Retinoblastoma : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Retinoblastoma adalah salah satu jenis kanker pada mata dimana pertumbuhan sel-sel retina secara tidak terkontrol dan terus-menerus ke arah keganasan sehingga terbentuk suatu massa di retina. Retina sendiri merupakan lapisan tipis yang melapisi bagian dalam bola mata, bertugas untuk menangkap rangsangan cahaya kemudian diubah menjadi impuls listrik melewati saraf optik menuju ke otak.

Kanker sendiri sebenarnya berasal sel normal yang ada di dalam tubuh, tetapi karena pengaruh dari faktor-faktor tertentu, mengalami pertumbuhan yang tidak terkontrol. Massa tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas. Pada tumor jinak biasanya sel hanya terus tumbuh tidak menyebar, sedangkan pada tumor ganas yang disebut kanker biasanya sel-sel kanker dapat terus tumbuh mendesak jaringan sekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah atau saluran getah bening, disebut sebagai metastasis.

retinoblastoma

Angka kejadian kanker mata ini jarang terjadi. Kanker mata bisa terjadi pada bagian luar bola mata atau bagian dalam bola mata. Pada bagian luar bola mata, kanker dapat terjadi di daerah kelopak mata yang tersusun dari otot, kulit dan juga pembulu saraf. Sedangkan apabila berasal dari dalam bola mata, maka disebut intraocular cancer. Pada anak-anak kanker yang paling sering terjadi adalah retinoblastoma, sedangkan pada orang dewasa adalah melanoma dan lymphoma. Retinoblastoma jarang sekali terjadi pada orang dewasa. Kanker yang berasal dari dalam bola mata ini biasanya ganas dan memberikan prognosis yang buruk. Akan tetapi, untuk kasus retinoblastoma sendiri dapat memberian usia harapan hidup mencapai 86 – 92 %.

Gejala Kanker Retinoblastoma

Oleh karena retinoblastoma banyak terjadi pada bayi dan anak-anak, maka gejala yang timbul sulit dideteksi. Kedua orangtua harus peka, apabila pada mata bayi atau anaknya ditemukan tanda-tanda sebagai berikut :

  • Gangguan penglihatan
  • Tampak warna putih pada bagian pupil (lihat gambar di atas), apabila mata disinari oleh lampu senter.
  • Pupil tidak tampak mengecil pada saat disinari cahaya
  • Strabismus atau mata jereng atau Lazy eye. Dimana arah pandangan mata tampak berbeda pada umumnya.
  • Tampak warna iris bermacam-macam.
  • Mata kemerahan di bagian sklera mata.
  • Bola mata tampak menonjol ke depan,

Penyebab Retinoblastoma

Organ mata berkembang sejak minggu ketiga saat janin masih di dalam kandungan. Pada keadaan normal, awal perkembangannya sel-sel retina yang belum matang disebut sebagai retinoblast akan terus memperbanyak diri dan mengalami proses pematangan sampai disebut sel-sel retina. Sebaliknya pada keadaan yang tidak normal, adanya mutasi dari materi genetik sel-sel retinoblast ini akan menyebabkan sel terus membelah dan tumbuh tanpa terkontrol sehingga menjadi sel-sel kanker yang disebut retinoblastoma. Penyebab pasti terjadinya mutasi dari materi genetik ini belum diketahui secara pasti.

Terjadinya kanker merupakan suatu proses yang lama dan progresif, oleh karena itu banyak kasus kanker ditemukan pada orang-orang yang sudah lanjut usia, umumnya disebabkan oleh pola perilaku hidup yang tidak baik. Akan tetapi bagaimanakah terjadinya kanker pada anak-anak? Belum melakukan perilaku hidup yang tidak sehat dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk terjadinya progresivitas kanker. Oleh karena itu, belum banyak faktor resiko yang diketahui tentang penyebab kanker pada anak-anak. Beberapa faktor yang sudah diketahui diantaranya :

  • Usia. Sebagian besar anak-anak yang terdiagnosa retinoblastoma berusia dibawah 3 tahun.
  • Faktor keturunan. Sekitar 1 dari 4 anak yang menderita retinoblastoma, terdapat mutasi gen (materi genetik) yang diwariskan dari orangtuanya.

Pengobatan Retinoblastoma

Terapi yang diberikan untuk mengobati retinoblastoma tergantung dari ukuran tumor, apakah sudah terjadi metastasis atau belum, kondisi bayi atau anak pada saat terdiagnosa, dan sebagainya.

Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengobati retinoblastoma antara lain :

  • Operasi. Tindakan operasi membuang massa tumor dan juga jaringan sekitar tumor, bahkan jika diperlukan sampai harus membuang bola mata. Pemilihan operasi yang dilakukan oleh dokter mata ini tergantung dari ukuran tumor dan sejauh mana tumor tersebut sudah menyebar.
  • Radioterapi. Menggunakan engeri sinar X atau sinar radiasi lain untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya dikombinasikan dengan tindakan medis lain atau diberikan setelah operasi membuang bola mata. Penggunaan radioterapi cukup efektif untuk membunuh sel kanker, namun juga banyak menimbulkan efek samping. Sebagai contoh : katarak, hilangnya bulu mata, mata kering dan sebagainya.
  • Kemoterapi. Menggunakan bantuan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
  • Cryotherapy (Terapi Dingin). Menggunakan suhu dingin yang ekstrim untuk membunuh sel kanker
  • Terapi laser (Laser Photocoagulation). Tindakan terapi ini memanfaatkan panas dari sinar laser untuk mengecilkan massa tumor yang berukuran kecil.

Prognosis

Apabila retinoblastoma tidak diterapi dengan baik, maka sel-sel kanker dapat terus tumbuh memenuhi seluruh rongga bola mata. Sel-sel kanker dapat saja terlepas dari retina, kemudian melewati cairan vitreous (cairan yang memenuhi rongga bola mata) dan menempel pada bagian lain dari bola mata untuk membentuk tumor baru. Apabila sel tumor menyumbat lubang sirkulasi cairan di rongga mata, maka akan menyebabkan terjadinya glaucoma, dimana tekanan di dalam bola mata akan meningkat.

Organ lain yang biasanya menjadi tempat metastasis retinoblastoma adalah pembuluh saraf optikus yang menuju ke otak, lapisan sklera mata, kelopak mata, dan jaringan sekitarnya. Apabila mencapai organ lain di luar bola mata, dapat masuk ke sistem limfe menuju ke organ lain seperti hati, tulang, dan sumsum tulang.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer