Sakit Tenggorokan Sebelah Kiri? Ketahui Penyebab dan Obatnya

Sakit tenggorokan memang menjengkelkan, tak hanya mengganggu makan tetapi juga kegiatan sehari-hari. Bagi Anda yang pernah berkali-kali mengalaminya, pasti tahu benar bagaimana rasanya.

Sakit tenggorokan umumnya mengenai kedua sisi, namun bagaimana jika sakit tenggorokan hanya terjadi di sebelah kiri atau kanan?. Nah, inilah topik bahasan kita kali ini, sakit tenggorokan sebelah kiri.

Banyak hal yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan sebelah kiri, pastinya tidak hanya disebabkan oleh radang amandel. Sariawan, infeksi gigi, sinusitis dan kondisi lainnya bisa menjadi penyebabnya. Penderita pun mungkin hanya mengalami sakit tenggorokan, atau bahkan mengalami gejala tambahan, seperti sakit telinga.

sakit tenggorokan sebelah kiri

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penyebab sakit tenggorokan sebelah kiri dan cara menanganinya:

1. Sariawan

Sariawan adalah istilah untuk luka kecil yang terdapat di rongga mulut. Umumnya terjadi pada bagian dalam pipi, lidah, bagian dalam bibir, langit-langit, atau di bagian belakang atas dekat tenggorokan.

Meski berukuran kecil, namun rasanya bisa sangat menyakitkan. Jadi, sakit tenggorokan sebelah kiri dapat terjadi akibat terbentuknya sariawan ini. Anda pun bisa melihatnya dengan membuka mulut lebar-lebar di depan cermin.

Kebanyakan sariawan sembuh sendiri dalam waktu dua minggu. Sambil menunggu prosesnya, Anda dapat mempercepat penyembuhannya dengan cara-cara alami atau rumahan, seperti dijelaskan dalam artikel berikut: Cara Mengobati Sariawan dengan Cepat, Tepat, dan Efektif

2. Radang amandel

Tonsilitis atau radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus. Amandel itu sendiri merupakan jaringan limfatik yang terletak di tenggorokan, sisi kanan dan kiri.  Meskipun umumnya organ ini meradang berbarengan, namun terkadang tonsilitis hanya menyerang satu amandel, menyebabkan sakit tenggorokan sebelah kiri atau kanan.

Gejala utamanya adalah sakit tenggorokan, yang disertai dengan beberapa gejala berikut:

  • demam
  • bau mulut
  • hidung tersumbat dan hidung berair
  • kelenjar getah bening yang membengkak
  • amandel merah bengkak yang ditutupi dengan bercak keputihan
  • kesulitan menelan
  • sakit kepala
  • sakit perut

Sebagian besar kasus tonsilitis disebabkan oleh virus, dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 hari. Kita pun dapat meringankan rasa sakit dengan obat penghilang nyeri yang banyak tersedia di apotek, juga dengan pengobatan rumahan seperti berkumur dengan air garam.

Namun, apabila yang terjadi adalah tonsilitis bakteri, maka diperlukan antibiotik dari dokter. Baca: Antibiotik yang Tepat untuk Radang Tenggorokan

4. Abses Peritonsillar

Abses peritonsillar adalah proses infeksi yang menghasilkan nanah yang tertimbun dibalik salah satu amandel. Umumnya terjadi sebagai kelanjutan atau komplikasi dari tonsilitis bakteri dan lebih sering terjadi pada anak remaja dan dewasa muda.

Meskipun abses peritonsillar dapat menyebabkan nyeri tenggorokan menyeluruh, namun rasa sakit yang dominan terjadi pada sisi tonsil yang terkena. Misalnya terasa sakit di tenggorokan sebelah kiri.

Gejala lain dari abses peritonsillar yang perlu diwaspadai meliputi:

  • demam
  • kelelahan
  • kesulitan berbicara
  • sakit telinga di sisi yang sakit
  • bau mulut
  • meneteskan air liur
  • suara lemah

Ingat! Kondisi ini membutuhkan perhatian medis segera. Dokter akan menggunakan jarum atau sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah dari balik amandel. Setelah itu, dilanjutkan dengan terapi antibiotik.

5. Postnasal drip

Postnasal drip berarti ada lendir yang menetes dari hidung bagian belakang ke tenggorokan dan menimbulkan ketidaknyamanan. Jika hal ini sampai menimbulkan radang, maka sakit tenggorokan menjadi tak terelakkan.

Perlu diketahui bahwa kelenjar di hidung dan tenggorokan secara teratur menghasilkan 1 hingga 2 liter lendir sehari. Namun, jika sedang sakit (infeksi) atau memiliki alergi, maka lendir yang dihasilkan akan cenderung lebih banyak.

Postnasal drip sering mengiritasi tenggorokan, membuatnya sakit. Rasa sakitnya mungkin hanya pada satu sisi, terutama di pagi hari setelah bangun tidur.

Perawatannya disesuaikan dengan penyebab aslinya, bisa hanya dengan obat atau mungkin dengan jalan operasi. Obat pelega yang dapat diandalkan adalah dekongestan, seperti pseudoephedrine.

6. Abses atau infeksi gigi

Abses gigi (periapikal) dapat menyebabkan rasa sakit yang parah yang memancar ke tulang rahang hingga ke telinga di sisi wajah yang terlibat. Kelenjar getah bening di sekitar leher dan tenggorokan juga bisa bengkak dan nyeri.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan infeksi gigi meliputi:

  • kepekaan terhadap suhu panas dan dingin
  • sakit saat mengunyah
  • demam
  • bengkak di wajah atau pipi
  • pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang atau di leher.

Untuk kasus sakit tenggorokan sebelah akibat gigi, paling umum akibat gigi bungsu yang impaksi. Pada kondisi ini gigi geraham tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh secara normal. Sebagai akibatnya, posisi gigi tidak sejajar atau setinggi lainnya, hal ini akan memudahkan kotoran tersangkut dan risiko infeksi sangat tinggi.

Gigi bungsu yang terinfeksi dapat menyebabkan nyeri rahang dan pembengkakan, sehingga sulit untuk membuka mulut. Dokter gigi kemungkinan besar menganjurkan untuk dilakukan pencabutan.

Jika yang terjadi adalah abses gigi, maka dokter gigi akan melakukan prosedur untuk mengeluarkan nanah tersebut melalui sayatan kecil. Kemudian dilanjutkan dengan pengobatan antibiotik.

7. Laringitis

Laringitis atau peradangan pada laring (pita suara) juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan sebelah kiri ataupun kanan. Penyebab tersering berupa penggunaan suara secara berlebihan, iritasi, atau infeksi virus.

Pita suara yang meradang akan menghasilkan suara yang serak atau bahkan tak bisa bersuara. Gejala lain dari laringitis termasuk:

  • suara serak
  • kehilangan suara
  • sakit tenggorokan
  • rasa kaku di tenggorokan
  • batuk kering
  • tenggorokan kering

Laringitis biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu, tetapi lebih baik untuk mengistirahatkan suara Anda selama periode ini.

8. Neuralgia Glossopharyngeal dan neuralgia trigeminal

Neuralgia Glossopharyngeal dan neuralgia trigeminal adalah kondisi saraf yang relatif jarang, namun dapat menyebabkan rasa sakit yang berulang, tiba-tiba, luar biasa di sekitar liang telinga, lidah, amandel, rahang, atau sisi wajah. Karena saraf yang terlibat terletak di kepala dan leher, maka rasa sakit biasanya terjadi di satu sisi wajah saja, termasuk tenggorokan.

Rasa sakit neuralgia glossopharyngeal biasanya terjadi di belakang tenggorokan atau lidah terutama saat menelan dan biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Sedangkan rasa sakit dari trigeminal neuralgia biasanya terjadi di wajah, tetapi kadang-kadang dapat terjadi di mulut. Nyeri bisa mendadak dan episodik atau berkepanjangan dan progresif. Menyentuh wajah, makan, atau bahkan hembusan angin di wajah mungkin memicu rasa sakit.

Kedua kondisi biasanya diobati dengan obat yang digunakan untuk nyeri neuropatik, seperti carbamazepine, gabapentin, atau pregabalin.

9. Cedera pada tenggorokan

Banyak hal yang dapat melukai bagian belakang mulut atau tenggorokan, termasuk:

  • terbakar dari makanan panas atau cair
  • makanan dengan ujung yang tajam, seperti keripik atau kerupuk
  • intubasi endotrakeal, prosedur penyisipan tabung ke tenggorokan untuk membantu pernapasan

Jika satu sisi tenggorokan sakit karena terbakar atau iritasi dari makanan, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan gejala.

10. GERD

Gastroesophageal reflux disease ( GERD ) adalah suatu kondisi yang menyebabkan isi perut, termasuk asam lambung, naik kembali ke esofagus dan tenggorokan.

GERD bisa menjadi lebih buruk pada malam hari dan ketika berbaring. Jika asam lambung kembali ke atas ketika seseorang berbaring miring, itu dapat menyebabkan sakit tenggorokan sebelah kiri atau kanan.

Selain nyeri tenggorokan, GERD disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • rasa sakit atau terbakar di tengah dada
  • suara serak
  • batuk kering

Baca lebih lanjut: Ciri-ciri Asam Lambung Naik (Gejala GERD)

Jika GERD tidak ditangani dalam waktu lama, maka esofagus dan tenggorokan bisa rusak. Kondisi ini dapat diobati dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

11. Penyakit tangan, kaki, dan mulut (Flu singapura)

Seperti namanya, penyakit virus ini biasanya menyebabkan luka lepuhan pada tangan, kaki, dan mulut. Luka dapat berkembang di bagian belakang mulut, dekat sisi tenggorokan, dan satu sisi mungkin lebih terpengaruh daripada yang lain.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya terjadi pada anak – anak di bawah usia 5 tahun, tetapi juga dapat menyebar ke anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Perawatan yang dianjurkan biasanya terdiri dari istirahat, asupan cairan, dan obat bebas untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, penyakit ini bisa menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak kecil.

12. Tumor

Adanya tumor baik jinak ataupun ganas, dapat menyebabkan sakit tenggorokan sebelah kiri atau kanan sesuai lokasinya. Lokasi tumor tersebut dapat terletak di belakang tenggorokan atau lidah, atau di laring (kotak suara).

Gejala tambahan untuk tumor diantaranya:

  • benjolan di leher
  • suara serak
  • napas berisik
  • penurunan berat badan tanpa alasan
  • darah dalam air liur atau dahak
  • batuk terus menerus

Baca selengkapnya: Kanker Tenggorokan : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Cermatilah setiap penyebab sakit tenggorokan sebelah kiri seperti di atas, tujuannya agar mudah ditangani sesuai kondisinya. Jika hal-hal di bawah ini yang terjadi, maka segeralah pergi ke dokter:

  • demam tinggi
  • sulit bernafas
  • ketidakmampuan menelan makanan atau cairan
  • sakit parah yang tak tertahankan
  • suara serak
  • denyut jantung cepat
  • tanda-tanda reaksi alergi
  • tidak sembuh dalam beberapa hari.
Baca: Obat Sakit Tenggorokan Alami dan Kimiawi
Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga