Penyebab Sakit Tulang Belakang dan Obatnya

Seiring bertambahnya usia, tentunya semakin terbuka lebar pula cela bagi berbagai jenis penyakit untuk menyerang tubuh kita. Apalagi bila pola makan dan makanan yang masuk ketubuh tidak beraturan, ditambah jarang berolahraga, maka jangan heran bila tubuh akan sangat rentan terserang penyakit. Salah satu ancaman kesehatan terbesar yang sering menyerang seiring bertambahnya usia yaitu sakit tulang belakang.

Sakit tulang belakang menjadi masalah yang acap kali dijumpai pada usia 30-45 tahun. Memang memasuki usia paruh baya ini kondisi fisik seseorang mulai mengalami penurunan, tulang pun akan mulai berkurang kepadatannya. Itulah sebabnya mengapa sakit tulang belakang ini seringkali kita jumpai pada mereka yang telah memasuki usia paruh baya atau usia lanjut.

sakit tulang belakang

ilustrasi tulang belakang yang sakit

Selain faktor usia, adakah faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko sakit tulang belakang? Apa yang harus dilakukan ketika sakit tulang belakang menyerang? Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mari kita bahas selengkapnya tentang sakit tulang belakang, apa saja penyebabnya dan bagaimana mengatasinya.

Sakit Tulang Belakang dan Penyebabnya

Sakit tulang belakang merupakan rasa sakit, nyeri atau kekakuan yang dirasakan di sepanjang tulang belakang disertai dengan rasa kaku atau nyeri pada otot. Rasa nyeri ini timbul akibat ada sesuatu yang tidak sesuai pada persendian, otot, cakram dan saraf tulang belakang ketika bergerak atau beraktivitas.

Penyebabnya tentu saja beragam, mulai dari kelainan tulang belakang, kecelakaan, gaya hidup, stres dan beberapa kondisi kesehatan lainnya yang dapat memicu terjadinya nyeri atau sakit pada tulang belakang.

1. Kelainan Tulang Belakang

Ada beberapa kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan rasa nyeri atau sakit, diantaranya:

  • Hernia disk (HNP). Suatu kondisi kelainan tulang belakang yang terjadi akibat piringan sendi melemah akibat penuaan, bergerak keluar dari tempatnya atau karena pecah akibat luka berat atau tegangan. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit di tulang belakang bawah atau pinggul karena saraf yang ikut tertekan.
  • Bulging disk. Kondisi dimana terjadi penonjolan diskus intervertebralis akibat kelainan postural berupa mengangkat barang berat dalam posisi membungkuk atau trauma langsung seperti jatuh.
  • Degenerative disk disease. Kondisi ini merupakan gangguan degeneratif yang terjadi akibat cakram intervertebralis melemah dan kehilangan fleksibilitas, elastisitas, dan karakteristiknya dalam menahan goncangan ketika seseorang berjalan, berlari atau melompat. Penyebabnya tentu saja karena faktor usia atau bisa jadi akibat kesalahan gerak tubuh.
  • Sacroiliac joints pain. Merupakan kondisi nyeri pada area sacroilliaca yang terletak di persendian pada tulang duduk yang berfungsi memindahkan beban tubuh bagian atas ke tubuh bagian bawah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil atau pasca melahirkan.
  • Stenosis spinal. Penyempitan pada saluran tulang belakang yang menyebabkan sumsum tulang belakang yang berisi saraf tertekan sehingga kaki dan bahu terasa mati rasa. Kondisi ini lebih sering dialami seseorang yang berusia diatas 60 tahun.
  • Radikalulopati servikal. Lebih dikenal dengan sebutan saraf terjepit. Biasanya disebabkan oleh bone spur (benjolan tulang baru) atau hernia disk (piringan sendi melemah).
  • Spondylolisthesis. Merupakan pergeseran ruas tuang belakang (vertebra) yang bergeser ke depan dari tulang di bawah atau di atasnya akibat melemahnya sendi dan ligamen karena penuaan, trauma langsung, atau tumor.

2. Kecelakaan

Sakit tulang belakang juga bisa terjadi akibat kecelakaan atau trauma langsung seperti kecelakaan ketika mengendarai mobil atau motor, cedera saat berolahraga, terjatuh, keseleo, atau fraktur tulang (patah tulang) akibat pukulan atau tertimpa benda berat dan osteoporosis.

3. Gaya Hidup

Untuk Anda yang memiliki gaya hidup serampangan atau tidak beraturan, sebaiknya ubah gaya hidup Anda mulai dari sekarang. Sebelum menyesal di kemudian hari, ketika berbagai jenis penyakit seperti sakit tulang belakang menyerang.

Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti terlalu sering membungkuk, mengangkat benda-benda berat, kurang berolahraga, merokok serta kelebihan berat badan menjadi faktor pemicu terjadinya sakit tulang belakang.

Bagi para wanita yang sering menggunakan sepatu atau sandal ber-hak tinggi, sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Mengapa? karena kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit pada tulang belakang. Solusinya? ganti atau perbanyak intensitas pemakaian sepatu atau sandal ceper dibanding alas kaki ber-hak tinggi.

4. Stres

Stres memang berdampak besar pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan tulang. Stres dapat menyebabkan otot punggung yang berfungsi mendukung tulang belakang menjadi tegang atau melemah.

Akibatnya tentu saja akan menimbulkan rasa sakit pada tulang belakang. Bukan tidak mungkin, stres yang berlanjut akan semakin memperparah rasa sakit serta memicu datangnya kondisi kesehatan yang lebih serius.

Jauhi stres sesegera mungkin dengan melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Biasakan untuk selalu berpikiran positif dan optimis dalam menjalani pahit dan manisnya hidup.

5. Kondisi Kesehatan Lainnya

Sakit tulang belakang juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti:

  • Arthritis. Peradangan pada satu atau beberapa sendi yang menyebabkan kekakuan, pembengkakan serta keterbatasan bergerak.
  • OsteoarthritisSalah satu jenis arthritis yang paling sering terjadi, dikenal juga dengan nama pengapuran sendi. Penyakit sendi degeneratif ini terjadi akibat rusaknya tulang rawan (cartilage) pada satu atau beberapa sendi.
  • Ankylosing spondylitis. Merupakan peradangan yang menyebabkan penyatuan dari beberapa ruas tulang belakang. Penyakit ini membuat pergerakan penderitanya menjadi kurang fleksibel karena postur tubuh menjadi cenderung membungkuk ke depan dan kesulitan mengangkat kepala cukup tinggi untuk melihat ke depan.
  • Skoliosis. Suatu kondisi dimana tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Meskipun kondisi ini umumnya merupakan bawaan lahir, namun bisa terjadi pula seiring bertambahnya usia.
  • Kehamilan. Berat badan yang bertambah saat kehamilan menambah beban pada tulang belakang. Maka tak heran banyak wanita hamil yang mengeluh pegal-pegal atau sakit di tulang belakangnya. Baca juga: Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil Tanpa Obat
  • Tumor. Sel-sel kanker yang menyerang organ tubuh tertentu dapat menyebar ke tulang belakang dan menyebabkan kanker tulang.

Pengobatan Sakit Tulang Belakang

Apabila sakit tulang belakang tidak disebabkan oleh hal serius, biasanya hanya dengan mengonsumsi obat pereda rasa sakit dan beristirahat seperlunya, rasa sakit itu akan mereda. Namun, bila rasa sakit itu terus menerus menyerang hingga terasa sangat amat menyiksa dan menghambat rutinitas sehari-hari, memeriksakan diri ke dokter menjadi pilhan paling bijak.

Cermati Tanda Gejala yang Menyertai Nyeri Tulang Anda

Untuk memastikan penyebab sakit tulang belakang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes tambahan bila diperlukan. Sebelum memulai pemeriksaan fisik, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada pasien yang menyangkut beberapa hal, seperti:

  1. Gejala. Apa saja yang dirasakan? Apakah rasa sakitnya memburuk atau membaik pada waktu tertentu? Seberapa jauh rasa sakit itu menyebar? Adakah gejala lain pada saat bersamaan, seperti kelemahan atau mati rasa? Seperti apa bentuk rasa sakitnya-pegal saja atau terasa tajam, panas dan menyengat?
  2. Tingkat aktivitas. Apakah cenderung aktif atau pasif? Lebih banyak duduk atau berdiri? Seberapa sering berolahraga?
  3. Kebiasaan tidur. Berapa jam waktu tidur dalam sehari? Bagaimana posisi saat tidur? Bagaimana kualitas tempat tidur-empuk atau keras?
  4. Sikap. Cenderung tegak atau membungkuk?
  5. Cedera. Apakah mengalami cedera baru-baru ini? Apakah ada luka atau cedera di masa lalu yang mungkin berimbas pada kondisi saat ini?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memberi gambaran klinis tentang kehidupan sehari-hari pasien kepada dokter yang menunjukkan kemungkinan spesifik terhadap sakit tulang belakang yang dialami.

Pemeriksaan Fisik

Setelah mengajukan beberapa pertanyaan, selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk lebih mempersempit kemungkinan penyebab rasa sakit tersebut. Pemeriksaan fisik ini mencakup beberapa hal, seperti:

  1. Rabaan atau palpasi disekitar tulang belakang.
  2. Pemeriksaan neurologis (motorik dan sensorik).
  3. Rentang uji gerak dengan cara membungkuk atau memutar posisi tertentu untuk mencari posisi yang memperburuk atau menciptakan rasa sakit.
  4. Uji refleks untuk mengevaluasi refleks yang melemah dan penurunan kekuatan pada otot.
  5. Tes angkat kaki dengan cara berbaring telentang dan mengangkat satu kaki setinggi mungkin dan selurus mungkin.

Biasanya, hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan tentang riwayat medis dan pemeriksaan fisik sudah cukup bagi dokter untuk mendiagnosis penyebab sakit tulang belakang yang diderita pasiennya. Namun, adakalanya pemeriksaan lebih lanjut dengan tes pencitraan seperti sinar-X, CT-scan, MRI atau tes kepadatan tulang diperlukan untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang penyebab rasa sakit pasien.

Tes pencitraan dan kepadatan tulang dapat dilakukan jika rasa sakit yang dirasa sudah parah, tidak berkurang dalam dua atau tiga bulan, atau tidak kunjung membaik dengan perawatan non surgical (non-bedah). Tes pencitraan juga digunakan untuk pasien yang akan menjalani operasi atau pembedahan, sehingga dokter dan ahli bedah dapat merencanakan prosedurnya sebelum memulai operasi.

Obat Sakit Tulang Belakang

Ada beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi sakit tulang belakang, antara lain seperti:

1. Obat Pereda Rasa Sakit

Obat-obatan jenis ini dapat mengurangi rasa nyeri pada tulang belakang yang disebabkan oleh saraf atau otot yang membengkak, contohnya seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen atau acetaminophen (parasetamol) yang bekerja dengan cara mengganggu sinyal rasa sakit.

Simak juga: Cara Ampuh Mengatasi Sakit Pinggang

2. Relaksan Otot 

Obat ini bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat, meningkatkan mobilitas sendi bahu dan mengurangi rasa sakit akibat otot tegang atau kejang. Meski begitu, obat ini tidak efektif untuk mengatasi nyeri kronis.

3. Opioid 

Obat ini bekerja dengan cara mengubah persepsi rasa sakit seseorang dengan melemahkan sinyal yang dikirim ke otak. Obat ini tergolong jenis narkotika dan paling sering digunakan untuk mengobati nyeri jangka pendek yang intens, seperti nyeri akut setelah operasi. Karena efek sampingnya yang cukup berbahaya dan membuat kecanduan, obat ini tidak diperkenankan untuk digunakan dalam jangka panjang.

4. Injeksi Epidural

Injeksi ini dibutuhkan untuk memasukkan obat seperti steroid ke bagian luar kantung dural yang mengelilingi sumsum tulang belakang. Tindakan ini membutuhkan sebuah pencitraan medis yang disebut fluoroskopi untuk memandu jarum ke area yang dituju dengan benar. Injeksi epidural ini dapat mengurangi rasa sakit dengan cara mengurangi peradangan pada saraf yang terjepit.

Simak juga: 18 Obat Nyeri Tulang di Apotik dan Alami

Pengobatan Alternatif untuk Sakit Tulang Belakang

Selain dengan menggunakan beberapa obat-obatan seperti diatas, sakit tulang belakang juga dapat diatasi dengan pengobatan alternatif juga rumahan, seperti:

1. Chiropraktik 

Chiropraktik merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk memanipulasi tulang belakang dengan tujuan meningkatkan mobilitas serta mengurangi kekakuan, ketidaknyamanan atau rasa sakit pada tulang belakang.

Ada beberapa teknik yang biasa dilakukan oleh chiropraktor dalam melakukan chiropraktik, salah satunya dengan manipulasi spinal. Teknik ini dilakukan dalam waktu singkat dengan cara mengaplikasikan tekanan yang berat pada tulang belakang dan otot-otot disekitarnya untuk mereposisi struktur tulang belakang.

2. Akupunktur 

Akupunktur merupakan teknik pengobatan Cina kuno yang dilakukan dengan cara memasukkan beberapa jarum ke titik-titik tertentu dari area yang menyebabkan rasa sakit. Namun jangan sembarangan dalam menggunakan terapi alternatif seperti ini. Sebaiknya, pilih terapi alternatif atau akupunktur yang berbasis medis atau kedokteran.

mengobati sakit tulang belakang

mengobati sakit tulang belakang dengan akupunktur

3. Terapi Pijat

Terapi pijat hanya cocok diaplikasikan pada jaringan lunak seperti pada kasus kejang otot yang biasanya berkontribusi pada nyeri di tulang belakang. Dengan diagnosis yang jelas, teknik pijat yang benar dan dilakukan tanpa harus membuat pasien tersiksa, terapi pijat dapat membantu mengatasi sakit tulang belakang.

Teknik ini mampu membantu meningkatkan aliran darah ke tulang belakang bagian bawah dengan membawa nutrisi dan oksigen ke jaringan otot yang rusak.

4. Meditasi

Meditasi sudah dilakukan sejak beribu-ribu tahun yang lalu dan dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan, salah satunya seperti sakit tulang belakang. Teknik ini melibatkan berbagai hal, mulai dari latihan pernapasan dalam hingga penghentian proses berpikir yang tersebar dari berbagai pola untuk fokus pada satu titik.

Pengobatan Rumahan untuk Sakit Tulang Belakang

Pengobatan dasar yang diterapkan di rumah bisa menjadi salah cara yang efektif untuk membantu mempercepat penyembuhan sakit tulang belakang dan mengurangi rasa sakit atau nyeri akibat ketegangan otot. Pengobatan rumahan ini dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa metode, seperti:

1. Tetap Aktif 

Pengertian tetap aktif disini yaitu dengan mengurangi porsi istirahat dengan tidak terus menerus berbaring atau melakukan aktivitas berarti. Banyak yang berpikir dengan banyak berbaring atau ‘menjadi pasif’ dapat mempercepat penyembuhan, sebenarnya pemikiran seperti ini kurang tepat. Justru penyembuhan sakit tulang belakang akan menjadi lebih sulit apabila kita terlalu sering beristirahat atau hanya berdiam diri saja dirumah.

Jadi, usahakan untuk tetap aktif dengan melakukan berbagai aktivitas ringan. Misalnya dengan menyapu rumah, berjalan santai disekitar lingkungan di pagi atau sore hari. Ya, apapun itu selama tidak tergolong aktivitas berat dan tidak membebani diri sendiri, usahakan untuk melatih tulang agar aktif bergerak.

2. Modifikasi Aktivitas 

Untuk mempercepat penyembuhan sakit tulang belakang kita diwajibkan untuk pandai-pandai memodifikasi aktivitas sehari-hari. Misalnya, jika terlalu lama duduk membuat rasa sakit semakin parah, maka aturlah waktu untuk bangun atau berdiri melakukan peregangan setelah 20-30 menit duduk. Begitupun, jika rasa sakit itu terasa semakin parah ketika terlalu lama berdiri. Aturlah waktu untuk duduk setelah beberapa menit berdiri.

Dengan memodifikasi aktivitas atau posisi yang dapat memperburuk rasa sakit, akan membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit serta mempercepat penyembuhan sakit tulang belakang.

3. Kompres Air Hangat dan Air Dingin

Untuk metode yang satu ini, sepertinya mayoritas orang di Indonesia sudah tidak asing lagi ya. Kompres air hangat dapat dilakukan dengan menggunakan botol berisi air hangat, handuk yang telah direndam dalam air hangat, bantal pemanas khusus, atau dengan berendam di air hangat. Terapi air hangat ini berguna untuk mengendurkan otot yang tegang dan memperbaiki aliran darah.

Sedangkan kompres air dingin yang biasa diberikan melalui handuk yang telah direndam dengan air es efektif untuk mengurangi pembengkakan atau radang pada tulang belakang. Metode rumahan satu ini dapat dilakukan dua kali sehari untuk membantu mempercepat penyembuhan sakit tulang belakang.

Pada intinya, sakit tulang belakang merupakan penyakit yang tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya usia. Banyak faktor lain yang memicu kedatangannya, seperti kelebihan berat badan, stres, cedera atau gerakan tubuh yang salah, merokok dan keseringan memakai alas kaki ber-hak tinggi.

Kesemua faktor tersebut tentu saja kembali lagi pada gaya hidup. Kelainan pada tulang belakang dan penyakit-penyakit lain yang memicu terjadinya rasa sakit di tulang belakang juga karena faktor gaya hidup. Jadi, terapkanlah gaya hidup sehat dan ajak diri sendiri agar tidak malas berolahraga. Olahraga membantu cakram tulang belakang, otot, ligamen, dan persendian agar lebih solid, kuat dan sehat.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer