Penyebab Suara Serak dan Cara Mengatasinya

Bagi Anda yang suka menyanyi atau bekerja di bidang komunikasi, seperti guru, dosen, dokter, dan sebagainya, tentu suara merupakan bagian yang terpenting dalam hidup Anda. Namun, terkadang suara tiba-tiba mengalami serak sehingga menghambat pekerjaan. Kenapa bisa terjadi suara serak, dan bagaimana mengatasinya?

Sebagian orang menganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa dan dapat diatasi dengan minum air putih. Namun, sebaiknya Anda mengetahui penyebab dan cara mengatasi suara serak agar hal tersebut tidak terus terulang dan mengganggu aktivitas Anda.

suara serak

Suara dihasilkan oleh udara yang melewati pita suara. Jadi ketika ada gangguan pada pita suara atau saluran yang terhubung dengannya (laring), maka berpotensi menimbulkan suara serak. Suara serak merupakan sebuah gejala dan bukan penyakit. Hal tersebut merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan suara abnormal. Apabila suara mengalami serak, suara akan terdengar kasar, serak, atau mungkin ada perubahan volume dan nada suara.

Ada banyak penyebab suara serak, sebagian besar penyebabnya tidak serius dan akan membaik dalam waktu yang tidak lama. Namun, jika suara masih tetap serak selama lebih dari dua minggu, maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Hal tersebut dikarenakan serak yang tak kunjung reda bisa menjadi tanda peringatan kanker laring.

Apa Sajakah Penyebab Suara Serak?

Kita perlu mengenali penyebab suara serak yang sedang dialami guna mencegah serta mengatasinya dengan tepat tanpa mengalami kemungkinan terburuk yang diakibatkannya. Faktor umum yang dapat menyebabkan atau memperburuk suara serak antara lain:

  • Asam reflux, yaitu naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan (GERD).
  • Merokok.
  • Minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
  • Suka berteriak.
  • Alergi.
  • Menghirup zat beracun.
  • Batuk berlebihan.

Selain faktor umum, juga terdapat faktor lain yang dapat menjadi penyebab suara serak, diantaranya:

  • Peradangan pada laring (laringitis) dan juga pita suara.
  • Kerusakan pada tenggorokan.
  • Polip (tumor) pada pita suara.
  • Kanker tenggorokan, tiroid, atau kanker paru-paru.
  • Berubahnya suara pada laki-laki remaja (Baligh).
  • Kelenjar tiroid berfungsi buruk.
  • Aneurisma aorta, pembengkakan sebagian aorta(arteri jantung terbesar).
  • Kondisi saraf yang melemahkan otot pita suara.

Ternyata banyak juga ya penyebab suara serak, jadi, Anda harus lebih berhati-hati dalam menjaganya. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah masalah ini.

Cara Mengatasi Suara Serak

Cara mengatasi suara serak yang akan kami jelaskan disini terdiri dari dua metode, yaitu secara medis dan perawatan di rumah. Pilihlah cara yang paling efektif bagi Anda, atau kombinasi keduanya. Adapun cara mengatasi suara serak yang dimaksud, yaitu:

1. Mengatasi Suara Serak secara Medis

Suara serak biasanya terkait dengan beberapa kondisi medis yang serius. Konsultasikan dengan dokter jika suara Anda serak terus menerus dan lebih dari satu minggu bagi anak-anak dan lebih dari 10 hari bagi orang dewasa. Apalagi jika suara serak disertai dengan air liur (pada anak kecil) dan kesulitan menelan atau bernafas mungkin mengindikasikan adanya kondisi medis yang serius.

Pengobatan yang dilakukan dokter apabila Anda mengalami suara serak disertai susah bernafas adalah dengan memberikan bantuan pernapasan (menggunakan masker) atau memasukkan tabung pernapasan untuk membantu Anda bernafas.

Untuk mengetahui penyebabnya atau gejala lain, dokter biasanya bertanya tentang seberapa sering gejala ini dialami oleh Anda. Dokter juga akan bertanya tentang faktor-faktor yang memperburuk kondisi gejala tersebut, seperti kebiasaan Anda merokok, berteriak, atau sering berbicara dalam waktu yang lama. Dokter juga akan melihat gejala tambahan, seperti demam atau kelelahan.

Dokter biasanya akan memeriksa tenggorokan dengan cermin kecil untuk mencari radang atau kelainan apa pun pada tenggorokan Anda. Pengobatan medis sangat bergantung pada gejala yang Anda rasakan, dokter mungkin saja akan menjalani berbagai pengobatan, seperti menjalankan serangkaian sinar X di tenggorokan atau merekomendasikan CT scan (sejenis sinar-X).

Dokter juga kemungkinan akan mengambil sampel darah Anda untuk diuji di laboratorium. Hal ini bertujuan untuk menilai sel darah merah dan putih serta kadar hemoglobin dalam tubuh Anda.

2. Mengatasi Suara Serak dengan Perawatan di Rumah

Selain secara medis, Anda juga dapat mengatasi suara serak dengan melakukan berbagai perawatan di rumah. Ikuti beberapa perawatan untuk membantu mengatasi suara serak, yaitu:

  • Istirahatkan suara Anda selama beberapa hari: Hindari berbicara dan berteriak yang berlebihan, juga hindari berbisik karena sebenarnya berbisik lebih membuat tegang pita suara Anda.
  • Minum Banyak Air: Cairan dapat mengurangi beberapa gejala dan membantu melembabkan tenggorokan Anda.
  • Hindari kafein dan alkohol: Minuman yang mengandung kafein dan alkohol bisa membuat tenggorokan kering sehingga memperburuk kondisi tenggorokan dan membuat suara semakin serak.
  • Gunakan humidifier untuk menambahkan uap air ke udara: Humidifier adalah alat pelembab udara. Alat ini dapat membantu membuka saluran udara dan memudahkan Anda bernafas.
  • Berhenti Merokok: Kebiasaan merokok dan menghirup asap rokok dapat membuat tenggorokan Anda semakin mengering dan iritasi.
  • Basahi tenggorokan dengan mengunyah permen karet: Dengan mengunyah permen karet akan merangsang air liur dan  membantu membasahi tenggorokan dan menenangkan pita suara.
  • Mandi air panas: Uap dari pancuran (keran) akan membantu membuka saluran udara dan memberi kelembaban sehingga Anda lebih mudah bernafas.
  • Hindari penyebab alergi: Apabila Anda termasuk orang yang mengalami alergi, seperti alergi debu. Maka, sebaiknya Anda menghindarinya karena alergi  dapat memburuk suara serak.
  • Jangan menggunakan dekongestan untuk suara serak: Dekongestan adalah  jenis obat yang dapat melegakakan hidung dan tenggorokan. Namun, zat ini dapat membuat iritasi dan mengeringkan tenggorokan sehingga suara Anda semakin serak.

Cara Mencegah Berulangnya Suara Serak

Anda bisa melakukan beberapa tindakan untuk mencegah suara serak agar tidak terulang kembali. Beberapa cara pencegahan yang dapat membantu melindungi pita suara Anda, seperti di bawah ini:

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok: Merokok dapat menyebabkan iritasi pada pita suara dan laring, sehingga dapat membuat tenggorokan Anda kering dan memicu serak.
  • Rajin mencuci tangan: Suara serak sering disebabkan oleh infeksi virus pada sistem pernapasan. Dengan rajin mencuci tangan dapat membantu Anda mencegah penyebaran kuman dan virus serta membuat Anda tetap sehat.
  • Banyak minum: Minumlah air minimal delapan gelas sehari. Hal tersebut bertujuan untuk mengencerkan lendir di tenggorokan dan menjaganya agar tetap lembab.
  • Hindari minuman beralkohol dan berkafein: Hindari minuman yang membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi, seperti minuman berkafein dan minuman beralkohol. Minuman tersebut berfungsi sebagai diuretik atau menyebabkan Anda sering buang air kecil, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan cairan.
  • Tidak sembarangan membersihkan tenggorokan: Cobalah menahan keinginan untuk membersihkan tenggorokan Anda. Hal ini dikarenakan membersihkan tenggorokan dapat meningkatkan radang pita suara dan iritasi keseluruhan di tenggorokan Anda.

Cara-cara di atas dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari suara serak, namun apabila suara terlanjur serak dan Anda bingung cara mengatasinya, perhatikan cara mengatasi suara serak berikut ini.

Jika Anda memiliki suara serak secara terus-menerus dan kronis, kondisi medis yang serius mungkin menjadi penyebabnya. Mengidentifikasi penyebab suara serak secara rutin dapat mencegah dan membatasi kerusakan pada pita suara atau tenggorokan Anda.

Semoga artikel ini membantu Anda dalam mengetahui penyebab dan mengatasi suara serak, sehingga Anda dapat berbicara, mengobrol, dan bernyanyi tanpa takut suaranya menjadi serak.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer