Kenapa Sering Buang Air Besar Setelah Makan?

Buang air besar seharusnya jadi kebiasaan rutin setiap hari, namun jika kewajiban satu ini terjadi terlalu sering bahkan harus dilakukan setiap setelah makan, Anda patut waspada. Sering buang air besar setelah makan bisa jadi tanda ada yang tidak beres dengan pencernaan.

Kondisi paling umum yang menjadi penyebab sering buang air besar setelah makan adalah Iritable Bowel Syndrome (IBS) namun beberapa kondisi pencernaan lain juga dapat mendasarinya. Oleh sebab itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter ketika BAB disertai dengan keluhan nyeri perut, kembung, atau mual-mual.

buang air besar setelah makan

Apakah Sering Buang Air Besar Setelah Makan itu Normal?

Lambung akan meregang pada saat kita makan. Setelah cukup kenyang, saraf yang ada di lambung akan memberikan sinyal ke usus halus untuk mempersiapkan diri mencerna makanan dari lambung. Sinyal ini akan memandu kontraksi pada otot-otot usus untuk mulai bergerak dan memulai proses mencerna.

Pergerakan usus halus dan usus besar ini yang nantinya akan membuat rasa ingin buang air besar muncul. Jadi, kondisi ingin buang air besar setelah makan seperti ini sebenarnya cukup normal pada kebanyakan kasus.

Umumnya orang yang mengalami kondisi ini lebih sering menahannya dibanding meneruskannya ke kamar mandi. Kebiasaan menahan BAB inilah yang sebetulnya tidak baik, karena bisa saja menyebabkan beberapa komplikasi lain pada pencernaan. Namun, jika rasa ingin buang air besar ini selalu muncul setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan apa yang terjadi.

Apa saja Penyebab Sering Buang Air Besar Setelah Makan?

Ketika tidak selalu  muncul, atau hanya sesekali saja, maka itu termasuk normal. Namun, ketika hal ini sering terjadi, maka ada banyak faktor yang mungkin mendasari rasa ingin buang air besar setelah makan tersebut. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang bisa jadi pemicunya:

1. Iritasi Usus

Usus akan menjadi sangat aktif ketika lapisan dalamnya mengalami radang atau iritasi. Hal inilah yang menyebabkan waktu cerna yang singkat pada usus halus maupun besar. Makanan yang sudah dicerna oleh lambung akan bergerak cepat di dalam usus halus maupun besar. Gangguan usus seperti inilah yang menyebabkan dorongan untuk buang air besar setelah makan.

2.  Penyakit Radang Usus/ Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Penyakit IBD ini terdiri dari dua jenis, penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, keduanya mengacu pada peradangan yang terjadi di usus. Peradangan ini akan menyebabkan sering buang air besar, sakit perut, sakit lambung setelah makan, dan adanya darah pada kotoran.

Kolitis ulserativa biasanya hanya mempengaruhi usus besar sementara penyakit Crohn efeknya akan terjadi pada keseluruhan saluran pencernaan. Penyakit ini juga biasanya membuat penderitanya tidak dapat menahan rasa ingin buang air besar, sehingga harus segera dikeluarkan bahkan setelah makan.

Lebih lanjut pelajari disini: Penyakit Radang Usus : Gejala, Penyebab, Pengobatan

3. Diare Asam Empedu

Terlalu sering buang air besar setelah makan bisa jadi akibat dari diare asam empedu. Penelitian menunjukkan bahwa penderita diare asam empedu biasanya sering salah di diagnosis mengalami IBS.

Diare asam empedu terjadi ketika asam empedu yang sangat dibutuhkan usus untuk mencerna lemak tidak ikut terserap pada proses pencernaan di usus halus sehingga asam ini akan ikut terbawa ke dalam usus besar. Dalam kondisi seperti ini usus besar akan mengalami kontraksi yang menyebabkan diare. Kondisi ini juga menyebabkan seseorang harus lebih sering ke toilet.

4. Intoleransi Laktosa

Ketika seseorang mengalami intoleransi laktosa, tubuhnya tidak dapat mencerna jenis gula tertentu yang disebut laktosa yang banyak terdapat pada susu dan produk olahan susu. Artinya jika sampai mengonsumsi susu, ususnya tidak akan mampu menyerap zat ini sehingga menimbulkan diare.

Jadi, apabila seringnya buang air besar setelah makan sesuatu yang mengandung susu, kemungkinan Anda mengalami intoleransi laktosa.

5. Penyakit Celiak

Ketika seseorang mengalami penyakit Celiak, sistem imunnya akan bereaksi saat mengonsumsi gluten, ini merupakan senyawa protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita celiak biasanya akan langsung diare setelah mengonsumsi gluten, salah satu tanda yang umum dari kondisi ini adalah mengampungnya tinja.

Segeralah hubungi dokter jika Anda mengalami diare yang parah setelah mengonsumsi gluten, karena penyakit celiak ini memerlukan perhatian medis dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi.

6. Kanker Usus Besar

Salah satu penyebab lain sering buang air besar setelah makan adalah kanker usus besar. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel pada usus besar mulai tumbuh secara tidak normal dan mempengaruhi fungsi usus besar. Jenis kanker ini sebenarnya lebih mudah disembuhkan, peluangnya hingga 90% jika diketahui sejak awal pertumbuhannya.

Kanker usus besar biasanya akan memunculkan rasa sakit saat ingin buang air besar. Selain itu, sering buang air besar dan adanya darah pada kotoran bisa jadi pertanda kanker usus besar ini. Simak gejala selengkapnya disini: Ciri-ciri dan Gejala Kanker Usus Besar

7. Kolitis Mikroskopis

Berbeda dengan kolitis ulserativa, pada kolitis mikroskopis peradangan pada lapisan dalam usus hanya dapat dilihat dengan jelas menggunakan mikroskop. Apa penyebab kondisi ini hingga kini masih belum jelas. Namun, kondisi ini biasanya menyebabkan penderitanya tidak dapat menahan rasa ingin buang air besar sehingga diare terus menerus.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Sering BAB Setelah Makan?

Ketika kondisi ini menyerang dan Anda mulai khawatir apa yang harus dilakukan. Berkonsultasi dengan dokter adalah pilihan tepat dan dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik. Namun, jika anda belum ada waktu untuk mengunjungi dokter, sebaiknya lakukan tips berikut untuk meringankan gejala yang timbul.

  • Makanlah lebih sedikit dari biasanya namun lebih sering.
  • Hindari makanan berlemak seperti daging, gorengan dan kentang goreng cepat saji. Hindari juga makan pedas atau asam untuk menjaga kerja pencernaan tetap baik.
  • Lakukan relaksasi untuk menenangkan tubuh, otak dan usus Anda. Kelolalah stres yang muncul, agar tidak sampai jadi pemicu diare. Anda bisa mencoba olahraga pernapasan untuk meringankan tingkat stres.

Kapan Harus Segera Menemui Dokter?

Ketika rasa ingin buang air besar setelah makan muncul sesekali, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika kondisi ini sering terulang sebaiknya segeralah temui dokter. Selain itu, beberapa situasi berikut juga sebaiknya jadi acuan untuk segera menghubungi tenaga medis terdekat.

  • Mengalami diare yang tidak membaik setelah tiga minggu.
  • Menderita diare dan demam tinggi lebih dari 38ºC.
  • Ketika diare disertai sakit pada rektum atau perut bagian bawah.
  • Kotoran yang keluar saat diare berwarna hitam, abu-abu atau berdarah.
  • Diare hingga mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti pusing, haus dan kelelahan.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer