10 Perbedaan Campak dan Rubella yang Mudah Diamati

Sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, campak dan rubella terkadang sulit dibedakan. Mengingat kedua kondisi ini memiliki konsekuensi penanganan dan keparahan yang berbeda, maka perbedaan campak dan rubella sangat penting untuk diketahui.

perbedaan campak dan rubella

Apa perbedaan utama antara campak dan rubella?

Campak dan rubella sama-sama disebabkan oleh infeksi virus. Namun demikian, penyakit campak (Measles) lebih serius karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada korbannya. Di sisi lain, rubella atau campak jerman relatif lebih ringan karena dapat sembuh total tanpa menimbulkan kerusakan permanen.

Meskipun begitu, rubella tidak dapat dianggap sebagai penyakit sepele, terlebih pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan konsekuensi parah pada janin seperti katarak, tuli atau keterbelakangan mental. Di samping itu, risiko keguguran pada wanita hamil yang terkena rubella juga menjadi tinggi.

Campak dan rubella memang ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit, namun tetap memiliki karakteristik berbeda. Salah satu perbedaanya, campak berlangsung selama lebih dari beberapa hari dan oleh karena itu, lebih berbahaya daripada rubella. Simak lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan campak dan rubella secara lebih rinci.

Mengenal Campak Lebih Dalam

Campak dikenal juga sebagai morbilli, rubeola, atau campak merah. Penyakit infeksi yang disebabkan virus campak ini bersifat sangat menular sejak awal kemunculan gejalanya.

Air liur, percikan bersin dan batuk dari penderita dapat menyebarkan virus campak kepada orang lain apabila sampai terhirup atau mendarat di saluran nafas, mata, dan mulut. Penyebaran tidak langsung melalui benda-benda dan tangan yang tercemar juga dapat terjadi.

Begitu virus ini masuk ke tubuh seseorang, diperlukan masa inkubasi sekitar 1 hingga 2 minggu sampai akhirnya gejala awal penyakit campak mulai muncul. Cermati gejala awal campak agar penularan dapat dicegah.

Tanda-tanda dan gejala awal campak adalah demam tinggi, 40 °C atau lebih. Di sebagian besar kasus demam disertai dengan batuk, hidung berair, dan mata merah. Kondisi ini disebut dengan masa prodromal.

Setelah kondisi prodromal ini berlangsung selama dua atau tiga hari, lalu muncul bintik-bintik putih kecil keunguan di dalam mulut yang disebut Koplik’s spot. Sekitar di hari ke-5 demam, ruam kecil-kecil berwarna merah pertama kali muncul di wajah, selanjutnya menyebar ke perut dan seluruh anggota badan dalam waktu tiga sampai lima hari. Gejala utama campak tersebut akan berkembang dalam rentang waktu 10 hingga 12 hari.

Secara ringkas, berikut tanda-tanda dan gejala khas campak:

  • Demam tinggi, 40 °C atau lebih.
  • Batuk (Cough).
  • Coryza, atau hidung berair dan bersin-bersin.
  • Conjungtivitis, yang merupakan infeksi pada membran luar mata; biasanya mata berwarna merah dan berair.
  • Fotofobia, yaitu, mata secara fisik sensitif terhadap cahaya.
  • Enanthem hadir (yaitu ruam yang terletak di membran yang menghasilkan lendir).
  • Bintik Koplik (ruam kecil) pada membran epitel yang melapisi bagian dalam mulut.
  • Ruam maculopapular (merah datar yang memiliki tonjolan kecil). Ruam ini menyebar dari kepala ke bawah hingga ke anggota badan.

3C (Cough, Coryza, Conjunctivitis) adalah gejala khas pada campak. Rubella tidak memiliki gajala ini.

Campak lebih berbahaya dibanding rubella karena berpotensi menimbulkan komplikasi berupa diare, kebutaan, radang otak, dan pneumonia. Oleh sebab itu, pilihan paling efektif yang tersedia untuk mencegah masalah ini adalah dengan vaksinasi, vaksin MMR.

Mengenal Rubella Lebih Dalam

Rubella disebut juga sebagai campak jerman atau campak tiga hari, memang terlihat sangat mirip dengan campak. Seperti namanya, infeksi rubella disebabkan oleh virus rubella. Cara penularannya sama dengan campak, namun rubella kurang menular.

Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus pada satu minggu sebelum gejala muncul dan selama sekitar dua minggu setelah gejala berkembang. Saking ringannya, bahkan banyak orang yang terkena rubella tidak menjadi sakit dan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami penyakit ini.

Inkubasi penyakit dapat berlangsung sekitar 2 hingga 3 minggu. Gejalanya bisa berupa demam rendah (kurang dari 38,3 o C), rasa tidak nyaman umum, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Nyeri sendi juga bisa terjadi pada beberapa orang. Kelenjar getah bening yang membengkak di leher sering terjadi dan bagian belakang tenggorokan menjadi berwarna kemerahan.

Pada rubella tidak ada gejala awal (prodromal). Rubella memiliki beberapa gejala yang mirip dengan campak karena ada ruam dan demam. Ruam pada rubella pun berbeda dengan campak.

Pada rubella, ruam pertama di wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ini tidak berlangsung lama dan mulai memudar ke bintik-bintik kecil pada hari kedua, pada saat demam berhenti. Ruam bisa bertahan hingga 5 hari.

Memar yang terbentuk pada langit-langit lunak mulut (dikenal sebagai bintik-bintik Forschheimer), akan bergabung bersama untuk membentuk area kemerahan.

Meskipun termasuk penyakit ringan, namun rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil. Rubella pada wanita hamil dapat menyebabkan cacat pada bayi baru lahir seperti tuli, mikrosefali dan bahkan bayi lahir mati. Bahkan dapat menyebabkan katarak dan cacat jantung bawaan pada bayi baru lahir jika ibu terkena selama kehamilan.

Perlindungan terbaik terhadap rubella adalah vaksin MMR. Insiden rubella menurun setelah program vaksinasi dimulai.

Tabel Perbedaan Campak dan Rubella

CAMPAKRUBELLA
Sangat menular, 90%Tidak sangat menular
Terdapat tahap prodromal (3C)Tahap prodromal tidak ada
Inkubasi 1 – 2 mingguInkubasi 2 – 3 minggu
Gejalanya bisa bertahan 10 hariGejala bertahan sekitar 5 hari
Kelenjar getah bening tidak selalu bengkakKelenjar getah bening selalu membengkak
Terdapat Koplik’s spotTerdapat Forschheimer spot
Fotofobia adaFotofobia tidak ada
Demam tinggi, 40 °C atau lebih tinggiDemam 38,3 °C atau lebih rendah
Ruam berupa bercak-bercak dengan bintik-bintik yang dapat bergabung bersama, lama memudar.Ruam berupa bintik-bintik yang cepat pudar

Ringkasan:

  • Campak dan rubella, keduanya disebabkan oleh virus RNA dan menyebar melalui percikan atau cairan pernapasan.
  • Campak jauh lebih menular dan penyakit berat daripada rubella.
  • Dalam campak ada tahap prodromal sementara tidak ada tahap prodromal di Rubella.
  • Inkubasi campak adalah dari 1 hingga 2 minggu, di rubella itu dari 2 hingga 3 minggu.
  • Gejala campak bisa bertahan hingga 10 hari, sedangkan gejala rubella biasanya berlangsung maksimal 5 hari.
  • Kelenjar getah bening yang membengkak selalu terjadi dengan rubella tetapi tidak selalu ada pada campak.
  • Bintik Koplik adalah gejala campak, sedangkan bintik-bintik Forschheimer adalah gejala rubella.
  • Fotofobia terjadi pada campak, tetapi tidak terjadi pada rubella.
  • Pada campak demam bisa setinggi 40 °C; demam rubella cenderung lebih rendah dari 38,3 °C
  • Ruam campak terdiri dari bercak-bercak yang berlangsung beberapa hari, sementara ruam rubella terdiri dari bintik-bintik, yang memudar dengan cepat.
  • Keduanya dapat dicegah dengan vaksinasi dengan satu vaksin, yakni vaksin MMR (Mumps, Measles, dan Rubella) atau MR.

DISKUSI TERKAIT

Baca juga