pada liang pusar adalah dengan membersihkannya setiap hari. Cara membersihkannya seperti ini:

  • Saat mandi, siapkan kain bersih yang sudah ditambahkan sabun anti bakteri.
  • Dengan menggunakan ujung jari dan kain tadi, bersihkan liang pusar hingga ke dasarnya.
  • Setelah selesai mandi, keringkan pusar dengan handuk.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan krim losion di dalam atau di sekitar pusar. Hal ini bisa memicu tumbuhnya jamur dan bakteri.

Jika Anda memiliki tindik di pusar, sebaiknya luangkan waktu untuk membersihkannya setiap hari kemudian jaga agar tetap bersih dan kering.

Demikianlah penyebab pusar bau busuk dan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindarinya serta pengobatannya jika timbul infeksi. Disiplin membersihkannya setiap hari bisa jadi cara yang paling simpel dan efektif untuk menghindari pusar bau busuk.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer