Penyebab Stres Dari yang Sepele Hingga Terberat Sekalipun

Anak-anak tak mau berhenti berkelahi, atasan selalu bicara kasar, dan Anda sedang dikejar penagih hutang karena belum sanggup melunasinya. Faktanya, ada banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi penyebab stres, yang baru saja disebutkan hanya beberapa saja.

Sebenarnya stres merupakan bagian yang normal dalam kehidupan manusia. Tak selalu bersifat buruk, stres juga dapat menjadi motivasi agar Anda bekerja dan berusaha lebih baik. Hanya saja, terkadang beban hidup alias stres begitu berat sehingga sampai-sampai menimbulkan masalah baik kesehatan fisik maupun psikososial.

penyebab stres

Beberepa kondisi penyebab stres seperti ketika menghadapi wawancara kerja, ujian, ataupun pertandingan olahraga. Dalam hal ini, stres biasanya berlangsung sementara dan segera berakhir begitu semuanya sudah selesai.

Berbeda halnya dengan stres kronis yang umumnya berlangsung lebih lama dan disebabkan oleh situasi tertentu. Seiring waktu berlalu, stres kronis dapat menimbulkan gangguan kesehatan kalau tidak segera diatasi, misalnya seperti:

  • Sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Insomnia/ sulit tidur
  • Susah konsentrasi
  • Gangguan pencernaan, misalnya maag (baca: Stress, Penyebab Sakit Maag yang Tak Disadari)
  • Sensitif/ mudah tersinggung
  • Depresi
  • Tekanan darah tinggi
  • Jantung berdebar
  • Mengerasnya pembuluh darah
  • Serangan/ penyakit jantung
  • Naik atau turunnya berat badan
  • Naik atau turunnya hasrat seksual
  • Masalah kesuburan
  • Asma
  • Radang sendi
  • Masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis.

Oleh sebab itu agar kita dapat terhindar dari masalah kesehatan di atas, mari kita coba kenali faktor dari luar dan dari dalam diri apa saja yang kerap menjadi penyebab stres.

Faktor Penyebab Stres dari Luar

Berikut beberapa contoh keadaan dari luar diri Anda yang bisa menyebabkan stres:

  • Gangguan kesehatan

Mengidap penyakit kronis seperti jantung, diabetes, kanker, atau radang sendi bisa memberikan tekanan batin tersendiri pada seseorang. Betapa tidak, penyakit-penyakit tersebut menuntut kesabaran yang besar. Harus minum obat teratur, periksa ke dokter, menghindari makanan yang menjadi pantangan, dan lain sebagainya.

  • Masalah emosional

Misalnya ketika mengalami rasa marah yang tak bisa diekspresikan, depresi, dukacita, rasa bersalah, atau minder. Oleh sebab itu, carilah seseorang yang Anda percaya untuk mencurahkan isi hati, atau lebih baik lagi sampaikan kepada yang maha kuasa. Dengan demikian, beban Anda akan terasa ringan.

  • Pergaulan

Bermasalah dengan orang lain, atau kurang mendapat dukungan dari sesama juga dapat memicu stres. Segeralah meminta maaf jika Anda merasa bersalah, dan berbesar hatilah untuk memaafkan jika Anda merasa disakiti.

  • Perubahan gaya hidup

Seseorang dapat stres jika baru ditinggal mati atau pergi oleh orang terkasih, kehilangan pekerjaan, menikah, bercerai, atau pindah rumah. Penyebab stres yang satu ini memang sulit untuk dihindari, namun Anda harus memakluminya karena itulah dinamika kehidupan.

  • Problem dalam keluarga

Baru memiliki anak, dilema menghadapi buah hati yang sudah beranjak remaja, atau ketika harus merawat sanak yang sakit, semua situasi pelik ini dapat membuat beberapa orang merasa kewalahan dan putus asa, ujung-ujungnya ya menyebabkan stres.

  • Konflik batin

Anda mungkin sangat ingin menghabiskan banyak waktu dengan keluarga, namun tuntutan profesi/ pekerjaan tidak memungkinkan untuk itu, sehingga kerap terjadi konflik dalam batin. Kondisi ini tentu membuat stres, namun jika Anda pandai mengatur waktu semua bisa teratasi.

  • Lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar juga bisa menjadi penyebab stres, apalagi kalau Anda tinggal di wilayah padat penduduk, berpolusi, sarat kejahatan, atau bising.

  • Situasi sosial

Ada berbagai situasi sosial penyebab stres, di antaranya saat pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan, kesepian, atau mendapat perlakuan tidak adil karena ras, jenis kelamin, maupun umur.

  • Pekerjaan

Tidak bahagia dengan apa yang dikerjakan juga dapat memicu stres berat. Begitu pula saat menghadapi deadline atau load kerja yang terlalu banyak. Contoh penyebab stres lain yang terkait dengan pekerjaan adalah bila sering bekerja lembur, ketika menghadapi manajemen kantor/ pribadi yang buruk, merasa tidak aman saat bekerja, digosipkan oleh rekan kerja, atau mengalami deskriminasi dan kekerasan di kantor.

  • Pengangguran

Baru saja kehilangan pekerjaan atau tak kunjung menemukan pekerjaan yang tepat dapat membuat seseorang merasa diri gagal, tidak berguna, dan berujung pada depresi.

  • Kejadian traumatis

Anda juga bisa stres usai menghadapi kejadian tertentu yang mengancam nyawa atau yang sifatnya traumatis seperti pemerkosaan, perampokan, kekerasan, bencana alam, perang, dan lain sebagainya.

Faktor Penyebab Stres dari Dalam Diri

Selain faktor dari luar, apa yang ada di dalam batin manusia juga bisa menjadi penyebab stres seperti:

  • Takut

Sering menonton berita mengenai ancaman teroris atau wabah virus dapat membuat beberapa orang merasa stres. Tentu saja ada banyak hal lain yang dapat membuat seseorang merasa takut sehingga panik dan stres.

  • Persepsi

Bagaimana cara Anda memandang kehidupan dan situasi tertentu turut menentukan apakah keadaan tersebut dapat menyebabkan stres atau tidak.

Contoh, kalau dompet dicuri, maka Anda bisa bersikap positif dan menggunakan peristiwa itu sebagai pembelajaran untuk lebih berhati-hati di kemudian hari. Respon semacam ini jauh lebih baik ketimbang bersikap paranoid, atau meratapi dompet yang mungkin takkan pernah kembali.

  • Harapan yang kurang realistis

Tak seorangpun yang sempurna di dunia ini. Jadi kalau Anda berharap segalanya bisa sempurna, maka besar kemungkinan bagi Anda untuk menghabiskan hari-hari dengan perasaan tertekan.

Jika sudah terlanjur stres, maka atasi segera dengan cara berikut:

Ditinjau dari ragam penyebab stres di atas, tingkat stres bisa bermacam-macam tergantung dari situasi, kepribadian, dan bagaimana respon Anda. Beberapa orang memutuskan untuk menerima hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka dengan lapang dada, lalu move on, namun ada pula yang tidak. Pertanyaannya sekarang, termasuk kelompok manakah Anda?

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer