13 Penyebab Sakit Perut Kiri Bawah yang Sering Tak Terduga

Rasa sakit pada bagian kiri bawah perut terkadang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Rasa nyeri yang ringan umumnya disebabkan oleh kondisi yang tak berbahaya sehingga tak perlu dikhawatirkan, dan mungkin akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari.

penyebab sakit perut kiri bawah

Namun, lain halnya ketika penyebab sakit perut kiri bawah tersebut terkait dengan kecelakaan atau cedera, atau ketika gejalanya disertai dengan demam, sakit parah, BAB berdarah, kembung, mual dan muntah terus menerus. Jika sudah begini, maka langkah yang paling tepat yaitu segera mencari pertolongan medis.

Berbicara mengenai penyebab sakit perut kiri bawah, secara umum dipengaruhi oleh kondisi organ-organ pencernaan, saluran kemih, dan organ reproduksi yang memang terletak di dalamnya. Atas dasar ini pula, maka bisa dibedakan antara penyebab yang khusus terjadi pada laki-laki ataupun perempuan, serta penyebab umum yang terjadi pada keduanya.

6 Kondisi umum yang menjadi penyebab sakit perut kiri bawah

1. Diverticulitis

penyebab sakit perut kiri bawah tersering.

Sesuai dengan organ yang sering diserang (colon desenden), maka divertikulitis merupakan penyebab sakit perut kiri bawah tersering.

Diverticulitis menjadi salah satu penyebab paling umum yang menimbulkan rasa sakit di bagian kiri bawah perut. Diverticulitis adalah peradangan pada diverticula, diverticula sendiri merupakan kantong-kantong kecil yang terdapat pada titik-titik lemah usus besar. Divertikula paling sering terjadi setelah usia 40 tahun.

Ketika meradang, kantung-kantung ini membengkak, mengalami infeksi, dan menimbulkan sejumlah gejala, termasuk yang tersering yaitu sakit perut sebelah kiri bawah. Gejala lainnya meliputi demam, mual, muntah, perut sensitif, dan sembelit atau diare meskipun jarang.

Pada diverticulitis ringan, kebanyakan akan membaik dengan beristirahat, perubahan pola makan, dan konsumsi antibiotik. Namun pada kasus yang parah dan sering berulang, tak jarang memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya.

2. Gas dalam usus

penyebab sakit perut kiri bawah gas

adanya gas dalam usus ditandai dengan perut kembung, sering kentut, dan bersendawa

Keluarnya gas saluran cerna melalui sendawa adalah hal yang normal dan melegakan. Namun, ketika sejumlah gas menumpuk di saluran pencernaan, maka dapat menimbulkan masalah, seperti rasa kembung, perut terasa penuh, dan sakit.

Gas berlebihan yang dapat menyebabkan sakit perut sebelah kiri disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • menelan banyak udara saat makan terlalu cepat
  • makan berlebihan
  • merokok
  • mengunyah permen karet
  • tidak dapat mencerna beberapa makanan
  • makan makanan penghasil gas
  • memiliki gangguan bakteri di usus besar

Masalah gas dalam saluran cerna ini biasanya tidak serius. Anda pun dapat mengatasinya dengan cara berikut: Tips mudah mengatasi perut kembung

Jika tak kunjung sembuh dan bahkan disertai gejala lain, seperti muntah, diare, sembelit dan mulas, maka jangan ragu untuk pergi ke dokter.

3. Dispepsia (indigestion)

dispepsia penyebab sakit perut kiri atas dan kiri bawah mediskus

dispepsia dapat menyebabkan sakit perut kiri atas dan kiri bawah

Rasa sakit dan ketidaknyamanan umumnya terjadi setelah makan. Lambung memproduksi asam saat Anda makan. Asam ini dapat mengiritasi kerongkongan, lambung, atau usus. Rasa sakit biasanya di bagian atas perut tetapi dalam kasus yang jarang juga dapat memengaruhi perut kiri bagian bawah.

Kondisi ini umumnya ringan, dan kebanyakan orang mengalami ketidaknyamanan, rasa sakit, atau rasa panas. Gejala lain termasuk mulas, merasa kenyang atau kembung, bersendawa, dan mual. Temui dokter jika gangguan pencernaan ini berlanjut atau memburuk.

4. Hernia

hernia menyebabkan rasa sakit pada perut kiri bawahsaat terjadi jepitan

hernia menyebabkan rasa sakit saat terjadi jepitan

Hernia yang dapat meneyebabkan sakit perut sebelah kiri bawah, yaitu hernia inguinalis, ketika usus keluar melalui celah abnormal pada lapisan dalam perut. Usus tersebut kemudian masuk ke bagian lain, seperti lipat paha atau masuk ke dalam saluran reproduksi. Rasa sakit timbul saat usus terjepit pintu keluarnya yang abnormal itu.

Adapun ciri-ciri hernia yaitu:

  • Adanya tonjolan di area oerut atau selangkangan yang hilang timbul.
  • Benjolan membesar saat berdiri dan mengencil/hilang saat berbaring.
  • Jika sudah mulai nyeri, rasa nyeri meningkat saat mengangkat benda.

Lebih lanjut, baca: Hernia : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

5. Batu ginjal

Batu ginjal dapat menyebabkan sakit perut kiri bawah saat batu tersebut masuk ke dalam saluran di bawahnya yang lebih kecil (ureter). Rasa sakit yang dihasilkan begitu hebat di perut sebelah kiri yang dapat menjalar ke belakang atau ke bawah. Kram perut juga bisa datang secara bergelombang (spasmodik), yakni menjadi lebih ringan atau lebih sakit dari satu saat ke saat berikutnya.

Hal ini juga dapat terjadi pada perut sebelah kanan, saat ginjal kanan yang terlibat. Ketahui lebih lanjut gejalanya disini: 8 Gejala Batu Ginjal yang Paling Sering Dirasakan

6. Herpes (Dompo)

herpes zoster menyebabkan sakit perut kiri bawah yang terasa panas sampai kulit

herpes zoster di atas menyebabkan sakit perut kiri bawah yang terasa panas dari kulit sampai dalam.

Pernah menderita cacar air? Jika demikian, virus varicella-zoster ternyata masih ‘duduk’ dengan tenang di dalam tubuh Anda. Virus dapat muncul lagi nanti sebagai herpes zoster, yakni ketika kekebalan tubuh sedang turun-turunnya. Risiko juga akan meningkat seiring bertambahnya usia, puncaknya setelah usia 50 tahun.

Infeksi herpes zoster dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, berbentuk lepuhan gelembung-gelembung berisi cairan di permukaan kulit secara bergerombol dan hanya mengenai salah satu sisi tubuh. Bagian perut bawah menjadi salah satu tempat favoritnya. Bahkan rasa sakit itu timbul beberapa hari sebelum tumbuhnya ruam pada kulit.

Gejala lain termasuk:

  • rasa terbakar, mati rasa, atau kesemutan
  • kepekaan terhadap sentuhan
  • lepuh yang pecah dan membentuk keropeng
  • gatal

Lihat gejala selengkapnya: Herpes Zoster

6 Penyebab sakit perut kiri bawah khusus pada wanita

Terdapat sejumlah penyebab nyeri perut kiri bawah yang hanya mempengaruhi wanita. Kondisi ini mungkin lebih serius atau membutuhkan perawatan medis. Nyeri juga bisa berkembang di sisi kanan perut pada kasus-kasus ini.

1. Kram menstruasi (dismenore)

Kram biasanya terjadi sebelum dan selama periode menstruasi. Meskipun rasa sakit dapat berkisar dari sakit ringan hingga rasa sakit yang mengganggu aktivitas harian, kram menstruasi biasanya tidak serius.

2. Endometriosis

Disebut endometriosis apabila jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim juga tumbuh di luar rahim. Ini dapat menyebabkan sakit perut dan menyebabkan infertilitas.

Keberadannya ditandai dengan gejal-gejala berikut:

  • kram menstruasi yang semakin menyakitkan dari waktu ke waktu.
  • sakit saat berbuat dengan suami
  • buang air besar atau kecil yang menyakitkan
  • menstruasi yang berat
  • bercak pendarahan diluar jadwal mens

3. Kista ovarium

Tidak semua kista ovarium menyebabkan sakit perut kiri bawah, karena kebanyakan kista merupakan bagian dari siklus menstruasi yang normal. Masalah timbul pada kista yang berukuran besar karena menyebabkan ketidaknyamanan dan sering buang air kecil apabila sampai menekan kandung kemih.

Kista yang pecah (pecah terbuka) dapat menyebabkan beberapa masalah serius, seperti nyeri hebat atau pendarahan internal. Temui dokter atau dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami:

  • tiba-tiba, sakit perut yang parah
  • nyeri dengan demam atau muntah
  • tanda-tanda syok, seperti kulit dingin dan berkeringat, napas cepat, kepala ringan, atau lemas

4. Torsi ovarium

Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan ovarium terpuntir (torsio). Kejadian ini amat sangat menyakitkan dan dapat berakibat fatal. Torsi ovarium lebih mungkin terjadi pada kehamilan atau penggunaan hormon untuk mempromosikan ovulasi.

Temui dokter segera jika Anda merasakan sakit tiba-tiba yang parah di perut yang disertai muntah. Pembedahan sering diperlukan untuk mengurai puntiran ovarium atau mengangkatnya.

5. Kehamilan ektopik terganggu

Bagi para wanita yang positif hamil, harus lebih waspada saat mengalami sakit perut yang mendadak, baik disebalah kiri bawah ataupun kanan bawah. Rasa sakit yang hebat disertai dengan pendarahan, pusing, lemah, terlihat pucat, dan kaki tangan dingin, menandakan kehamilan ektopik yang terganggu.

Terganggu di sini, maksudnya adalah pecahnya kehamilan ektopik sehingga menimbulkan pendarahan hebat dan berbahaya.

6. Penyakit radang panggul (PID)

PID adalah infeksi pada sistem reproduksi wanita. Ini umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual (STD), seperti klamidia dan kencing nanah (gonore), tetapi jenis infeksi lain juga dapat menyebabkan PID.

Selain sakit perut sebelah kiri bawah atau kanan bawah, gejalanya bisa meliputi:

  • demam
  • keputihan dengan bau yang buruk
  • rasa sakit atau pendarahan saat ML
  • sensasi terbakar dengan buang air kecil
  • perdarahan antar periode menstruasi.

Penyebab sakit perut kiri bawah khusus lelaki

Torsio testis

Pada torsi testis, pangkal testis berotasi atau terpuntir. Hal ini dapat menurunkan aliran darah ke testis dan menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan yang parah. Rasa sakitnya bisa menjalar ke perut bagian bawah baik kiri ataupun kanan sesuai dengan testis yang terlibat.

Penyebab kondisi ini tidak diketahui. Torsi testis dapat terjadi pada laki-laki, tetapi paling sering terjadi pada anak laki – laki berusia 12 hingga 16 tahun .

Beberapa gejalanya termasuk:

  • nyeri skrotum dan pembengkakan yang tiba-tiba dan parah
  • sakit perut
  • mual
  • muntah
  • buang air kecil yang menyakitkan
  • demam

Torsio testis sangat serius. Dapatkan bantuan medis segera jika Anda memiliki rasa sakit tiba-tiba atau parah pada testis. Bahkan jika rasa sakit hilang dengan sendirinya. Pembedahan dapat mencegah kerusakan pada testis dan mempertahankan kesuburan.

Sekarang jwab pertanyaan ini: Apakah sakit perut Anda mengkhawatirkan? Apakah itu berlangsung lebih dari beberapa hari? Jika Anda menjawab ya untuk kedua pertanyaan ini, maka sekarang lah saatnya untuk menemui dokter.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT